| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1763 | 0.12% |
GBPUSD | 1.3544 | 0.20% |
AUDUSD | 0.6591 | 0.18% |
NZDUSD | 0.5938 | 0.19% |
USDJPY | 147.46 | -0.21% |
USDCHF | 0.7931 | -0.14% |
USDCAD | 1.3802 | -0.06% |
GOLDUD | 3,636.15 | 0.48% |
COFU | 62.43 | 0.18% |
USD/IDR | 16,435 | 0.00% |
Selasa, 09 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bullish didukung oleh potensi mengetatnya pasokan Rusia dan sinyal eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan terbaru yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza dan Suriah. Meski demikian, keputusan Aramco untuk memangkas turun OSP bulan Oktober membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Utusan Uni Eropa, David O'Sullivan, yang berada di Washington bersama tim ahli guna membahas sanksi lebih lanjut terhadap Rusia secara terkoordinasi untuk pertama kalinya dengan AS sejak Trump kembali menjabat, kata Komisi Eropa pada hari Senin. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin malam mengatakan telah bertemu dengan O'Sullivan dan membahas semua opsi tersedia sebagai bagian dari strategi Trump untuk mendukung negosiasi perdamaian di Ukraina. Penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia berpotensi memperketat pasokan minyak Moskow ke pasar global.
Dukungan lainnya datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang pada hari Senin menginstruksikan penduduk Kota Gaza untuk segera pergi setelah memperingatkan bahwa mereka akan meningkatkan serangan udara dan operasi darat di Jalur Gaza, jika Hamas tidak membebaskan sandera terakhir yang ditahannya dan menyerah. Sementara Hamas sedang mempelajari proposal gencatan senjata terbaru AS, yang disampaikan pada hari Minggu oleh Presiden Donald Trump, dan disebut sebagai kesempatan terakhir yang diberikan Trump terhadap kelompok tersebut.
Turut menambah ancaman eskalasi perang di Timur Tengah, Israel dilaporkan melancarkan serangan di sekitar kota Homs di pusat Suriah, kota pesisir Latakia, dan kota bersejarah Palmyra, kata media pemerintah Suriah pada hari Senin. Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan Israel tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan stabilitas regionalnya.
Sementara itu, produsen minyak negara Saudi Aramco menurunkan harga minyak mentah unggulannya, Arab Light, untuk pengiriman pada bulan Oktober ke pasar Asia sebesar US$1 per barel, ungkap Bloomberg. Selain itu, Aramco juga memangkas harga semua jenis minyak mentahnya ke Eropa sebesar 80 sen AS per barel, dan menurunkan sebagian besar barel yang ditetapkan untuk AS. Keputusan Aramco tersebut menjadi katalis yang menekan harga minyak karena mengindikasikan kondisi permintaan pasar yang mungkin mulai mereda seiring dengan potensi pasokan tambahan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 101 | 100.3 |