| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1611 | -0.12% |
GBPUSD | 1.3207 | -0.24% |
AUDUSD | 0.6585 | -0.23% |
NZDUSD | 0.5771 | -0.14% |
USDJPY | 152.45 | 0.32% |
USDCHF | 0.7993 | 0.16% |
USDCAD | 1.3938 | -0.04% |
GOLDUD | 3,950.26 | -0.85% |
COFU | 60.39 | -0.31% |
USD/IDR | 16,610 | 0.10% |
Kamis, 30 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish jelang pertemuan antara Trump dan Xi. Isyarat dari beberapa produsen minyak terbesar untuk meningkatkan output dan ekspektasi akan menyusutnya aktivitas pabrik di China menjadi katalis yang membebani harga.
Perusahaan-perusahaan minyak terbesar dunia, termasuk Exxon, Chevron, Shell, Bp, dan totalEnergies, kemungkinan akan meningkatkan produksi sebesar 3,9% tahun ini dan 4,7% pada tahun 2026, ungkap perkiraan analis yang dikutip oleh Bloomberg pada hari Rabu. Peningkatan produksi yang dilakukan oleh raksasa minyak global ini di tengah rencana OPEC untuk meningkatkan produksi memicu kekhawatiran akan turut menambah kelebihan pasokan di pasar dalam jangka pendek.
Turut membebani harga, aktivitas pabrik Tiongkok kemungkinan menyusut untuk bulan ketujuh pada bulan Oktober, ungkap hasil jajak pendapat Reuters terhadap 28 ekonom yang memperkirakan PMI resmi akan turun menjadi 49,6 dari 49,8 pada bulan September. Data resmi tersebut akan dirilis pada hari Jumat.
Sementara itu, fokus utama lainnya tertuju pada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari ini di Busan, Korea Selatan, yang diharapakan dapat meredakan ketegangan perdagangan yang menghambat prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar. Trump pada hari Rabu berharap dapat mengurangi tarif AS atas barang-barang Tiongkok sebagai imbalan jika Beijing dapat berkomitmen untuk mengekang aliran bahan kimia prekursor untuk membuat obat fentanil. Di hari yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun mengatakan bahwa Beijing bersedia bekerja sama untuk hasil yang positif.
Dukungan lainnya datang dari laporan yang dirilis pada Rabu malam oleh EIA yang menunjukkan stok minyak mentah merosot turun sebesar 6,86 juta barel, jauh melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 200.000 barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 5,94 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1,9 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:55 | USA - Fed Bowman Speech |
|
|
|