| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1619 | -0.04% |
GBPUSD | 1.3325 | -0.14% |
AUDUSD | 0.7152 | -0.39% |
NZDUSD | 0.5844 | -0.27% |
USDJPY | 158.68 | 0.14% |
USDCHF | 0.7863 | 0.10% |
USDCAD | 1.3749 | 0.07% |
GOLDUD | 4,545.80 | -0.81% |
COFU | 101.74 | 1.62% |
USD/IDR | 17,491 | 0.00% |
Senin, 18 Mei 2026 - Mengawali pembukaan pagi ini, harga minyak terpantau masih bertahan pada tren bullish, melonjak lebih dari 2 persen dipicu oleh sinyal eskalasi ketegangan geopolitik di wilayah regional Timur Tengah pasca serangan drone di UEA dan Arab Saudi. Meski demikian, data ekonomi terbaru China yang lesu, dan ketidakpastian perundingan AS - Iran membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Kementerian luar negeri UEA menyebut insiden serangan drone yang telah memicu kebakaran di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Abu Dhabi pada hari Minggu, sebagai eskalasi berbahaya. Para pejabat UEA mengumumkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan, dan menegaskan bahwa UEA berhak menanggapi apa yang mereka sebut sebagai serangan teroris.
Masih dari Timur Tengah, Arab Saudi pada hari Minggu mengkonfirmasi telah mencegat tiga drone yang memasuki wilayah udaranya dari Irak. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Turki al-Maliki, memperingatkan Saudi akan mengambil dan menerapkan semua tindakan yang diperlukan untuk merespons, pada waktu dan tempat yang tepat.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China melambat pada bulan April karena produksi dan penjualan ritel jauh di bawah ekspektasi. Data yang dirilis hari Senin oleh Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan produksi pabrik bulan April tumbuh 4,1% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan kenaikan 5,7% pada bulan Maret dan perkiraan survei Reuters untuk pertumbuhan 5,9%. Angka pertumbuhan itu merupakan yang paling lambat sejak Juli 2023.
Turut membebani harga, Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden China Xi Jinping telah setuju Teheran harus membuka kembali Selat Hormuz, meskipun China tidak memberikan indikasi akan ikut campur. Selain itu, Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa dengan para penasihat keamanan nasional utamanya untuk membahas opsi tindakan militer terkait Iran, lapor Axios, mengutip dua pejabat AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $106 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $101 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - NY Fed Services Activity Index |
|
| -14 |
21:00 | USA - NAHB Housing Market Index |
| 34 | 34 |