| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1660 | -0.43% |
GBPUSD | 1.3490 | -0.34% |
AUDUSD | 0.6493 | -0.28% |
NZDUSD | 0.5861 | -0.38% |
USDJPY | 146.98 | 0.61% |
USDCHF | 1.3841 | 0.17% |
USDCAD | 0.8059 | 0.09% |
GOLDUD | 3,366.60 | 0.60% |
COFU | 64.75 | -0.32% |
USD/IDR | 16,250 | 0.00% |
Selasa, 26 Agustus 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari potensi kembali meningkatnya konflik dagang antara AS dengan China, dan tambahan pasokan minyak Nigeria. Meski demikian, eskalasi situasi di Gaza dan potensi mengetatnya pasokan bahan bakar membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengancam akan mengenakan tarif 200% apabila China tidak dapat memastikan pasokan magnet logam tanah jarang ke AS, dan sebagai balasan ia akan terus mengizinkan mahasiswa China masuk ke negaranya. Berita tersebut menambah kekhawatiran akan memicu potensi konflik dagang baru antara dua raksasa ekonomi utama dunia itu.
Turut membebani harga, perusahaan minyak negara Nigeria, NNPC Limited, pada hari Senin mengatakan bahwa hampir semua pencurian pipa telah berhasil diberantas melalui upaya terkoordinasi oleh badan pertahanan dan intelijen negara tersebut. CEO NNPC Group, Bayo Ojulari, optimis bahwa pasokan minyak yang diterima melalui jalur pipa dan terminal mencapai hampir 100% dibanding dengan tiga tahun lalu saat hanya 30% minyak yang terkirim akibat pencurian tersebut. Regulator minyak nasional memproyeksikan pada sebuah konferensi minyak minggu lalu bahwa produksi Nigeria dapat melampaui 2,5 juta bph pada tahun depan.
Sementara itu ketegangan geopolitik di Gaza menunjukkan eskalasi lebih lanjut setelah Israel menyerang Rumah Sakit Nasser di selatan Jalur Gaza pada hari Senin, menewaskan setidaknya 20 orang, termasuk lima wartawan yang bekerja untuk Reuters, Associated Press, Al Jazeera, dan lainnya. Pasukan Pertahanan Israel mengakui telah menyerang area Rumah Sakit Nasser dan mengatakan bahwa Kepala Staf Umum telah memerintahkan penyelidikan. Sinyal meluasnya target serangan Israel tersebut sekaligus meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai di Gaza dalam waktu dekat.
Dukungan lainnya datang dari Rusia yang pada hari Senin mengumumkan akan memperpanjang larangan ekspor bensin hingga 31 Agustus nanti karena kenaikan harga yang terus berlanjut di negara tersebut. Sebagai salah satu eksportir energi terbesar dunia, keputusan Rusia itu berpotensi ikut memperketat pasokan bahan bakar di pasar global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Durable Goods Orders MoM |
| -4% | -9.3% |
20:00 | USA - S&P/ Case Shiller Home Price YoY |
| 2.2% | 2.8% |
20:00 | USA - Home Price Index MoM |
| 0% | -0.2% |
21:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 96.4 | 97.2 |