| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1398 | 0.04% |
GBPUSD | 1.3374 | 0.06% |
AUDUSD | 0.7001 | 0.07% |
NZDUSD | 0.5827 | 0.05% |
USDJPY | 163.18 | -0.01% |
USDCHF | 0.8125 | 0.06% |
USDCAD | 1.4110 | -0.04% |
GOLDUD | 4,078.67 | 1.04% |
COFU | 84.69 | 0.99% |
USD/IDR | 17,904 | 0.00% |
Rabu, 22 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau melaju bullish menembus level di atas $85 per barel. Sentimen utama yang mendukung laju positif harga minyak masih terfokus pada eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, dan mulai meluas hingga jalur Laut Merah.
Komando Pusat AS mengatakan telah melakukan serangan malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran pada Rabu pagi, dengan target termasuk hanggar pesawat dan tempat penyimpanan drone. Serangan militer AS itu terjadi pasca Iran dilaporkan menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada hari Selasa, dan juga menargetkan sekutu AS di kawasan regional. Secara terpisah di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menolak untuk bertemu pihak Iran, dan mengisyaratkan bahwa pasukan AS akan segera menargetkan daerah dekat Gunung Pickaxe, dekat salah satu lokasi pengayaan uranium utama Iran.
Dari Laut Merah dilaporkan bahwa dua kapal tanker minyak yang mengangkut minyak mentah Saudi ke China berbalik arah menuju Terusan Suez pada hari Selasa, alih-alih berlayar di sepanjang pantai Yaman melalui Selat Bab el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah dengan Asia. Perubahan rute tersebut menyusul ancaman kelompok Houthi pada hari Senin yang memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak memuat atau membongkar kargo di pelabuhan Arab Saudi. Selain itu, perubahan rute ini dapat memicu gangguan baru pada jalur pelayaran energi global, di tengah penutupan Selat Hormuz, yang telah mengurangi pasokan minyak global.
Dukungan lainnya datang dari ekspor minyak mentah dari Arab Saudi yang dilaporkan turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan Mei ke rekor terendah, seiring dengan eskalasi konflik AS-Iran yang mengganggu pengiriman di seluruh Teluk, ungkap Joint Organizations Data Initiative (JODI) pada hari Selasa. Ekspor Saudi turun menjadi sekitar 3,43 juta bph pada bulan Mei, dari 3,99 juta bph pada bulan April.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS melonjak naik sebesar 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,5 juta barel. Kenaikan stok tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $83 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -1.5M | -1.693M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -1.533M |