Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Pasca Trump Tingkatkan Ancaman Terhadap Kapal Iran
Minyak Menguat Pasca Trump Tingkatkan Ancaman Terhadap Kapal Iran
Friday, 24 April 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1683

0.04%

GBPUSD

1.3466

0.04%

AUDUSD

0.7127

0.13%

NZDUSD

0.5850

0.19%

USDJPY

159.64

0.10%

USDCHF

0.7863

0.03%

USDCAD

1.3699

-0.09%

GOLDUD

4,695.93

-0.20%

COFU

96.62

0.69%

USD/IDR

17,303

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump perintahkan angkatan laut AS untuk menembak dan membunuh kapal-kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz.
  • Lebanon dan Israel sepakati untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu, kata Trump pasca pertemuan di Washington.

************************************************************

Jumat, 24 April 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari meningkatnya sinyal ketegangan di Selat Hormuz dan serangan intens via udara di Iran. Meski demikian, perpanjangan gencatan senjata Lebanon - Israel membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Presiden Donald Trump pada hari Kamis mengatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan membunuh kapal-kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz. Selain itu, militer AS akan meningkatkan upayanya untuk menghilangkan bahan peledak dari jalur air strategis tersebut, tambah Trump.

Dukungan lainnya datang dari kantor berita Iran, Mehr, yang melaporkan sistem pertahanan udara Teheran pada hari Kamis malam menyerang target musuh di beberapa bagian ibu kota Iran, menyusul laporan sebelumnya bahwa baterai pertahanan udara telah diaktifkan di kota tersebut.

Sementara itu, Trump pada hari kamis mengumumkan bahwa Lebanon dan Israel sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu, pasca pertemuan antara kedua negara yang difasilitasi oleh AS di Washington. Trump juga menambahkan bahwa AS akan bekerja sama dengan Lebanon untuk melindungi diri dari Hizbullah.

Turut membebani harga, S&P Global Energy memperkirakan permintaan minyak global pada tahun 2026 diperkirakan akan menyusut sebesar 700.000 bph akibat perang AS - Iran, ungkap konsultan Ethan Ng pada hari Kamis. Pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan menyusut menjadi 400.000 bph dibandingkan perkiraan sebelum perang sebesar 1,1 juta bph.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $95 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

47.6

53.3

21:00

USA - Michigan Inflation Expectations Final

 

4.8%

3.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788