| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09120 | -0.12% |
GBPUSD | 1.29850 | 0.22% |
AUDUSD | 0.63370 | -0.44% |
NZDUSD | 0.58240 | -0.62% |
USDJPY | 148.860 | -0.46% |
USDCHF | 0.87720 | 0.08% |
USDCAD | 1.43140 | 0.08% |
GOLDUD | 3,047.280 | 0.29% |
COFU | 67.03 | 0.28% |
USD/IDR | 16,524 | -0.30% |
Kamis, 20 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau menguat dipicu oleh sinyal eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu kestabilan pasokan minyak dari wilayah tersebut. Meski demikian, ekspektasi akan segera berakhirnya perang Ukraina, dan laporan stok terbaru EIA membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Militer Israel pada hari Rabu mengatakan bahwa pasukannya telah memulai operasi darat di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan, untuk memperluas kendali Israel atas Koridor Netzarim, yang bertujuan menciptakan zona penyangga parsial antara utara dan selatan daerah kantong itu. Kelompok Hamas menuduh bahwa tindakan Israel tersebut telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati sejak bulan Januari.
Masih dari Timur Tengah, serangan terbaru yang dilancarkan AS pada hari Rabu menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa, sebagai tanggapan atas serangan Houthi yang pada hari Selasa menembakkan rudal balistik ke Israel. Pasca serangan AS tersebut, kelompok Houthi mengancam akan meningkatkan serangan mereka, termasuk terhadap Israel.
Sementara itu, pasca pembicaraan via telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Rabu menyepakati untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, dan akan dapat segera dilakukan. Di hari yang sama, utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengatakan Rusia dan AS, dijadwalkan akan bertemu kembali untuk membahas kesepakatan gencatan senjata permanen, yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi pada hari Minggu. Berita tersebut memicu harapan akan segera berakhirnya perang Ukraina.
Di sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah mengalami kenaikan sebesar 1,75 juta barel untuk pekan yang berakhir 14 Maret, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,1 juta barel. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 527 ribu barel, lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 2 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 224K | 220K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1890K | 1870K |
19:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| 8.5 | 18.1 |
21:00 | USA - Existing Home Sales |
| 3.95M | 4.08M |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| -0.2% | -0.3% |