Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Terkonsolidasi Dipicu Tarif Terbaru Trump
Minyak Bergerak Terkonsolidasi Dipicu Tarif Terbaru Trump
Thursday, 10 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1719

0.26%

GBPUSD

1.3580

0.24%

AUDUSD

0.6534

0.24%

NZDUSD

0.5998

0.20%

USDJPY

146.30

-0.38%

USDCHF

0.7940

-0.28%

USDCAD

1.3683

-0.07%

GOLDUD

3,315.80

0.32%

COFU

68.29

-0.03%

USD/IDR

16,249

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump umumkan tarif baru sebesar 50% untuk tembaga yang akan berlaku efektif pada 1 Agustus.
  • Hamas setuju membebaskan 10 sandera sebagai bagian dari perundingan gencatan senjata Gaza.

***********************************************************

Kamis, 10 Juli 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dipicu oleh pengumuman tarif terbaru Trump yang berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi global, dan isyarat kemajuan dalam negosiasi kesepakatan gencatan senjata Gaza. Meski demikian, sanksi terbaru AS terhadap Iran menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan tarif baru sebesar 50% untuk tembaga yang akan mulai berlaku secara efektif pada 1 Agustus dengan tujuan untuk mendorong pembangunan industri domestik. Keputusan Trump tersebut memicu kekhawatiran akan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan industri global terutama di sektor pertahanan, elektronik, dan otomotif.

Turut membebani harga, kelompok Hamas pada hari Rabu mengatakan telah menyetujui untuk membebaskan 10 sandera dalam upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai gencatan senjata di Gaza. Di hari yang sama, Utusan AS Steve Witkoff menyatakan optimis bahwa kesepakatan gencatan senjata yang mencakup gencatan senjata selama 60 hari, dengan pembebasan 10 sandera hidup dan sembilan sandera meninggal, akan dapat dicapai pada akhir minggu ini.

Di sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis Rabu oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah secara tak terduga melonjak naik sebesar 7,07 juta barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Sementara itu, Departemen Keuangan AS pada hari Rabu menjatuhkan sanksi tambahan terkait Iran yang menargetkan 22 perusahaan di Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Turki karena dituduh atas peran mereka dalam membantu penjualan minyak Iran.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

235K

233K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1980K

1964K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788