Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Bearish Dipicu Keputusan Terbaru OPEC+
Minyak Bergerak Bearish Dipicu Keputusan Terbaru OPEC+
Monday, 07 September 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1613

0.03%

GBPUSD

1.3518

-0.02%

AUDUSD

0.7200

0.07%

NZDUSD

0.5881

-0.17%

USDJPY

156.08

0.01%

USDCHF

0.8099

0.04%

USDCAD

1.3833

0.01%

GOLDUD

4,422.49

-0.29%

COFU

92.26

-0.35%

USD/IDR

17,684

-0.31%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ mempertahankan kuota produksi bulan Oktober tetap sama, dan membatalkan pemangkasan sukarela 1,65 juta bph.
  • Kepala negosiator Iran mengancam akan memberikan balasan yang lebih keras atas serangan lanjutan dari AS.

************************************************************

Kamis, 03 September 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi cenderung bearish dibebani oleh sentimen peningkatan pasokan menyusul keputusan OPEC+ untuk mempertahankan kebijakan peningkatan produksi bulan Oktober dan membatalkan pemangkasan sukarela. Meski demikian, situasi di Timur Tengah yang masih memanas berpotensi mendorong harga kembali menguat.

OPEC+ pada hari Minggu menyepakati untuk tetap mempertahankan kebijakan produksi minyak bulan Oktober dan membatalkan pemangkasan sukarela sebesar 1,65 juta bph, yang pertama kali disepakati pada tahun 2023. Tujuh anggota utama aliansi yang bertemu pada hari Minggu itu - Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman - sepakat untuk bertemu kembali pada tanggal 4 Oktober.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga bertindak sebagai kepala negosiator Teheran pada hari Minggu mengancam akan memberikan tanggapan yang lebih keras terhadap serangan lanjutan dari AS, setelah baru-baru ini Teheran menargetkan dua kapal perang AS dalam rangkaian bentrokan terbaru. Secara terpisah, media pemerintah Iran pada hari Minggu melaporkan Angkatan Laut Teheran telah menyerang sebuah kapal milik AS yang mencoba memasuki Selat Hormuz.

Turut mendukung harga, dalam data terbaru pelacakan kapal Kpler yang dirilis hari Senin menunjukkan lalu lintas di Selat Hormuz turun ke tingkat terendah sejak bulan Mei. Untuk pergerakan dalam rata-rata 10 hari, tercatat sebesar 10 kapal melintasi Selat Hormuz pada hari Minggu, turun dari lebih dari 15 kapal pada hari Jumat dan hampir 13 kapal pada hari Sabtu.

Dukungan lainnya datang dari militer Israel yang melancarkan serangan pada Minggu dini hari di Lebanon selatan dan menewaskan tujuh orang. Serangah tersebut merupakan balasan pasca Hizbullah melancarkan dua pesawat drone ke arah tentara Israel di zona keamanan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $90 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3.6%

3.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788