Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Melemah Terbatas, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Waspadai Ketegangan Timur Tengah
USDJPY Melemah Terbatas, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Waspadai Ketegangan Timur Tengah
Tuesday, 14 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1384

0.04%

GBPUSD

1.3355

0.00%

AUDUSD

0.6921

-0.01%

NZDUSD

0.5749

0.49%

USDJPY

162.42

-0.02%

USDCHF

0.8146

-0.05%

USDCAD

1.4150

-0.05%

GOLDUD

4001.64

0.18%

USD/IDR

18,126

0.00%

Fokus:

  1. Investor menunggu rilis data inflasi AS dan kesaksian Ketua The Fed sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga selanjutnya.
  2. Eskalasi konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak tetap menopang Dolar AS sekaligus membatasi penguatan yen Jepang.


USDJPY
Selasa, 14 Juli 2026
- bergerak melemah ke kisaran 162,39 pada perdagangan pagi ini setelah mengalami penguatan signifikan pada sesi sebelumnya. Koreksi ini terjadi seiring pelaku pasar mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat dan kesaksian Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di Kongres. Meskipun demikian, pasangan mata uang ini masih diperdagangkan tidak jauh dari level tertinggi dalam beberapa dekade sehingga perhatian pasar tetap tertuju pada potensi intervensi otoritas Jepang untuk menstabilkan nilai tukar yen.

Dukungan terhadap yen juga datang dari pernyataan Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, yang menyebut bahwa perubahan alokasi aset pada Government Pension Investment Fund (GPIF) dapat dipertimbangkan apabila kondisi investasi berubah secara signifikan. Sementara itu, penguatan Dolar AS untuk sementara tertahan karena investor memilih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter The Fed melalui data inflasi dan pernyataan pejabat bank sentral.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang menopang permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, disusul operasi militer AS yang berlanjut untuk malam ketiga berturut-turut. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut, sementara dua kapal tanker Uni Emirat Arab dilaporkan terkena rudal jelajah Iran di sekitar Selat Hormuz.

Eskalasi konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak mentah. Bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, kondisi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap yen. Di saat yang sama, kenaikan harga minyak juga memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, sehingga selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Jepang tetap lebar meskipun Bank of Japan telah menaikkan suku bunga acuannya. Faktor-faktor tersebut diperkirakan masih menjadi penopang utama bagi USDJPY dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 161,90, sementara resistance di area 162,60.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 1,1388 pada perdagangan hari ini, didukung oleh pelemahan terbatas Dolar AS menjelang rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat bulan Juni. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menunggu data tersebut karena hasilnya diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi mereda sehingga dapat menekan Dolar AS dan membuka ruang bagi penguatan euro.

Di sisi lain, potensi penguatan EURUSD masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kembali penerapan blokade terhadap lalu lintas maritim Iran serta tarif 20% untuk seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz, diikuti dengan berlanjutnya operasi militer AS terhadap sejumlah wilayah strategis Iran. Sebagai respons, Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab. Eskalasi konflik tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS sehingga dapat membatasi kenaikan EURUSD dalam jangka pendek. Support EURUSD berada di area 1,1355, sementara resistance di area 1,1415.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak mendatar di kisaran 1,3355 pada perdagangan pagi ini seiring pelaku pasar memilih menunggu rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat bulan Juni. Pergerakan pasangan mata uang ini masih relatif terbatas karena investor menilai data inflasi tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, tekanan terhadap Dolar AS dapat meningkat dan memberikan ruang bagi penguatan poundsterling.

Di sisi lain, potensi kenaikan GBPUSD masih dibatasi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kembali blokade laut terhadap Iran dan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dengan pemberlakuan biaya tertentu, sementara militer AS melanjutkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa kerja sama dengan pihak yang dianggap sebagai musuh di Selat Hormuz dapat menunda pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut dan memicu krisis energi global. Meski demikian, ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) masih berpeluang menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi tetap terkendali turut memberikan dukungan terhadap poundsterling. Support GBPUSD berada di area 1,3320, sementara resistance di area 1,3395.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,6920 pada perdagangan pagi ini seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat bulan Juni yang diperkirakan akan menjadi acuan penting dalam menilai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi memperkuat Dolar AS dan memberikan tekanan tambahan terhadap dolar Australia.

