Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Risiko Konflik Timur Tengah Yang Berkepanjangan
Minyak Menguat Dipicu Risiko Konflik Timur Tengah Yang Berkepanjangan
Tuesday, 08 September 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1622

0.09%

GBPUSD

1.3538

0.08%

AUDUSD

0.7216

0.03%

NZDUSD

0.5874

0.10%

USDJPY

154.36

-0.58%

USDCHF

0.8092

-0.07%

USDCAD

1.3815

-0.09%

GOLDUD

4,412.87

0.47%

COFU

92.26

0.39%

USD/IDR

17,631

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengancam akan berperang dengan AS baik di bidang ekonomi maupun militer.
  • Goldman Sachs melihat harga minyak dapat melonjak hingga $120 per barel jika serangan di Selat Hormuz terus berlanjut.

************************************************************

Selasa, 08 September 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh perkembangan terbaru eskalasi tensi Iran - AS yang memicu risiko konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang berdampak pada gangguan pasokan secara global.

Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada hari Selasa mengancam akan melakukan perang terhadap AS baik di bidang ekonomi maupun militer. Selain itu, Rezaei juga menyatakan Iran telah menembakkan rudal canggih ke arah kapal perang AS. Ancaman tersebut menyusul pengumuman Iran pada hari Minggu yang berencana menetapkan zona terlarang baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari atau minggu mendatang.

Turut mendukung harga, lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz melambat pada awal pekan dengan jumlah kapal tercatat sebanyak tujuh kapal pada hari Senin, dibandingkan dengan delapan kapal pada hari sebelumnya, ungkap data terbaru pelacakan kapal Kpler yang dirilis hari Selasa.

Dukungan lainnya datang dari Goldman Sachs yang pada hari Senin memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak hingga $120 per barel jika serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz terus berlanjut. Angka proyeksi tersebut menjadi level tertinggi harga minyak sejak dimulainya konflik Iran pada bulan Februari lalu.

Sementara itu, UEA sedang mengembangkan jalur alternatif untuk ekspor energi dan perdagangan guna memastikan kegiatan tersebut tidak terdampak oleh perang antara AS dan Iran, kata penasihat kepresidenan Anwar Gargash pada hari Senin. Gargash mengatakan saat ini UEA sedang memperluas kapasitas pelabuhan di pesisir timurnya serta membangun jaringan pipa, jalur kereta api, dan rute perdagangan untuk menciptakan koridor alternatif.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3.6%

3.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788