| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1526 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3467 | -0.11% |
AUDUSD | 0.7023 | 0.01% |
NZDUSD | 0.5869 | -0.07% |
USDJPY | 159.49 | 0.76% |
USDCHF | 0.8050 | 0.24% |
USDCAD | 1.4010 | 0.05% |
GOLDUD | 4,103.36 | -0.40% |
COFU | 83.92 | -2.47% |
USD/IDR | 18,073 | 0.00% |
Jumat, 31 Juli 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau masih bergerak dalam tren bearish dipicu oleh sentimen dari rilisnya data terbaru ekonomi China yang lesu. Meski demikian, ancaman gangguan baru di jalur Terusan Suez, dan gangguan pasokan energi di Rusia dan Kazakhstan menjadi katalis positif bagi harga.
Aktivitas sektor pabrik di China secara tak terduga menyusut pada bulan Juli untuk pertama kalinya sejak Februari, karena lonjakan ekspor yang mendorong pemulihan pada kuartal kedua mulai mereda, ungkap survei terbaru dari Biro Statistik Nasional (NBS). PMI manufaktur bulan Juli turun menjadi 49,2 dari 50,3 pada bulan Juni. Untuk PMI non-manufaktur juga dilaporkan turun menjadi 49 dari 50,2 pada bulan Juni. Melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak pertama dunia itu dikhawatirkan akan turut membuat permintaan minyak ikut melesu.
Sementara itu, serangan drone yang menyebabkan kebakaran pada dua kapal pengangkut gas di pelabuhan Damietta, Mesir, memicu ancaman baru bagi jalur pelayaran yang melintasi Terusan Suez—salah satu jalur ekspor utama yang tersisa bagi minyak Arab Saudi di tengah meluasnya konflik antara AS dan Iran.
Turut mendukung harga, serangan pesawat drone memicu kebakaran di fasilitas energi dan gudang-gudang di wilayah Volgograd, Rusia, pada hari Jumat, dan menyebabkan lima orang terluka, kata Gubernur wilayah tersebut, Andrei Bocharov. Wilayah tersebut merupakan lokasi kilang minyak milik Lukoil.
Dukungan lainnya datang dari Kementerian Energi Kazakhstan yang pada Kamis malam mengumumkan penghentian kegiatan di terminal minyak utamanya di Laut Hitam, pasca serangan terhadap dua kapal di lokasi terminal pelabuhan Novorossiysk dan di dekatnya. Penutupan tersebut merupakan yang ketiga kalinya di bulan ini, dan sekaligus mengisyaratkan meningkatnya ancaman keamanan di jalur Laut Hitam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - Chicago PMI |
| 56.0 | 56.7 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Final |
| 54.0 | 49.5 |