Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Pasca Penegasan Kembali Komitmen OPEC+
Minyak Menguat Pasca Penegasan Kembali Komitmen OPEC+
Monday, 01 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1591

0.21%

GBPUSD

1.3218

0.23%

AUDUSD

0.6536

0.31%

NZDUSD

0.5723

0.37%

USDJPY

156.05

-0.37%

USDCHF

0.8037

-0.16%

USDCAD

1.3971

-0.05%

GOLDUD

4,226.31

0.41%

COFU

58.96

0.63%

USD/IDR

16,668

-0.08%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ kembali tegaskan untuk mempertahankan tingkat produksi sesuai kesepakatan sebelumnya hingga 31 Desember 2026.
  • Kazakhstan desak Ukraina untuk berhenti menyerang jaringan pipa CPC yang mengangkut 1% minyak global.

************************************************************

Senin, 01 Desember 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh sentimen dari penegasan kembali komitmen OPEC+ untuk tidak menambah tingkat produksi hingga tahun depan. Selain itu kerusakan fasilitas di pelabuhan Laut Hitam akibat serangan Ukraina, dan meningkatnya tensi di salah satu jalur distribusi energi dunia juga menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Kelompok produsen OPEC dan sekutunya pada hari Minggu merilis pernyataan yang menegaskan kembali komitmen untuk mempertahankan tingkat produksi minyak sebagaimanan disepakati sebelumnya hingga akhir tahun depan. Selain itu, dalam pertemuan hari Minggu tersebut, OPEC+ juga telah menyetujui sebuah mekanisme untuk menilai kapasitas produksi berkelanjutan maksimum negara-negara peserta yang akan digunakan sebagai referensi untuk baseline produksi tahun 2027. Pasca pertemuan, aliansi itu mendesak semua anggotanya untuk mematuhi kesesuaian dalam kuota produksi.

Dukungan lainnya datang dari serangan terbaru Ukraina yang merusak fasilitas infrastruktur pelabuhan Laut Hitam milik CPC di perairan Pelabuhan Novorossiysk, yang memaksa CPC menghentikan ekspor. Kazakhstan pada hari Minggu melayangkan protes keras atas tindakan Ukraina tersebut, dan memintanya untuk menghentikan serangan terhadap jalur penting yang menangani lebih dari 1% minyak dunia itu. CPC menyumbang sekitar 80% ekspor minyak dari Kazakhstan, anggota OPEC+, yang mengekspor sekitar 68,6 juta ton minyak tahun lalu.

Dari Timur Tengah, angkatan laut Iran pada hari Minggu menyita sebuah kapal berbendera Eswatini yang membawa muatan 350.000 liter bahan bakar selundupan, lapor kantor berita semi-resmi Tasnim. Sebelumnya pada hari Sabtu, pihak berwenang di dekat Pulau Kish mengatakan dua kapal yang membawa total 80.000 liter bahan bakar selundupan dihentikan berdasarkan perintah pengadilan. Meningkatnya aktivitas patroli di pesisir Iran dan Selat Hormuz turut memicu kekhawatiran akan berdampak pada pengiriman dari jalur utama distribusi energi dunia itu. 

Sementara itu, dalam pembicaraan hari Minggu dengan Ukraina untuk membahas kesepakatan damai mengakhiri perang Rusia-Ukraina berlangsung sangat produktif, meskipun masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Menyusul setelahnya Presiden Trump mengisyaratkan kemungkinan besar kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Eropa timur itu akan tercapai.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Final

 

51.9

52.5

22:00

USA - ISM Manufacturing PMI

 

48.6

48.7

22:00

USA - Construction Spending MoM

 

-0.1%

0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788