Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Melaju Bullish Dipicu Rencana China Cabut Subsidi Energi Bersih
Minyak Melaju Bullish Dipicu Rencana China Cabut Subsidi Energi Bersih
Monday, 10 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.03180

-0.35%

GBPUSD

1.24010

-0.30%

AUDUSD

0.62680

-0.57%

NZDUSD

0.56510

-0.39%

USDJPY

151.710

0.28%

USDCHF

0.91020

0.18%

USDCAD

1.43220

0.38%

GOLDUD

2,861.840

0.52%

COFU

71.00

0.70%

USD/IDR

16,279

0.25%

Fokus Crude Oil:

  • China berencana mencabut subsidi energi bersih pasca lonjakan pemasangan tenaga surya dan angin.
  • Trump mengatakan AS sedang membuat kemajuan dalam pembicaraan dengan Rusia untuk mengakhiri konflik Ukraina.

***********************************************************

Senin, 10 Februari 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari rencana China mencabut subsidi energi bersih dan isyarat pelarangan ekspor bensin Rusia selama sebulan. Meski demikian, sinyal optimis meredanya konflik Ukraina dan eskalasi perang tarif baru Trump membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Badan perencanaan ekonomi utama China pada hari Minggu mengatakan bahwa mereka mengambil langkah-langkah untuk mengurangi subsidi bagi proyek-proyek energi terbarukan setelah lonjakan pemasangan tenaga surya dan angin pada tahun 2024. Perubahaan kebijakan energi bersih tersebut berpotensi mendorong peralihan penggunaan kembali ke energi berbasis fosil, termasuk minyak mentah, di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Turut mendukung harga, wakil kepala Layanan Antimonopoli Federal Rusia, Vitaly Korolyov, mengatakan bahwa Rusia kemungkinan akan memberlakukan larangan ekspor bensin selama satu bulan terhadap perusahaan minyak besar untuk menstabilkan harga bensin grosir dan memastikan pasokan domestik tercukupi, kutip kantor berita negara TASS pada hari Jumat.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu menyatakan optimis bahwa AS sedang membuat kemajuan dalam pembicaraannya untuk mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina, namun ia menolak untuk memberikan rincian mengenai komunikasi apa pun yang telah dilakukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Selain itu, Trump pada Jumat lalu mengisyaratkan kemungkinan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy minggu berikutnya untuk membahas penghentian konflik tersebut.

Masih dari AS, dalam eskalasi perdagangan terbarunya, Trump pada hari Minggu mengumumkan akan mengenakan tarif baru sebesar 25% pada semua impor baja dan aluminium ke AS, di atas bea masuk logam yang ada, yang rencananya akan diumumkan pada hari Senin. Selain itu, Trump juga berencana mengumumkan tarif timbal balik pada hari Selasa atau Rabu, yang akan berlaku segera, menerapkannya ke semua negara dan menyamakan tarif yang dikenakan oleh masing-masing negara.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

23:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3.1%

3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788