Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Ancaman Isolasi Ekonomi AS Terhadap Iran
Minyak Menguat Dipicu Ancaman Isolasi Ekonomi AS Terhadap Iran
Friday, 21 August 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1678

0.10%

GBPUSD

1.3629

0.11%

AUDUSD

0.7113

0.27%

NZDUSD

0.5942

0.40%

USDJPY

159.04

0.57%

USDCHF

0.7999

-0.06%

USDCAD

1.3790

-0.12%

GOLDUD

4,519.54

0.27%

COFU

86.27

0.39%

USD/IDR

17,839

-0.36%

Fokus Crude Oil:

  • Menteri Keuangan AS ancam jatuhkan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran, dan serukan negara-negara lain untuk turut serta.
  • Pemerintah Yaman telah melancarkan 81 operasi militer terhadap kelompok Houthi dalam waktu 24 jam terakhir.

************************************************************

Jumat, 21 Agustus 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh ancaman isolasi ekonomi AS terhadap Iran. Selain itu, situasi di jalur Hormuz dan Laut Merah, serta sinyal eskalasi konflik regional di Yaman turut menjadi katalis positif bagi harga.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Kamis menyatakan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran, yang mencakup perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bessent juga menyerukan negara-negara lain, termasuk China, untuk turut serta dalam upaya isolasi ekonomi Teheran tersebut.

Turut mendukung harga, data terbaru pelacakan kapal Kpler menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz pada hari Kamis sebanyak tujuh kapal, hanya separuh dari jumlah hari sebelumnya. Sementara di Selat Bab el-Mandeb, total 23 kapal komoditas melintasi selat tersebut pada hari Kamis, dibandingkan dengan 34 kapal pada masing-masing dua hari sebelumnya, ungkap Kpler.

Dukungan lainnya datang dari sinyal eskalasi konflik regional di Yaman. Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Kolonel Majed Al-Nazili, pada hari Kamis mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah melancarkan 81 operasi militer terhadap kelompok Houthi dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, kelompok Houthi Yaman pada hari Kamis mengklaim telah melancarkan dua serangan drone terhadap Arab Saudi, yang menargetkan bandara Najran serta fasilitas Aramco di Najran, ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $89 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash

 

53.9

53.9

20:45

USA - S&P Global Services PMI Flash

 

54

54.6

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788