| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1427 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3250 | -0.07% |
AUDUSD | 0.7004 | -0.33% |
NZDUSD | 0.5733 | -0.03% |
USDJPY | 161.56 | 0.02% |
USDCHF | 0.8090 | -0.04% |
USDCAD | 1.4160 | 0.04% |
GOLDUD | 4,192.85 | -0.93% |
COFU | 74.14 | -0.11% |
USD/IDR | 17,814 | 0.00% |
Selasa, 23 Juni 2026 - Harga minyak hari ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari pencabutan sementara sanksi AS terhadap Iran, gencatan senjata di Lebanon, dan proyeksi pesimis terbaru dari Goldman Sachs.
Departemen Keuangan AS pada hari Senin mengumumkan pencabutan sementara sanksi terhadap Iran, yang memungkinkan Teheran untuk memproduksi, menjual, dan mengirimkan minyak mentah dan produk terkait hingga 21 Agustus. Pencabutan sanksi tersebut juga berlaku untuk semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, dan transportasi. Keputusan Departemen Keuangan itu menyusul pernyataan dari Wakil Presiden JD Vance yang mengatakan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali paling cepat minggu ini.
Dari Timur Tengah, gencatan senjata yang mulai terlihat sejak Sabtu malam sebagian besar masih berlanjut, kata seorang pejabat senior Lebanon pada hari Senin, yang sekaligus menandai jeda pertempuran terpanjang dalam tiga bulan perang antara Hizbullah dan Israel. Meski demikian, pejabat itu juga mengatakan bahwa masih ada kekhawatiran bahwa perang akan kembali terjadi yang membuat para pengungsi enggan pulang.
Turut membebani harga, Goldman Sachs mengatakan percepatan adopsi kendaraan listrik (EV) pasca guncangan pasokan minyak terkait Hormuz dapat mengurangi permintaan minyak global hingga 320.000 bph pada Desember 2027. Bank investasi terkemuka dunia itu mengatakan penjualan mobil listrik global meningkat 3,4% atau mencapai 26,1% pada bulan Mei — level tertinggi kedua yang pernah ada.
Sementara itu, kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dikelola oleh Teheran, di mana Iran dan AS sepakat pada hari Senin untuk membangun jalur komunikasi guna menjaga jalur pelayaran vital tetap terbuka dan mengakhiri pertempuran di Lebanon, ungkap laporan media pemerintah pada hari Selasa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash |
| 54.8 | 55.1 |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Flash |
| 51 | 50.7 |