Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Kembali Goyah Pasca Irak Ancam Tinggalkan OPEC
Minyak Kembali Goyah Pasca Irak Ancam Tinggalkan OPEC
Friday, 26 June 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1371

-0.06%

GBPUSD

1.3200

-0.03%

AUDUSD

0.6911

-0.17%

NZDUSD

0.5648

-0.07%

USDJPY

161.79

0.02%

USDCHF

0.8099

0.05%

USDCAD

1.4202

-0.05%

GOLDUD

4,030.09

-0.20%

COFU

71.44

-0.38%

USD/IDR

17,937

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Irak ancam akan mengikuti langkah UEA untuk keluar dari OPEC jika tidak diizinkan untuk meningkatkan produksi secara signifikan.
  • Saudi Aramco akan kembali melanjutkan pemuatan minyak di terminal Ras Tanura pasca terhenti selama empat bulan.

************************************************************

Jumat, 26 Juni 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari ancaman Irak untuk keluar dari aliansi OPEC, dan kembali pulihnya ekspor Aramco di pelabuhan Ras Tanura. Meski demikian, situasi di Selat Hormuz yang kembali memanas menjadi katalis yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Irak tengah mempertimbangkan untuk mengikuti langkah UEA keluar dari OPEC, jika aliansi tidak mengizinkan untuk meningkatkan produksi minyak Baghdad secara signifikan, ujar Perdana Menteri baru Irak, Ali al-Zaidi, pada hari Kamis. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran akan keseimbangan pasokan karena akan memungkinkan Irak sebagai produsen terbesar kedua di aliansi OPEC untuk meningkatkan produksi secara signifikan, terlebih setelah OPEC sebelumnya kehilangan produsen terbesar ketiga, UEA, pada bulan April.

Turut membebani harga, Saudi Aramco pada hari Jumat mengatakan akan kembali melanjutkan pemuatan minyak di terminal Ras Tanura setelah penghentian selama hampir empat bulan. Data pengiriman menunjukkan dua kapal supertanker terlihat memuat minyak mentah di terminal Teluk, sementara satu lagi menunggu di dekatnya.

Sementara itu, Organisasi Maritim Internasional PBB pada hari Kamis mengumumkan untuk menghentikan sementara operasi pengawalan kapal melalui Selat Hormuz setelah laporan sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal di dekat Oman. Dua pejabat AS menuduh serangan itu dilakukan oleh Iran. Menanggapi tuduhan tersebut, otoritas Iran mengatakan keamanan kapal yang melewati di luar rute Hormuz yang telah ditentukan tidak terjamin. Situasi tersebut kembali memicu keraguan apakah kesepakatan gencatan senjata AS - Iran akan tetap bertahan.

Dukungan lainnya datang dari dua sumber Israel yang pada hari Kamis membantah klaim dari AS yang sebelumnya mengatakan bahwa Israel telah menarik pasukannya dari zona penyangga di Lebanon Selatan. Senada dengan pernyataan Israel, seorang pejabat keamanan senior Lebanon pada hari yang sama mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya penarikan pasukan Israel sesuai klaim AS. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan membuat konflik kembali memanas, yang sekaligus dapat mempengaruhi kesepakatan damai antara AS - Iran saat ini.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Goods Trade Balance

 

$-85B

$-83.0B

19:30

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.2%

0.6%

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

50

44.8

21:00

USA - Michigan Inflation Expectations

 

4.6%

4.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788