Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Dipicu Ketidakpastian Jelang Pertemuan Trump - Xi
Minyak Meredup Dipicu Ketidakpastian Jelang Pertemuan Trump - Xi
Wednesday, 29 October 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1650

0.09%

GBPUSD

1.3269

-0.10%

AUDUSD

0.6583

0.36%

NZDUSD

0.5775

0.24%

USDJPY

152.09

-0.37%

USDCHF

0.7928

-0.04%

USDCAD

1.3945

-0.09%

GOLDUD

3,955.94

-0.96%

COFU

60.18

-0.25%

USD/IDR

16,617

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • FCC AS usulkan memperketat pembatasan terhadap perusahaan teknologi Tiongkok yang dianggap sebagai ancaman.
  • Perusahaan minyak negara India mengatakan tidak akan menghentikan pembelian minyak Rusia selama mematuhi sanksi.

************************************************************

Rabu, 29 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bearish dibebani oleh sentimen dari potensi hambatan dalam pertemuan Trump dan Xi yang memicu kekhawatiran akan memicu konflik dagang antar kedua negara kembali meningkat. Selain itu, potensi sanksi lebih lanjut AS terhadap India juga turut menekan pergerakan harga minyak.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada hari Selasa mengusulkan untuk memblokir persetujuan baru bagi perangkat dengan komponen dari perusahaan-perusahaan yang masuk dalam "Daftar Tertutup" dan mengizinkan badan tersebut untuk melarang peralatan yang telah disetujui sebelumnya dalam kasus-kasus tertentu. FCC sebelumnya telah menambahkan beberapa perusahaan telekomunikasi China ke dalam daftar itu. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan mempengaruhi arah pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi pada hari Kamis ini.

Turut membebani harga, perusahaan minyak milik negara, Indian Oil Corp (IOC) menyatakan tidak akan berhenti membeli minyak Rusia selama mematuhi sanksi, kata Direktur Keuangan IOC, Anuj Jain pada hari Selasa. Hal itu dikarenakan yang dikenakan sanksi oleh AS bukan minyak mentah Rusia, akan tetapi entitas dan perusahaan pelayaran, sehingga IOC akan membeli minyak Rusia melalui entitas yang tidak terkena sanksi, tambah Jain. Pernyataan IOC tersebut berpotensi mendorong perusahaan kilang minyak lainnya di India untuk kembali membeli minyak Rusia, yang sekaligus berpotensi memicu AS kembali mengenakan tekanan dagang terhadap India.

Sementara itu, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API untuk pekan yang berakhir 24 Oktober menunjukkan stok minyak mentah AS merosot turun tajam sebesar 4,02 juta barel, yang sekaligus menandai penurunan kedua berturut-turut. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 6,35 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Dukungan lainnya datang dari pernyataan optimis CEO Saudi Aramco, Amin Nasser pada hari Selasa yang mengatakan permintaan minyak mentah kuat bahkan sebelum AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan minyak besar Rusia, Rosneft dan Lukoil, selain itu permintaan dari Tiongkok juga masih sehat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Pending Home Sales MoM

 

1.7%

4%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.4M

-0.961M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.9M

-2.147M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788