Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Melaju Bullish Dipicu Potensi Sanksi Bersama AS - UE Terhadap Rusia
Minyak Melaju Bullish Dipicu Potensi Sanksi Bersama AS - UE Terhadap Rusia
Tuesday, 09 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1763

0.12%

GBPUSD

1.3544

0.20%

AUDUSD

0.6591

0.18%

NZDUSD

0.5938

0.19%

USDJPY

147.46

-0.21%

USDCHF

0.7931

-0.14%

USDCAD

1.3802

-0.06%

GOLDUD

3,636.15

0.48%

COFU

62.43

0.18%

USD/IDR

16,435

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Uni Eropa bertemu AS untuk membahas sanksi terkoordinasi pertama terhadap Rusia sejak Trump kembali menjabat.
  • Israel peringatkan akan tingkatkan serangan di Jalur Gaza, warga Kota Gaza diinstruksikan untuk segera pergi.

************************************************************

Selasa, 09 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bullish didukung oleh potensi mengetatnya pasokan Rusia dan sinyal eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan terbaru yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza dan Suriah. Meski demikian, keputusan Aramco untuk memangkas turun OSP bulan Oktober membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Utusan Uni Eropa, David O'Sullivan, yang berada di Washington bersama tim ahli guna membahas sanksi lebih lanjut terhadap Rusia secara terkoordinasi untuk pertama kalinya dengan AS sejak Trump kembali menjabat, kata Komisi Eropa pada hari Senin. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin malam mengatakan telah bertemu dengan O'Sullivan dan membahas semua opsi tersedia sebagai bagian dari strategi Trump untuk mendukung negosiasi perdamaian di Ukraina. Penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia berpotensi memperketat pasokan minyak Moskow ke pasar global.

Dukungan lainnya datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang pada hari Senin menginstruksikan penduduk Kota Gaza untuk segera pergi setelah memperingatkan bahwa mereka akan meningkatkan serangan udara dan operasi darat di Jalur Gaza, jika Hamas tidak membebaskan sandera terakhir yang ditahannya dan menyerah. Sementara Hamas sedang mempelajari proposal gencatan senjata terbaru AS, yang disampaikan pada hari Minggu oleh Presiden Donald Trump, dan disebut sebagai kesempatan terakhir yang diberikan Trump terhadap kelompok tersebut.

Turut menambah ancaman eskalasi perang di Timur Tengah, Israel dilaporkan melancarkan serangan di sekitar kota Homs di pusat Suriah, kota pesisir Latakia, dan kota bersejarah Palmyra, kata media pemerintah Suriah pada hari Senin. Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan Israel tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan stabilitas regionalnya.

Sementara itu, produsen minyak negara Saudi Aramco menurunkan harga minyak mentah unggulannya, Arab Light, untuk pengiriman pada bulan Oktober ke pasar Asia sebesar US$1 per barel, ungkap Bloomberg. Selain itu, Aramco juga memangkas harga semua jenis minyak mentahnya ke Eropa sebesar 80 sen AS per barel, dan menurunkan sebagian besar barel yang ditetapkan untuk AS. Keputusan Aramco tersebut menjadi katalis yang menekan harga minyak karena mengindikasikan kondisi permintaan pasar yang mungkin mulai mereda seiring dengan potensi pasokan tambahan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

101

100.3

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788