Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Menguat Dipicu Ancaman Terbaru Trump Terhadap Teheran
Minyak Kembali Menguat Dipicu Ancaman Terbaru Trump Terhadap Teheran
Tuesday, 07 April 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1541

-0.10%

GBPUSD

1.3238

-0.13%

AUDUSD

0.6916

-0.14%

NZDUSD

0.5714

-0.32%

USDJPY

159.69

0.11%

USDCHF

0.7981

0.19%

USDCAD

1.3910

0.10%

GOLDUD

4,661.75

-0.30%

COFU

112.62

2.36%

USD/IDR

17,032

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump ancam akan targetkan infrastruktur sipil di Iran, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada hari Selasa.
  • Iran hanya akan menghentikan perang dengan jaminan tidak akan diserang lagi, kata kepala misi diplomatik Teheran.

************************************************************

Selasa, 07 April 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh beragam sentimen positif terutama dari potensi eskalasi lebih lanjut perang Iran dan meredupnya harapan tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengancam akan menyerang infrastruktur sipil di Teheran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum tenggat waktu yang disampaikan sebelumnya yaitu hari Selasa pukul 8:00 malam ET. Ancaman Trump tersebut mengisyaratkan bahwa AS masih sangat bergantung pada minyak yang melewati Selat Hormuz, dan sekaligus mengindikasikan potensi tetap memanasnya konflik di wilayah Timur Tengah.

Sinyal eskalasi lebih lanjut perang Iran juga datang dari pernyataan sikap Teheran yang menolak gencatan senjata 45 hari yang diusulkan oleh mediator Pakistan pada hari Senin. Kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdousi Pour, menegaskan bahwa Iran hanya akan menerima penghentian perang secara permanen, dan menolak tekanan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dukungan lainnya dari keputusan Saudi Aramco yang pada hari Senin mengumumkan kenaikan harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light ke Asia untuk pengiriman Mei, sebesar $17 per barel dari bulan sebelumnya.

Turut menambah kekhawatiran di sisi pasokan, Rusia pada hari Senin mengatakan drone Ukraina menyerang terminal Konsorsium Pipa Kaspia di Laut Hitam, yang menangani 1,5% pasokan minyak global. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur pemuatan dan tangki penyimpanan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $118 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $113 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Durable Goods Orders MoM

 

-0.5%

0%

21:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

48.1

47.5

22:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3.7%

3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788