| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1584 | -0.37% |
GBPUSD | 1.3154 | -0.14% |
AUDUSD | 0.6495 | 0.42% |
NZDUSD | 0.5620 | 0.21% |
USDJPY | 153.76 | 0.12% |
USDCHF | 0.8043 | 0.36% |
USDCAD | 1.4044 | -0.13% |
GOLDUD | 4,005.67 | 1.19% |
COFU | 59.87 | 0.45% |
USD/IDR | 16,699 | 0.00% |
Senin, 10 November 2025 - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sinyal pembukaan kembali pemerintahan AS pasca penutupan selama 40 hari. Selain itu, isyarat meredanya ketegangan dagang antara AS dengan China juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Senat AS pada hari Minggu mengatakan siap untuk melanjutkan langkah yang bertujuan untuk membuka kembali pemerintah federal dan mengakhiri penutupan selama 40 hari, dengan mengadakan pemungutan suara pada Minggu malam terkait RUU alokasi anggaran untuk diamandemen. Pembukaan kembali pemerintah AS itu meningkatkan harapan akan pemulihan aktivitas ekonomi, termasuk sektor perjalanan udara, yang sekaligus menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Turut mendukung harga, Kementerian Perdagangan China pada hari Minggu mengumumkan penangguhan larangan persetujuan ekspor barang dwifungsi terkait galium, germanium, antimoni, dan material superkeras ke AS, yang berlaku mulai Minggu hingga 27 November 2026. Pengumuman Kementerian tersebut menjadi sinyal positif yang mengisyaratkan meredanya ketegangan dagang antara AS dengan China.
Dukungan lainnya datang dari laporan terbaru yang dirilis perusahaan jasa energi Baker Hughes untuk jumlah rig minyak dan gas alam di AS yang menunjukkan peningkatan sebanyak 2 rig menjadi 548 di penutupan pekan yang berakhir 7 November. Meskipun ada peningkatan, namun jumlah rig secara total masih turun 37 rig, atau 6% di bawah periode yang sama tahun lalu. Laporan Baker Hughes tersebut mengindikasikan produksi minyak dan gas alam AS masih akan lebih rendah dari tahun lalu.
Sementara itu, pasca pembicaraan dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, Presiden AS Donald Trump memberikan pembebasan sanksi AS selama satu tahun kepada Hongaria terkait penggunaan energi Rusia, ungkap seorang pejabat Gedung Putih pada hari Jumat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
- | N/A |
|
|
|