Sentimen negatif bagi AUD turut dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran, menyusul kebijakan Presiden Donald Trump yang memberlakukan kembali blokade terhadap Iran di Selat Hormuz. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan bahwa dua kapal tanker nasional menjadi sasaran rudal jelajah Iran di perairan dekat Selat Hormuz. Meski demikian, prospek kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga akibat tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda dapat membantu membatasi pelemahan AUD dalam jangka pendek. Support AUDUSD berada di area 0,6890, sementara resistance di area 0,6955.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,5777 pada perdagangan pagi ini setelah mendapat dukungan dari pernyataan bernada hawkish Kepala Ekonom Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Paul Conway. Ia menilai inflasi di Selandia Baru berpotensi turun lebih lambat dari perkiraan, sehingga membuka peluang pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Ekspektasi pasar terhadap tambahan kenaikan suku bunga dalam satu tahun ke depan turut meningkatkan daya tarik Dolar Selandia Baru meskipun Dolar AS masih bertahan relatif kuat.

Di sisi lain, penguatan NZDUSD masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menopang permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran, sementara Iran mengklaim telah menyerang fasilitas militer AS di Kuwait dan menyerang dua kapal tanker Uni Emirat Arab di sekitar Selat Hormuz. Eskalasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi CPI AS serta kesaksian Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan Dolar AS dan NZDUSD selanjutnya. Support NZDUSD berada di area 0,5750, sementara resistance di area 0,5805.

USDCHF - pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,8142 pada perdagangan pagi ini seiring Dolar AS kehilangan momentum setelah menguat selama dua hari berturut-turut. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat dan kesaksian Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. 

Di sisi lain, pelemahan USD diperkirakan masih terbatas karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terus menopang permintaan terhadap aset safe haven. Serangan terbaru militer AS terhadap target di Iran serta meningkatnya risiko gangguan di Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September kini meningkat menjadi sekitar 51%, sehingga berpotensi membatasi pelemahan Dolar AS. Support USDCHF berada di area 0,8115, sementara resistance di area 0,8175.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,4143 pada perdagangan pagi ini, melanjutkan pelemahan yang terjadi setelah pergerakan relatif terbatas pada sesi sebelumnya. Penurunan pasangan mata uang ini didukung oleh penguatan Dolar Kanada seiring kenaikan harga minyak mentah akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat, Kanada memperoleh manfaat dari kenaikan harga minyak sehingga memberikan dukungan terhadap nilai tukar dolar Kanada.

Meski demikian, ruang pelemahan USDCAD diperkirakan masih terbatas karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz serta mengenakan biaya bagi kargo komersial yang melintasi jalur tersebut. Di sisi lain, pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat dan kesaksian Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Ekspektasi bahwa inflasi yang dipicu kenaikan harga energi dapat mendorong The Fed mempertahankan sikap hawkish juga berpotensi menopang pergerakan Dolar AS. Support USDCAD berada di area 1,4110, sementara resistance di area 1,4185.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:59am

USD

Federal Budget Balance

-120.3B

-135.8B

-292.6B

1:00am

GBP

MPC Member Pill Speaks

 

 

 

1:30pm

CHF

PPI m/m

 

-0.5%

-0.4%

3:45pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

 

 

 

7:15pm

USD

ADP Weekly Employment Change

 

 

21.0K

7:30pm

USD

Core CPI m/m

 

0.2%

0.2%

7:30pm

USD

Core CPI y/y

 

2.8%

2.9%

7:30pm

USD

CPI m/m

 

-0.1%

0.5%

7:30pm

USD

CPI y/y

 

3.8%

4.2%

9:00pm

USD

Fed Chairman Warsh Testifies

 

 

 

11:40pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788