| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1224 | -0.10% |
GBPUSD | 1.3242 | -0.11% |
AUDUSD | 0.6399 | -0.20% |
NZDUSD | 0.5904 | -0.30% |
USDJPY | 145.61 | 0.39% |
USDCHF | 0.8316 | 0.10% |
USDCAD | 1.3919 | 0.09% |
GOLDUD | 3,310.10 | -0.57% |
COFU | 60.25 | -0.03% |
USD/IDR | 16,528 | -0.24% |
Jumat, 09 Mei 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi dipicu oleh melambatnya pertumbuhan ekspor China dan jelang berlangsungnya pertemuan antara AS dengan China untuk membahas terkait tarif dagang. Meski demikian, masih ada potensi koreksi bullish didukung oleh data terbaru survey output OPEC, dan eskalasi konflik antara Pakistan dan India.
Data resmi terbaru bea cukai China yang dirilis hari Jumat menunjukkan ekspor dari ekonomi terbesar kedua dunia itu pada bulan April naik menjadi 8,1% secara tahunan, namun angka tersebut melambat jauh dari lonjakan 12,4% pada bulan Maret. Arah pertumbuhan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil pertemuan antara China dan AS yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu di Swiss, yang berpotensi mengurangi pungutan tarif dan beberapa kemajuan pada kontrol ekspor.
Masih terkait tarif dagang, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari Kamis mengumumkan kesepakatan dagang bilateral terbatas yang isinya termasuk tetap memberlakukan tarif 10% Trump untuk ekspor Inggris, memperluas akses pertanian bagi kedua negara, dan menurunkan tarif impor untuk ekspor mobil Inggris menjadi 1,8% dari 5,1%. Kesepakatan tersebut merupakan yang pertama sejak Trump meluncurkan perang tarif global, dan membuat pelaku fokus menanti hasil pertemuan antara AS dengan China untuk membahas soal serupa.
Sementara itu, kelompok aliansi OPEC memproduksi 26,60 juta barel per hari pada bulan April, turun 30.000 barel per hari dari total produksi Maret, ungkap survei terbaru Reuters yang dirilis hari Kamis. Penurunan tersebut terjadi meskipun OPEC dan sekutunya sebelumnya telah sepakat untuk meningkatkan produksi mulai bulan April dan mempercepat kenaikan pada bulan Mei dan Juni.
Dukungan lainnya datang dari sinyal eskalasi konflik antara Palistan dengan India pasca pasukan militer Pakistan melancarkan serangan intens di sepanjang perbatasan barat India pada Kamis malam dan Jumat dini hari, kata militer India. Permintaan bahan bakar berpotensi meningkat seiring dengan mobilisasi militer baik di India maupun Pakistan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Fed Kugler Speech |
|
|
|
21:00 | USA - Fed Goolsbee Speech |
|
|
|
22:30 | USA - Fed Waller Speech |
|
|
|
22:30 | USA - Fed Williams Speech |
|
|
|