| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1575 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3296 | 0.08% |
AUDUSD | 0.6471 | 0.15% |
NZDUSD | 0.5901 | 0.24% |
USDJPY | 147.60 | -0.11% |
USDCHF | 0.8071 | -0.09% |
USDCAD | 1.3777 | -0.09% |
GOLDUD | 3,381.50 | 0.12% |
COFU | 65.15 | 0.52% |
USD/IDR | 16,383 | 0.00% |
Rabu, 06 Agustus 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat dipicu oleh sentimen pasca rilisnya laporan API dan sinyal eskalasi situasi di Timur tengah, terutama di Gaza dan Lebanon. Meski demikian, potensi tekanan lebih lanjut terhadap Rusia membatasi laju bullish harga minyak lebih lanjut.
Dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 4,2 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 1 Agustus. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.
Dukungan lainnya datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang bertemu pejabat keamanan senior untuk membahas strategi baru dalam pengambilalihan penuh seluruh wilayah di Jalur Gaza, ungkap pernyataan resmi dari kantor Netanyahu pada hari Selasa. Asisten Sekretaris Jenderal PBB Miroslav Jenca memperingatkan bahwa keputusan Israel untuk memperluas operasi militer di seluruh Jalur Gaza berpotensi menimbulkan bencana dan semakin membahayakan nyawa para sandera.
Turut memicu eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah, pimpinan Hizbullah, Naim Qassem, pada hari Selasa mengancam akan menjatuhkan rudal ke Israel jika melanjutkan agresi dalam skala besar terhadap Lebanon. Ancaman tersebut menyusul tekanan dari AS saat bertemu kabinet Lebanon yang meminta agar persenjataan kelompok Hizbullah dilucuti, jika tidak maka Israel berpotensi mengintensifkan serangan terhadap Lebanon.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa jika harga minyak dapat kembali turun sebesar $10 per barel, maka hal itu akan cukup untuk memaksa Rusia menghentikan perang di Ukraina. Berita tersebut memicu potensi tekanan lebih lanjut terhadap minyak Rusia yang saat ini tengah menghadapi paket sanksi ke-18 dari UE, salah satunya termasuk pembatasan harga minyak Rusia sebesar 15% di bawah rata-rata harga pasar.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 7.698M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -2.725M |