| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1283 | 0.42% |
GBPUSD | 1.3418 | 0.02% |
AUDUSD | 0.6433 | 0.17% |
NZDUSD | 0.5937 | 0.05% |
USDJPY | 143.65 | -0.24% |
USDCHF | 0.8250 | -0.18% |
USDCAD | 1.3858 | -0.06% |
GOLDUD | 3,319.90 | 0.64% |
COFU | 61.33 | 0.15% |
USD/IDR | 16,408 | -0.12% |
Kamis, 22 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh sentimen dari pengenaan sanksi terbaru AS terhadap Iran jelang berlangsungnya negosiasi nuklir, dan meningkatnya impor minyak Rusia oleh India. Meski demikian, isyarat lesunya permintaan di AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sektor konstruksi Iran di bawah kendali IRGC, dan telah mengidentifikasi 10 bahan strategis termasuk paduan nikel-kromium austenitik, ingot magnesium, natrium perklorat, tembaga tungsten dan lembaran dan tabung aluminium tertentu, dan bahan strategis lainnya, yang sekarang menjadi subjek sanksi AS. Pengenaan sanksi tersebut berpotensi mempengaruhi arah perundingan nuklir putaran kelima antara AS dengan Iran yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 23 Mei di Roma.
Turut mendukung harga, impor minyak mentah Rusia jenis ESPO di India mencapai hampir 1,8 juta bph pada bulan Mei, yang sekaligus merupakan level tertinggi dalam 10 bulan, ungkap data yang dirilis hari Rabu oleh perusahaan analisa pelacakan kapal, Kpler. Tingginya permintaan dari India tersebut ikut mendorong kenaikan biaya premi untuk harga minyak ESPO Rusia menjadi sekitar 50 sen dan $1 per barel ke India, dan $2 per barel untuk tujuan ke China, kata para pedagang.
Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 1,33 juta barel, di luar ekspektasi yang sebelumnya memperkirakan terjadi penurunan sebesar 1,85 juta barel. Selain itu, dalam laporan untuk pekan yang berakhir 16 Mei tersebut, stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 816 ribu barel, di luar prediksi yang sebelumnya memperkirakan stok bensin akan turun sebesar 1,76 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 230K | 229K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1890K | 1881K |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash |
| 50.1 | 50.2 |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Flash |
| 50.8 | 50.8 |
21:00 | USA - Existing Home Sales |
| 4.1M | 4.02M |