| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1353 | 0.18% |
GBPUSD | 1.3460 | 0.26% |
AUDUSD | 0.6431 | 0.47% |
NZDUSD | 0.5958 | 0.72% |
USDJPY | 144.09 | -0.47% |
USDCHF | 0.8219 | -0.06% |
USDCAD | 1.3738 | -0.16% |
GOLDUD | 3,303.40 | 0.40% |
COFU | 61.11 | 2.21% |
USD/IDR | 16,295 | 0.00% |
Senin, 02 Juni 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari meredanya kekhawatiran akan kenaikan produksi OPEC+ yang lebih besar, dan potensi penurunan output energi AS di masa mendatang. Meski demikian, sinyal melesunya aktivitas pabrik Asia dan isyarat positif gencatan senjata Gaza membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Sabtu, kelompok aliansi OPEC dan sekutunya memutuskan untuk menaikkan level produksi kolektif untuk bulan Juli sebesar 411.000 barel per hari, tingkat yang sama dengan level produksi pada dua bulan sebelumnya. Keputusan tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran sebelumnya bahwa kelompok aliansi tersebut mempertimbangkan kenaikan produksi yang lebih besar. Delapan anggota utama termasuk Arab Saudi, Rusia, Irak, UEA, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman optimis bahwa pasar minyak global akan dapat menyerap pasokan tambahan tersebut karena fundamental pasar yang sehat dan persediaan minyak yang rendah.
Turut mendukung harga, perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak turun 4 rig menjadi 461 rig, level terendah sejak November 2021, kata Baker Hughes dalam laporan untuk pekan yang berakhir 30 Mei. Penurunan tersebut sekaligus merupakan yang pertama kalinya sejak September 2023 jumlah rig menurun selama lima minggu berturut-turut. Laporan jumlah rig Baker Hughes biasanya menjadi indikator awal produksi minyak dan gas AS untuk masa mendatang.
Sementara itu, aktivitas pabrik di Asia termasuk Jepang dan Korea Selatan menyusut pada bulan Mei karena melemahnya permintaan di China akibat dampak tarif AS, ungkap survei swasta yang dirilis hari Senin. PMI manufaktur Jepang berada di angka 49,4 pada bulan Mei, yang menunjukkan kontraksi untuk bulan ke-11 berturut-turut. PMI Korea Selatan berada di angka 47,7 pada bulan Mei, atau tetap di bawah angka 50 untuk bulan keempat berturut-turut.
Dari Timur Tengah, kelompok Hamas pada hari Sabtu mengatakan telah setuju untuk membebaskan 10 sandera yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 18 orang yang sudah meninggal sebagai ganti tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Namun Hamas menegaskan kembali tuntutan untuk diakhirinya perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 52.3 | 50.2 |
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 49.5 | 48.7 |
21:00 | USA - Construction Spending MoM |
| 0.3% | -0.5% |