Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Dipicu Sinyal Ekonomi China Yang Masih Lemah
Minyak Meredup Dipicu Sinyal Ekonomi China Yang Masih Lemah
Thursday, 20 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07430

0.06%

GBPUSD

1.27170

0.07%

AUDUSD

0.66700

0.03%

NZDUSD

0.61310

0.07%

USDJPY

158.070

-0.01%

USDCHF

0.88440

-0.12%

USDCAD

1.37050

-0.04%

GOLDUD

2,327.050

0.38%

COFU

80.75

-0.25%

USD/IDR

16,350

0.28%

Fokus Crude Oil:

  • China mengumumkan suku bunga acuan pinjaman untuk satu tahun dan lima tahun tidak berubah.
  • Industri pelayaran mendesak dilakukan tindakan segera untuk mengatasi situasi di jalur pelayaran Laut Merah.

***********************************************************

Kamis, 20 Juni 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau meredup dibebani oleh sentimen dari sinyal masih lesunya perekonomian China, dan harapan akan meredanya risiko di jalur pelayaran Laut Merah. Meski demikian, gangguan produksi di Nigeria serta ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.

China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (LPR) tidak berubah pada penetapan bulanan pada hari Kamis, sejalan dengan ekspektasi pasar. Untuk LPR satu tahun dipertahankan pada 3,45%, sedangkan LPR lima tahun tidak berubah pada 3,95%. Keputusan tersebut menunjukkan laju pemulihan yang masih belum stabil di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sentimen negatif lainnya datang dari industri pelayaran yang mendesak agar dilakukan tindakan segara untuk menghentikan serangan terhadap kapal kargo komersial yang melalui Laut Merah, setelah kelompok Houthi Yaman menenggelamkan kapal kedua pada pekan lalu, ungkap pernyataan bersama dari asosiasi pelayaran pada hari Rabu. Desakan tersebut meningkatkan ekspektasi akan pengawalan serta pelindungan dari angkatan laut internasional yang lebih ketat sehingga mengurangi risiko serangan di jalur perdagangan utama dunia itu.

Sementara itu, perusahaan energi Nigeria Aiteo mengumumkan penghentian untuk semua aktivitas produksi minyak di fasilitas Nembe Creek, yang produksinya hampir 50.000 bph, akibat adanya kebocoran yang penyebabnya masih belum dapat ditentukan, kata sumber dari perusahaan itu pada hari Rabu. Fasilitas Nembe Creek sendiri merupakan ladang minyak terbesar dari 11 ladang minyak yang dimiliki oleh Aiteo. Berita tersebut mengindikasikan potensi gangguan output di Negeria yang merupakan produsen minyak terbesar di Afrika.

Dari Timur Tengah, pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada hari Rabu menanggapi ancaman perang besar-besaran dari Israel dengan menyatakan bahwa tidak akan ada tempat di Israel yang aman dari rudal dan drone, jika terjadi perang yang lebih luas. Di hari yang sama, Israel melancarkan serangan lebih jauh ke bagian barat kota Rafah di Jalur Gaza yang menghantam tenda-tenda pengungsi di daerah Al-Mawasi, kata warga dan petugas medis Palestina.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1810K

1820K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

235K

242K

22:00

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-2.800M

3.730M

22:00

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

1.500M

2.566M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788