| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1463 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3206 | -0.02% |
AUDUSD | 0.7020 | -0.16% |
NZDUSD | 0.5765 | -0.21% |
USDJPY | 161.39 | -0.19% |
USDCHF | 0.8050 | -0.02% |
USDCAD | 1.4135 | 0.06% |
GOLDUD | 4,204.63 | -0.39% |
COFU | 75.40 | 0.29% |
USD/IDR | 17,821 | 0.00% |
Jumat, 19 Juni 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari pandangan optimis OPEC akan permintaan minyak. Meski demikian, sinyal kembali pulihnya aliran pasokan melalui jalur Selat Hormuz membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Dalam Laporan Prospek Minyak Dunia terbaru yang dirilis hari Kamis, OPEC memperkirakan permintaan minyak global akan terus tumbuh dalam empat tahun ke depan, mencapai 124 Juta Barel Per Hari pada tahun 2050. Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais menambahkan bahwa kelompok aliansi produsen itu optimis permintaan akan terus tumbuh tanpa puncak yang terlihat, melihat dari perubahan kebijakan di seluruh dunia yang mendukung konsumsi minyak.
Dukungan lainnya datang dari Ukraina yang melancarkan serangan drone terbesar ke Rusia pada hari Kamis, menghantam kilang minyak Moskow yang terletak hanya 15 kilometer dari Kremlin, di distrik Kapotnya bagian tenggara, menandai serangan untuk kedua kalinya minggu ini terhadap kilang tersebut. Walikota Moskow Sergei Sobyanin mengkonfirmasi bahwa pertahanan udara menembak jatuh setidaknya 194 drone yang menuju ibu kota Rusia, dan memaksa badan penerbangan Rusia untuk menangguhkan sementara penerbangan di semua bandara utama Moskow pada hari Kamis.
Sementara itu, tiga kapal tanker super berbendera Saudi dengan muatan enam juta barel minyak mentah berlayar melalui Selat Hormuz beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang mereka, ungkap data pelacakan kapal, Kpler, pada hari Kamis. Situasi tersebut mengindikasikan kembali pulihnya aliran pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Turut membebani harga, Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed pada hari Kamis mengatakan ladang minyak negara itu siap untuk melanjutkan produksi dan kembalinya ke tingkat produksi normal akan terjadi secara bertahap hingga tingkat produksi sebelumnya dipulihkan. Di hari yang sama, Kuwait Petroleum Corp mengatakan bahwa semua pemberitahuan force majeure yang dikeluarkan selama perang akan segera dicabut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | USA - Juneteenth Federal Holiday |
|
|
|