Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Tertekan Menyusul Rencana AS Batasi Penerbangan China
Minyak Bergerak Tertekan Menyusul Rencana AS Batasi Penerbangan China
Friday, 19 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1790

-0.14%

GBPUSD

1.3556

-0.15%

AUDUSD

0.6619

-0.30%

NZDUSD

0.5965

-0.91%

USDJPY

147.86

0.17%

USDCHF

0.7902

0.40%

USDCAD

1.3790

0.10%

GOLDUD

3,642.92

-0.29%

COFU

63.28

-0.16%

USD/IDR

16,493

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Anggota parlemen AS desak Trump batasi penerbangan maskapai China hingga akses logam tanah jarang dipulihkan.
  • Putin umumkan inisiatif baru dalam upaya melindungi anggaran negara dari fluktuasi harga minyak dan sanksi Barat.

************************************************************

Jumat, 19 September 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, pergerakan harga minyak terpantau masih berada pada tren bearish yang dipicu oleh potensi eskalasi tensi antara AS dengan China, dan inisiatif terbaru Putin yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak Rusia.

Ketua komite Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk China pada hari Kamis mendesak pemerintahan Trump untuk membatasi atau menangguhkan hak pendaratan maskapai Tiongkok di AS, kecuali Beijing memulihkan akses penuh ke logam tanah jarang dan magnet. Selain itu, seorang anggota DPR John Moolenaar juga mengusulkan agar AS meninjau kebijakan pengendalian ekspor yang mengatur penjualan pesawat komersial, suku cadang, dan layanan pemeliharaan ke Tiongkok. Rencana tersebut berpotensi memicu eskalasi tensi antara dua raksasa ekonomi dunia itu.

Turut membebani harga, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis mengumumkan inisiatif aturan anggaran terbaru yang akan diimplementasikan tahun depan melalui penetapan harga batas minyak. Berdasarkan aturan baru ini pajak yang timbul ketika harga melebihi harga batas yang disepakati akan masuk ke dana cadangan fiskal, sementara sisa pendapatan digunakan untuk menutupi pengeluaran anggaran. Namun, ketika harga turun di bawah harga batas, cadangan digunakan untuk menutupi kekurangan yang diakibatkannya. Aturan anggaran baru tersebut meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak Rusia akibat fluktuasi harga minyak dan sanksi Barat.

Sementara itu, tank-tank Israel bergerak maju di sepanjang dua gerbang menuju pusat Kota Gaza pada hari Kamis yang turut menyebabkan jaringan internet dan telepon terputus selama beberapa jam, menandakan potensi eskalasi operasi darat Israel di Jalur Gaza. Secara terpisah, Israel pada hari Kamis mengatakan telah melancarkan serangan udara baru terhadap Hizbullah di Lebanon selatan untuk menghentikan kelompok tersebut membangun kembali kekuatan di wilayah tersebut.

Dukungan lainnya datang dari rencana pembangunan tembok drone di sepanjang perbatasan timur Uni Eropa, yang akan dibahas oleh para menteri pertahanan pada minggu depan, kata Komisaris Pertahanan Eropa, Andrius Kubilius, pada hari Kamis. Rencana tersebut menyusul serangan drone Rusia sebelumnya ke Polandia.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

-

N/A

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788