Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Jelang Pertemuan OPEC+ Bahas Kapasitas Produksi
Minyak Meredup Jelang Pertemuan OPEC+ Bahas Kapasitas Produksi
Wednesday, 17 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1852

0.17%

GBPUSD

1.3636

0.16%

AUDUSD

0.6673

0.24%

NZDUSD

0.5975

0.25%

USDJPY

146.60

-0.27%

USDCHF

0.7871

-0.25%

USDCAD

1.3749

-0.13%

GOLDUD

3,691.34

0.11%

COFU

64.59

-0.17%

USD/IDR

16,380

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ akan bertemu untuk membahas metodologi penilaian kapasitas produksi maksimum bagi anggota aliansi, kata sumber.
  • Israel mulai melancarkan serangan darat terhadap Kota Gaza, dan akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

************************************************************

Rabu, 17 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari isyarat OPEC dan sekutunya untuk meningkatkan produksi. Meski demikian, eskalasi konflik di Timur Tengah, sanksi terbaru AS terhadap Iran, dan indikator positif permintaan di pasar energi AS berpotensi mendorong harga menguat.

Para delegasi OPEC+ berencana bertemu di Wina pada hari Kamis dan Jumat untuk membahas metodologi penilaian kapasitas produksi maksimum bagi 22 negara anggota aliansi produsen itu, ungkap dua delegasi pada hari Selasa. Dalam pembahasan metodologi penilaian tersebut juga termasuk tingkat produksi yang dapat dikurangi atau ditingkatkan.

Sementara itu, pasukan militer Israel mulai melancarkan serangan darat terhadap Kota Gaza pada hari Selasa, yang menandai pengeboman paling intens dalam dua tahun perang. Seorang pejabat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukan darat bergerak lebih dalam ke bagian kota utama, dan jumlah tentara akan meningkat dalam beberapa hari mendatang untuk menghadapi hingga 3.000 anggota Hamas yang diyakini IDF masih berada di kota tersebut. Di hari yang sama, Israel juga menyerang sebuah lokasi infrastruktur militer dalam serangan terbarunya terhadap kelompok Houthi Yaman di pelabuhan Laut Merah, Hodeidah, yang membuat situasi geopolitik di wilayah Timur Tengah semakin meningkat.

Turut mendukung harga, AS menjatuhkan putaran baru sanksi terkait Iran yang menargetkan individu dan entitas yang menurut Washington mendanai militer Teheran, termasuk beberapa di Hong Kong dan Uni Emirat Arab, kata Departemen Keuangan AS pada hari Selasa.

Dukungan lainnya datang dari stok minyak mentah AS yang merosot turun sebesar 3,42 juta barel, ungkap laporan versi grup industri API untuk pekan yang berakhir 12 September. Stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 691.000 barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Building Permits

 

1.37M

1.362M

19:30

USA - Housing Starts

 

1.37M

1.428M

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

3.939M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

1.458M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788