| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09440 | 0.26% |
GBPUSD | 1.28140 | 0.25% |
AUDUSD | 0.61510 | 0.33% |
NZDUSD | 0.56380 | 0.44% |
USDJPY | 147.700 | -0.72% |
USDCHF | 0.85620 | -0.55% |
USDCAD | 1.40770 | -0.04% |
GOLDUD | 3,080.480 | 0.68% |
COFU | 62.71 | -1.42% |
USD/IDR | 16,859 | 0.47% |
Kamis, 10 April 2025 - Setelah ditutup menguat hampir 7% pada perdagangan kemarin, harga minyak pagi ini terpantau kembali bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari rilisnya data tebaru ekonomi China yang suram, perang tarif AS - China yang makin memanas, dan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Indeks harga konsumen China turun 0,1% pada bulan Maret dari tahun sebelumnya, dan lebih lambat dari penurunan 0,7% pada bulan Februari, ungkap data Biro Statistik Nasional yang dirilis hari Kamis. Secara bulanan, terjadi penurunan sebesar 0,4% di bulan Maret, dibandingkan dengan penurunan 0,2% pada bulan Februari. Selain itu, Indeks harga produsen dilaporkan turun 2,5% pada bulan Maret dari tahun sebelumnya, memperdalam penurunan 2,2% pada bulan Februari, yang merupakan penurunan terlemah dalam empat bulan.
Dari AS, Presiden Donald Trump pada hari Rabu mengatakan akan kembali menaikkan tarif impor China menjadi 125% segera, setelah kenaikan tarif menjadi 104% yang dimulai pada hari Rabu. China membalas tarif Trump tersebut dengan mengumumkan pungutan impor tambahan untuk barang-barang AS, dengan mengenakan tarif sebesar 84% mulai hari Kamis.
Turut membebani harga, badan statistik EIA pada Rabu malam merilis laporan yang menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 2,55 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2,2 juta barel. Untuk stok bensin dilaporan turun sebesar 1,6 juta barel, lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1,7 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS pada hari Rabu menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan lima entitas dan satu orang yang berbasis di Iran karena dituduh telah memberikan dukungan terhadap program nuklir Iran. Tindakan tersebut memicu pesimisme akan arah pembicaraan program nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan akan berlangsung pada hari Sabtu nanti.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.1% | 0.2% |
19:30 | USA - CPI |
| 320.17 | 319.08 |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 223K | 219K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1880K | 1903K |