| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1728 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3555 | 0.02% |
AUDUSD | 0.7208 | 0.06% |
NZDUSD | 0.5941 | -0.07% |
USDJPY | 156.88 | -0.01% |
USDCHF | 0.7800 | 0.01% |
USDCAD | 1.3660 | -0.01% |
GOLDUD | 4,694.56 | 0.31% |
COFU | 98.25 | -2.31% |
USD/IDR | 17,330 | -0.01% |
Jumat, 08 Mei 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau melaju bearish dipicu oleh sentimen dari isyarat AS dan Iran untuk tidak meningkatkan konfrontasi pasca aksi saling tembak hari Kamis. Meski demikian, proyeksi pemangkasan output Iran lebih lanjut, sanksi AS terhadap Irak, dan situasi di Lebanon berpotensi mendorong minyak kembali menguat.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Teheran tetap berjalan sesuai rencana meskipun terjadi aksi baku tembak di kota pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Qeshm di Selat Hormuz pada hari Kamis. Media Iran juga melaporkan situasi telah kembali normal setelah beberapa jam baku tembak tersebut. Seorang pejabat senior AS menegaskan bahwa serangan pada hari Kamis tersebut tidak menandakan dimulainya kembali perang dan tidak boleh diartikan sebagai berakhirnya perjanjian gencatan senjata yang ada.
Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright pada hari Kamis memperkirakan Iran telah mengurangi produksi minyak sebesar 400.000 bph dan kemungkinan akan menguranginya lebih lanjut karena unit penyimpanan yang penuh dan ketidakmampuan untuk mengekspor minyak. Berdasarkan data yang dirilis oleh Vortexa, pengiriman minyak Iran yang meninggalkan Teluk Oman antara 13 dan 25 April, turun lebih dari 80 persen.
Turut mendukung harga, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Kamis menjatuhkan sanksi terhadap wakil menteri Irak, Ali Maarij Al-Bahadly, dengan tuduhan memfasilitasi pengalihan minyak Iran. Selain itu, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada tiga pemimpin senior milisi yang dianggap bersekutu dengan Iran, Kata’ib Sayyid Al-Shuhada dan Asa’ib Ahl Al-Haq.
Dukungan lainnya datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang pada hari Kamis menyatakan bahwa tidak ada kekebalan bagi musuh Israel. Pernyataan tersebut dilontarkan tepat sehari setelah militer Israel berhasil menewaskan seorang komandan Hizbullah, dan sekaligus mengisyaratkan potensi berlanjutnya konfrontasi yang membuat gencatan senjata semakin rapuh.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $98 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $93 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Unemployment Rate |
| 4.3% | 4.3% |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment |
| 49.5 | 49.8 |
21:00 | USA - Michigan Inflation Expectations |
| 4.9% | 4.7% |
21:00 | USA - Wholesale Inventories MoM |
| 1.4% | 0.8% |