Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Goyah Menyusul Target Peningkatan Output Irak
Minyak Goyah Menyusul Target Peningkatan Output Irak
Monday, 24 March 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08390

-0.26%

GBPUSD

1.29340

-0.38%

AUDUSD

0.62940

-0.51%

NZDUSD

0.57480

-8.35%

USDJPY

149.320

0.42%

USDCHF

0.88220

0.18%

USDCAD

1.43250

0.17%

GOLDUD

3,026.410

-0.31%

COFU

68.35

-0.51%

USD/IDR

16,494

0.01%

Fokus Crude Oil:

  • Irak berencana tingkatkan kapasitas produksi minyak di atas 6 juta bph pada tahun 2029.
  • China peringatkan meningkatnya ketidakstabilan dan ketidakpastian ekonomi di sebuah forum bisnis.

***********************************************************

Senin, 24 Maret 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari rencana peningkatan produksi Irak, dan peringatan China akan meningkatnya ketidakstabilan ekonomi. Meski demikian, eskalasi tensi geopolitik di Ukraina dan Gaza membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Irak berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak menjadi lebih dari 6 juta bph pada tahun 2029, melalui eksplorasi minyak dan aktivitas pengeboran nasional, kata Wakil Menteri perminyakan Bassem Mohamed Khodeir pada hari Minggu. Pernyataan tersebut menyusul kesepakatan Irak baru-baru ini dengan perusahaan minyak besar BP untuk membangun kembali empat ladang minyak dan gas Kirkuk. Irak yang merupakan produsen terbesar kedua OPEC+, saat ini memproduksi sekitar 4 juta bph.

Turut membebani pergerakan harga, dalam Forum Pembangunan China yang berlangsung di Beijing pada hari Minggu, Perdana Menteri Li Qiang mendesak negara-negara untuk membuka pasar mereka guna melawan risiko dan tantangan dari meningkatnya ketidakstabilan dan ketidakpastian ekonomi. Komentar Li tersebut memicu kekhawatiran akan dampak dari tarif baru AS yang telah meningkatkan ketegangan dagang dan berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Rusia melancarkan serangan udara pada Minggu malam di wilayah Zaporizhzhia, sekitar ibu kota Ukraina, yang melukai satu orang dan merusak beberapa rumah, kata Gubernur daerah Kyiv pada hari Senin. Serangan tersebut menandai serangan ketiga berturut-turut dan sekaligus terjadi setelah delegasi Ukraina bertemu dengan pejabat AS untuk perundingan damai di Arab Saudi, dan menjelang perundingan Rusia-AS pada hari Senin untuk membahas cara-cara untuk memastikan keselamatan pengiriman di Laut Hitam. Aksi saling serang antara Rusia dan Ukraina tersebut membuat harapan tercapainya kesepakatan semakin diragukan.

Dari Timur Tengah, militer Israel melancarkan serangan pada hari Minggu di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza yang menewaskan lima orang, termasuk seorang pemimpin politik Hamas. Di hari yang sama, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah barat. Berita tersebut mengisyaratkan kembali memanasnya konflik di Gaza yang berpotensi membuat kesepakatan gencatan pada bulan Januari lalu terancam batal.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Chicago Fed National Activity Index

 

0.08

-0.03

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash

 

51.9

52.7

20:45

USA - S&P Global Services PMI Flash

 

51.2

51

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788