Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Menguat Dipicu Serangan Terbaru Israel
Minyak Bergerak Menguat Dipicu Serangan Terbaru Israel
Tuesday, 18 March 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09110

0.10%

GBPUSD

1.29810

0.08%

AUDUSD

0.63790

0.14%

NZDUSD

0.58110

0.31%

USDJPY

149.530

-0.29%

USDCHF

0.88150

-0.19%

USDCAD

1.42990

-0.15%

GOLDUD

3,001.160

0.25%

COFU

67.28

0.65%

USD/IDR

16,394

-0.09%

Fokus Crude Oil:

  • Israel lancarkan serangkaian serangan militer di Gaza dan isyaratkan akan terus berlanjut dan diperluas selama diperlukan.
  • AS berpotensi terkena balasan tarif tinggi dari mitra dagangnya, ungkap media resmi Global Times China.

***********************************************************

Selasa, 18 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish dipicu oleh kembali memanasnya situasi di Timur Tengah pasca serangan terbaru Israel di beberapa lokasi di Gaza, serta ditambah dengan sinyal positif pertumbuhan sektor ritel China.

Militer Israel pada Selasa pagi melancarkan serangan via udara di beberapa lokasi di Gaza, termasuk Gaza utara, Kota Gaza, dan Deir al-Balah, Khan Younis, dan Rafah di Jalur Gaza tengah dan selatan, yang menewaskan sedikitnya 200 orang, kata otoritas kesehatan Palestina. Israel juga menyatakan bahwa serangan akan terus berlanjut selama diperlukan dan akan melampaui serangan udara, yang memicu kekhawatiran pasukan Israel juga akan meningkatkan serangan via darat. Situasi tersebut mengisyaratkan eskalasi ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah setelah kebuntuan selama berminggu-minggu terkait perpanjangan kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Turut mendukung pergerakan harga, sektor ritel China menunjukkan pertumbuhan positif yang memicu ekspektasi akan ikut mendorong pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Data yang dirilis pada hari Senin oleh Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan penjualan ritel, naik 4,0% pada periode Januari-Februari, lebih baik dari kenaikan 3,7% pada bulan Desember dan sekaligus menandai tingkat pertumbuhan tercepat sejak November 2024.

Sementara itu, ancaman tarif timbal balik terhadap setiap negara yang mengenakan pajak impor AS berpotensi mendapat balasan tarif tinggi dari banyak negara yang menjadi mitra dagang AS, ungkap media resmi Global Times China pada hari Selasa. Sejauh ini China telah mengenakan tarif balasan pada ekspor pertanian dan pangan AS, memberlakukan pembatasan ekspor dan investasi pada 25 perusahaan AS, menangguhkan lisensi impor kedelai dari tiga perusahaan AS, dan menghentikan impor kayu gelondongan AS.

Dari sisi pasokan, perusahaan milik negara Venezuela, PDVSA, telah menyusun tiga skenario operasional yang bertujuan untuk terus memproduksi dan mengekspor minyak dari perusahaan patungannya dengan Chevron setelah lisensi perusahaan besar AS itu berakhir bulan depan, ungkap dokumen perusahaan yang ditinjau Reuters pada hari Senin. Berdasarkan rencana yang disusun tersebut, Venezuela menargetkan produksi antara 105.000 hingga 138.000 bph minyak mentah berat Hamaca di Petropiar, setara dengan tingkat produksi dalam beberapa bulan terakhir.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Building Permits

 

1.450M

1.473M

19:30

USA - Housing Starts

 

1.38M

1.366M

19:30

USA - Export Prices MoM

 

-0.2%

1.3%

19:30

USA - Import Prices MoM

 

-0.1%

0.3%

20:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.2%

0.5%

20:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.3%

-0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788