Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Terangkat Seiring Memudarnya Harapan Damai Perang Iran
Minyak Kembali Terangkat Seiring Memudarnya Harapan Damai Perang Iran
Thursday, 26 March 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1558

-0.01%

GBPUSD

1.3365

-0.07%

AUDUSD

0.6950

-0.19%

NZDUSD

0.5805

-0.12%

USDJPY

159.46

0.02%

USDCHF

0.7908

0.15%

USDCAD

1.3810

0.09%

GOLDUD

4,521.85

0.27%

COFU

91.38

0.15%

USD/IDR

16,900

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Iran tegaskan belum terlibat dalam pembicaraan dengan AS, dan tidak berencana melakukan negosiasi apa pun.
  • Serangan drone Ukraina telah melumpuhkan setidaknya 40% kapasitas ekspor minyak Rusia, ungkap perhitungan Reuters.

************************************************************

Kamis, 26 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh memudarnya harapan akan gencatan senjata untuk mengakhiri perang Iran pasca penegasan dari Teheran untuk menolak bernegosiasi dengan AS. Selain itu, gangguan pasokan terutama di Rusia dan Irak juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Rabu menegaskan bahwa Tehran belum terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang, dan tidak berencana untuk melakukan negosiasi apa pun dengan AS. Selain itu, menanggapi proposal 15 poin Trump yang disampaikan melalui Pakistan, Araghchi mengatakan bahwa pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS.

Dukungan lainnya datang dari data perhitungan terbaru Reuters yang menunjukkan setidaknya 40% kapasitas ekspor minyak Rusia atau sekitar 2 juta bph ditutup pada hari Rabu setelah serangan drone terbaru Ukraina terhadap fasilitas ekspor Rusia, termasuk pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam, pelabuhan Primorsk dan Ust-Luga di Laut Baltik, serta jalur pipa Druzhba, yang melewati Ukraina menuju Hongaria dan Slovakia.

Menambah kekhawatiran di sisi pasokan, produksi minyak Irak telah merosot dan tangki penyimpanan mencapai tingkat tinggi akibat eskalasi perang Iran yang terus berlanjut membuat produsen terbesar kedua OPEC itu tidak dapat mengekspor minyak melalui Selat Hormuz, ungkap tiga pejabat energi pada hari Rabu. Produksi dari ladang minyak utama Irak selatan telah turun lebih lanjut sekitar 80% menjadi sekitar 800.000 bph, tambah para pejabat tersebut.

Sementara itu, dalam laporan terbaru yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat sebesar 6,93 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Maret, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 500,000 barel dan sekaligus menandai peningkatan mingguan kelima berturut-turut. Laporan stok EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Turut membebani harga, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada hari Rabu mendesak IEA untuk bersiap melakukan pelepasan cadangan minyak tambahan jika diperlukan. Seluruh negara anggota IEA pada dua minggu lalu telah melakukan pelepasan cadangan darurat terkoordinasi sebesar lebih dari 400 juta barel.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $94 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $89 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

210K

205K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1860K

1857K

22:00

USA - Kansas Fed Manufacturing Index

 

2

10

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788