| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1657 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3539 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6502 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5924 | -0.25% |
USDJPY | 147.26 | 0.41% |
USDCHF | 0.8073 | 0.07% |
USDCAD | 1.3809 | 0.04% |
GOLDUD | 3336.8 | -0.13% |
USD/IDR | 16232 | -0.84% |
Focus USDCAD:
Jumat, 15 Agustus 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.3809, naik tipis sebesar 0.04%. USD/CAD mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Kamis hingga Jumat pagi, didorong oleh kombinasi data ekonomi AS yang lebih solid dari perkiraan dan minimnya katalis domestik dari Kanada. Lonjakan inflasi produsen AS (PPI) menjadi pemicu utama, dengan data menunjukkan kenaikan 3,3% YoY pada Juli, jauh di atas proyeksi 2,5% dan meningkat dari 2,4% di bulan Juni. Sementara itu, Core PPI melonjak ke 3,7% dari 2,6%, memperkuat persepsi bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen masih cukup tinggi. Kondisi ini mengurangi agresivitas ekspektasi pasar terhadap laju penurunan suku bunga The Fed, meskipun sebagian besar pelaku pasar tetap menilai pemangkasan 25 bps pada 17 September hampir pasti terjadi. Di sisi lain, Bank of Canada (BoC) dalam risalah pertemuan terakhirnya menunjukkan sikap hati-hati terhadap prospek pelonggaran lebih lanjut, namun pasar menilai momentum CAD masih rentan karena dominasi arus modal global yang menguntungkan USD.
Faktor geopolitik juga menjadi sorotan, terutama menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat, yang membahas potensi penghentian perang di Ukraina. Trump sebelumnya telah memperingatkan akan ada “konsekuensi yang sangat berat” jika Rusia tidak menyepakati langkah damai. Ketidakpastian ini berpotensi mendorong harga minyak mentah melalui premi risiko, yang pada gilirannya dapat memberikan dukungan terhadap CAD sebagai mata uang yang sensitif terhadap harga komoditas. Namun, tren harga minyak global masih lemah, dengan WTI bertahan di kisaran terendah dua bulan terakhir sekitar USD 62 per barel. Sementara itu, ekspektasi peningkatan produksi OPEC+ pada September menjadi hambatan tambahan bagi potensi rebound harga minyak. Dalam kondisi ini, USDCAD mampu menembus kembali area psikologis 1,3800 setelah hampir dua minggu berkonsolidasi, mencerminkan bahwa sentimen bullish USD masih dominan.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis data penjualan ritel AS dan indeks sentimen konsumen University of Michigan. Data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan akan memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS tetap solid meskipun ada ekspektasi pelonggaran moneter, sehingga memberi dorongan tambahan bagi USD. Sebaliknya, jika hasilnya mengecewakan, pasar mungkin akan kembali meningkatkan spekulasi pemangkasan suku bunga yang lebih agresif, sehingga dapat menekan USD/CAD. Bagi CAD, pemulihan harga minyak pasca pertemuan AS-Rusia dapat menjadi katalis positif, tetapi tren jangka pendeknya masih sangat ditentukan oleh arah dolar AS dan perkembangan kebijakan The Fed. Dengan ekspektasi pasar yang kini memproyeksikan peluang pemangkasan suku bunga ganda hingga akhir tahun semakin berkurang, USDCAD berpotensi mempertahankan momentum penguatannya, khususnya jika data fundamental AS kembali mencatat kejutan positif.
Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekat berada di 1.3785, dan resistance di 1.3830. Support lanjutan di zona 1.3750 dan dilanjutkan ke zona 1.3720. Resistance lanjutan di zona 1.3860 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3895.
EURUSD - Pasangan mata uang euro dibuka di 1.1657 dan melemah sebesar 0,11 persen. Euro mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat atau PPI menunjukkan kenaikan yang jauh melampaui ekspektasi pasar. PPI utama tercatat naik 0,9 persen secara bulanan dan 3,3 persen secara tahunan pada Juli, sedangkan PPI inti mencapai 3,7 persen secara tahunan, yang merupakan kenaikan terbesar sejak pertengahan 2022. Lonjakan harga produsen ini terutama dipicu oleh kenaikan tarif impor yang kemudian diteruskan ke harga konsumen, sehingga memunculkan kekhawatiran inflasi yang lebih persisten di Amerika Serikat. Sementara itu, data ketenagakerjaan juga memperkuat sentimen hawkish terhadap kebijakan moneter, di mana klaim pengangguran mingguan turun menjadi 224 ribu dan menandakan pasar tenaga kerja masih cukup ketat. Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS karena pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif oleh The Fed pada bulan September. Prospek jangka menengah tetap menyisakan peluang penguatan bagi euro, mengingat mayoritas pelaku pasar kini memperkirakan The Fed hanya akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, bukan 50 basis poin. Sementara itu, European Central Bank diproyeksikan mempertahankan kebijakan suku bunga pada pertemuan mendatang. Penyempitan selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan zona euro ini berpotensi menjadi katalis positif bagi euro, terlebih dengan minimnya agenda ekonomi zona euro pada akhir pekan. Perhatian pasar kini tertuju pada data ritel, produksi industri, dan survei sentimen konsumen Amerika Serikat pada Jumat, yang hasilnya dapat memengaruhi arah EURUSD dalam jangka pendek. Jika data tersebut mengindikasikan pelemahan ekonomi Amerika Serikat, peluang rebound euro akan semakin terbuka. Support terdekat berada di 1.1630 dan resistance terdekat berada di 1.1685.
