| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06080 | 0.26% |
GBPUSD | 1.27760 | 0.16% |
AUDUSD | 0.62490 | 0.48% |
NZDUSD | 0.56440 | 0.43% |
USDJPY | 149.570 | 0.40% |
USDCHF | 0.89080 | -0.30% |
USDCAD | 1.44040 | -0.16% |
GOLDUD | 2,917.880 | -0.49% |
COFU | 68.08 | -0.43% |
USD/IDR | 16,439 | -0.01% |
Rabu, 05 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak tertekan dibebani oleh sejumlah sentimen antara lain pesimisme pertumbuhan ekonomi China dan sinyal peningkatan pasokan dari Venezuela serta Kazakhstan yang berpotensi memicu meningkatnya pasokan minyak di pasar global.
China mempertahankan target pertumbuhan ekonominya untuk tahun ini tidak berubah pada sekitar 5%, dan target defisit anggaran sebesar 4% dari PDB pada tahun 2025, naik dari 3% pada tahun 2024, ungkap dokumen resmi yang disiapkan untuk pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) tanggal 5 Maret. Berita tersebut memicu pesimisme akan sulit tercapainya target pertumbuhan China di tengah berlangsungnya perang tarif dagang dengan AS.
Turut membebani harga, ekspor rata-rata minyak mentah dan bahan bakar Venezuela mencapai 934.465 bph pada bulan Februari, yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak November, ungkap data terbaru pemantauan kapal. Tren kenaikan tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut, terlebih menyusul keputusan Departemen Keuangan AS yang pada hari Selasa memerintahkan penghentian kegiatan Chevron di Venezuela dalam 30 hari ke depan.
Sentimen negatif lainnya datang dari rencana Kazakhstan untuk meningkatkan ekspor minyak melalui rute ekspor utamanya, jalur pipa CPC, sebesar 12% menjadi 6,7 juta ton, ujar Kementerian Energi Kazakhstan pada hari Selasa. Berita tersebut mengisyaratkan potensi pasokan berlebih di pasar di tengah rencana OPEC+ untuk meningkatkan output mulai bulan April sesuai kesepakatan awal.
Sementara itu, grup industri API melaporkan stok minyak mentah turun sebesar 1,46 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Februari. Stok bensin dilaporkan turun sebesar 1,25 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:45 | USA - S&P Global Composite PMI Final |
| 50.4 | 52.7 |
21:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 49.7 | 52.9 |
22:00 | USA - ISM Services PMI |
| 52.6 | 52.8 |
22:00 | USA - Factory Orders MoM |
| 1.6% | -0.9% |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -0.29M | -2.332M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| 0.13M | 0.369M |