Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Berpotensi Menguat Ditopang Memanasnya Situasi Timur Tengah
Minyak Berpotensi Menguat Ditopang Memanasnya Situasi Timur Tengah
Friday, 14 August 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1528

0.08%

GBPUSD

1.3486

0.04%

AUDUSD

0.7059

-0.01%

NZDUSD

0.5849

0.21%

USDJPY

159.49

-0.06%

USDCHF

0.8135

0.04%

USDCAD

1.3932

-0.06%

GOLDUD

4,353.40

-0.74%

COFU

81.27

-0.41%

USD/IDR

17,877

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Ukraina tawarkan ke Rusia untuk menghentikan serangan terhadap sasaran sipil di Laut Hitam.
  • AS ancam tetap berlakukan blokade terhadap Iran untuk jangka waktu tak terbatas.

************************************************************

Jumat, 14 Agustus 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau masih bergerak pada tren bearish dipicu oleh ekspektasi harapan gencatan senjata Ukraina - Rusia. Meski demikian, ancaman gangguan pasokan seiring dengan situasi di Timur Tengah yang masih terus memanas berpotensi menopang harga kembali bullish.

Ukraina telah mengirimkan tawaran kepada Rusia untuk menghentikan serangan terhadap sasaran sipil di Laut Hitam menyusul serangan yang semakin intensif terhadap kapal dan pelabuhan selama beberapa pekan terakhir, ungkap sumber. Tawaran untuk menghentikan serangan tersebut disampaikan oleh Kyiv melalui pihak ketiga, dan Ukraina masih menunggu tanggapan, tambah sumber tersebut.

Sementara itu, AS pada hari Kamis menyatakan dapat mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran untuk jangka waktu tak terbatas, dan akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran seiring macetnya perundingan gencatan senjata. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan akan mengambil langkah-langkah isolasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang akan diumumkan lebih lanjut pada pekan depan.

Dukungan lainnya datang dari berita serangan terhadap dua kapal milik perusahaan negara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis malam, demikian dilaporkan kantor berita resmi UEA, WAM. Kementerian Luar Negeri UEA merilis pernyataan pada Jumat dini hari yang menuduh serangan tersebut dilakukan oleh Iran, karena terjadi hanya beberapa hari setelah UEA melaporkan serangan serupa terhadap sebuah kapal tanker ADNOC pada hari Sabtu lalu.

Masih dari Timur Tengah, kelompok Houthi Yaman mengklaim telah menyerang kilang Aramco di Jazan, Arab Saudi, dengan dua pesawat drone pada hari Kamis, ungkap kantor berita milik Houthi, Saba. Serangan tersebut merupakan tanggapan atas pelanggaran Arab Saudi terhadap wilayah udara dan kedaulatan Yaman di provinsi Saada dan Hajjah, tambah sumber militer Houthi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

0.1%

0.2%

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

54.5

55.2

21:00

USA - Business Inventories MoM

 

0.1%

0.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788