Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Pasca Trump Berencana Menyerang Iran Lebih Agresif
Minyak Menguat Pasca Trump Berencana Menyerang Iran Lebih Agresif
Thursday, 02 April 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1588

-0.17%

GBPUSD

1.3304

-0.26%

AUDUSD

0.6923

-0.36%

NZDUSD

0.5752

-0.38%

USDJPY

158.80

0.22%

USDCHF

0.7947

0.14%

USDCAD

1.3873

0.17%

GOLDUD

4,758.46

-2.04%

COFU

98.92

7.24%

USD/IDR

16,997

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump menyatakan akan terus menyerang Iran secara agresif tanpa menetapkan jangka waktu spesifik berakhirnya perang.
  • IEA memperingatkan bahwa gangguan pasokan minyak dan gas yang parah akan mulai berdampak pada Eropa mulai bulan April.

************************************************************

Kamis, 02 April 2026 - Harga minyak hari ini terpantau bergerak menguat dipicu oleh sentimen dari sinyal potensi eskalasi lebih lanjut perang Iran yang lebih intens pasca komentar terbaru Trump. Selain itu, peringatan gangguan energi di Eropa mulai bulan April, dan pemberlakuan larangan ekspor bensin Rusia juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu malam menyatakan bahwa AS akan terus menyerang Iran secara agresif dalam beberapa minggu mendatang, termasuk target energi dan minyak, tanpa menetapkan jangka waktu spesifik untuk mengakhiri perang. Komentar Trump tersebut memudarkan harapan akan berakhirnya perang Iran dalam waktu dekat.

Turut mendukung harga, Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol pada hari Rabu memperingatkan bahwa gangguan pasokan minyak dan gas yang parah akibat konflik di Timur Tengah akan berdampak signifikan pada Eropa mulai bulan April, mengancam pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi. Birol mengatakan IEA juga mempertimbangkan untuk melepas lebih banyak cadangan minyak strategis. Meski demikian, Birol mencatat bahwa melepaskan cadangan tambahan tidak akan mengakhiri masalah di pasar energi.

Dukungan lainnya datang dari Rusia yang pada Kamis mengumumkan pemberlakuan larangan ekspor bensin bagi produsen bahan bakar hingga akhir Juli, guna menjaga pasokan pasar domestik. Langkah Rusia tersebut berpotensi memperketat pasokan energi di pasar global.

Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS mengalami peningkatan sebesar 5,5 juta barel pada pekan yang berakhir 27 Maret, jauh melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan kenaikan stok sebesar 814.000 barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $108 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $104 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Trade Balance

 

$-59.2B

$-54.5B

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

212K

210K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1840K

1819K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788