Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Tertekan Dipicu Proyeksi Surplus Pasokan IEA
Minyak Bergerak Tertekan Dipicu Proyeksi Surplus Pasokan IEA
Friday, 12 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1722

0.15%

GBPUSD

1.3554

0.19%

AUDUSD

0.6655

0.21%

NZDUSD

0.5963

0.25%

USDJPY

147.48

-0.24%

USDCHF

0.7966

-0.28%

USDCAD

1.3848

-0.14%

GOLDUD

3,635.90

0.46%

COFU

62.27

-0.66%

USD/IDR

16,433

0.23%

Fokus Crude Oil:

  • IEA melihat pasar minyak dunia akan mengalami surplus lebih tinggi akibat kenaikan output OPEC+.
  • Ekonomi dunia mempertahankan tren pertumbuhan yang solid pada paruh kedua tahun ini, kata OPEC.

************************************************************

Jumat, 12 September 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari IEA yang memperingatkan pasokan berlebih tahun ini yang berlanjut hingga tahun depan. Selain itu, desakan AS ke G7 untuk menerapkan tarif lebih tinggi terhadap India dan China juga menjadi katalis yang membatasi harga minyak.

Pasokan minyak dunia akan meningkat lebih pesat tahun ini dan kondisi surplus tersebut dapat meningkat pada tahun 2026 seiring dengan peningkatan produksi dari OPEC+ dan non-OPEC, kata IEA dalam laporan pasar minyak bulanan yang dirilis hari Kamis. Pertumbuhan pasokan tahun 2025 diproyeksikan akan naik menjadi 2,7 juta bph dari 2,5 juta bph, dan untuk pasokan tahun 2026 juga diproyeksikan naik menjadi 2,1 juta bph dari 1,9 juta bph.

Turut membebani harga, dalam upaya mendesak Rusia untuk menghentikan perang dengan Ukraina, AS berencana mendesak negara-negara G7 untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi terhadap India dan China atas pembelian minyak Rusia, ungkap empat sumber yang dikutip Financial Times pada hari Kamis. Para menteri keuangan dari negara-negara G7 akan membahas proposal AS untuk serangkaian langkah baru pada hari Jumat, termasuk usulan tarif yang berkisar antara 50% dan 100%, tambah sumber tersebut. Implementasi tarif itu berpotensi memicu eskalasi konflik dagang yang lebih luas.

Sementara itu, dalam laporan bulanan yang dirilis hari Kamis, OPEC optimis melihat bahwa pertumbuhan ekonomi global pada paruh pertama tahun 2025 tetap kuat, dan tren pertumbuhan yang solid akan berlanjut hingga paruh kedua nanti. Pandangan optimis tersebut juga yang mendorong kelompok aliansi itu untuk tidak mengubah proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global yang diperkirakan mencapai sebesar 1,3 juta bph tahun ini, dan sekitar 1,4 juta bph pada tahun 2026.

Dukungan lainnya datang dari sinyal eskalasi perang di Gaza yang meredupkan harapan tercapainya kesepakatan gencatan senjata di wilayah Timur Tengah tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis menandatangani perjanjian untuk melanjutkan rencana perluasan permukiman di Tepi Barat, yang sekaligus menghapus wilayah yang diperjuangkan Palestina sebagai negara.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

58

58.2

21:00

USA - Michigan Inflation Expectations

 

4.6%

4.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788