GBPUSD - Pound sterling dibuka di 1.3539 dan terkoreksi sebesar 0,13 persen. Pound sterling sebelumnya sempat mendapat dukungan dari data ekonomi Inggris yang menunjukkan ketahanan lebih baik dari perkiraan. Produk domestik bruto kuartal kedua tumbuh 0,3 persen secara kuartalan, melampaui konsensus 0,1 persen meski melambat dibandingkan kuartal pertama yang tumbuh 0,7 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor jasa dan konstruksi, sementara produksi industri naik 0,7 persen secara bulanan dan manufaktur meningkat 0,5 persen secara bulanan pada Juni, membalikkan kontraksi bulan sebelumnya. Data ini memperkuat keyakinan bahwa perekonomian Inggris mampu bertahan di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global, memberikan alasan bagi Bank of England untuk berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Pelemahan dolar AS yang terjadi sebelumnya akibat meningkatnya keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed di bulan September juga menjadi katalis tambahan bagi sterling. Meski peluang pemangkasan 50 basis poin telah hilang setelah rilis data PPI, ekspektasi pemangkasan 25 basis poin masih tetap tinggi. Namun, proyeksi inflasi Inggris yang diperkirakan naik menuju 4 persen pada laporan CPI berikutnya dapat membatasi ruang pemangkasan suku bunga Bank of England. Hal ini berarti kebijakan moneter akan cenderung tetap ketat dalam waktu dekat. Kombinasi antara fundamental domestik yang solid dan kebijakan moneter yang relatif ketat dapat menopang tren bullish GBPUSD dalam beberapa pekan mendatang. Support terdekat berada di 1.3510 dan resistance terdekat berada di 1.3565.
AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6502 dan melemah sebesar 0,17 persen. Meskipun terkoreksi, dolar Australia tetap mendapat dukungan dari data ketenagakerjaan yang menunjukkan ketahanan ekonomi domestik. Pada Juli, Australia menciptakan 24,5 ribu lapangan kerja baru, mendekati perkiraan 25 ribu dan jauh di atas capaian bulan sebelumnya yang hanya 1 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen sesuai ekspektasi, menandakan pasar tenaga kerja tetap solid. Kondisi ini mengurangi urgensi bagi Reserve Bank of Australia untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter secara agresif dan menjaga daya tarik AUD di mata investor global. Selain faktor domestik, AUD juga diuntungkan oleh sentimen global yang positif dan melemahnya dolar AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok yang relatif stabil turut meningkatkan selera risiko pasar, yang mendukung mata uang berbasis komoditas seperti AUD. Ke depan, arah pergerakan AUDUSD akan sangat bergantung pada kebijakan RBA dan hasil rilis data ekonomi utama Amerika Serikat. Apabila data Amerika Serikat pada akhir pekan menunjukkan pelemahan, AUDUSD berpotensi menguat lebih lanjut. Sebaliknya, data yang solid dari Amerika Serikat dapat memicu aksi ambil untung dan menekan AUD. Support terdekat berada di 0.6480 dan resistance terdekat berada di 0.6530.
NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5924 dan melemah sebesar 0,25 persen. Mata uang Selandia Baru sempat terkoreksi dari level psikologis 0,6000 setelah rilis data PPI Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan mendorong penguatan dolar AS. Meskipun demikian, tekanan jual relatif terbatas berkat ekspektasi pasar bahwa The Fed tetap akan menurunkan suku bunga pada bulan September, dengan kemungkinan dua kali lagi pemangkasan sebelum akhir tahun. Faktor ini menjaga daya tarik kiwi di tengah volatilitas pasar. Dari sisi eksternal, perkembangan geopolitik yang positif seperti perpanjangan gencatan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok selama tiga bulan serta inisiatif diplomasi antara Amerika Serikat dan Rusia meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, yang secara historis menguntungkan kiwi. Dari sisi domestik, absennya rilis data ekonomi utama Selandia Baru pekan ini membuat pergerakan NZDUSD sepenuhnya bergantung pada sentimen global dan arah dolar AS. Jika data ekonomi Amerika Serikat pada Jumat menunjukkan pelemahan, NZDUSD berpeluang kembali menguji level psikologis 0,6000. Sebaliknya, jika data Amerika Serikat kembali menguat, potensi pelemahan lanjutan tetap terbuka. Sentimen risk-on global dan arah kebijakan moneter The Fed akan tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan tren NZDUSD dalam jangka pendek hingga menengah. Support terdekat berada di 0.5900 dan resistance terdekat berada di 0.5955.
USDJPY - Yen Jepang dibuka di 147.26 dan melemah 0,41% terhadap Dolar AS, mencerminkan penguatan pasangan USDJPY. Rebound USDJPY didorong oleh lonjakan inflasi produsen (PPI) AS bulan Juli sebesar 0,9% MoM—tertinggi sejak Juni 2022—yang memicu pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengambil langkah pengetatan kebijakan yang lebih hati-hati dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga agresif pada September. Data tenaga kerja AS yang solid, dengan klaim pengangguran mingguan turun menjadi 224 ribu, turut memperkuat posisi Dolar. Meskipun komentar Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memicu spekulasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada Oktober, respon pasar menunjukkan dominasi sentimen positif terhadap USD di tengah ekspektasi perbedaan kebijakan moneter AS–Jepang. Kenaikan USDJPY juga didukung oleh indeks Dolar AS (DXY) yang kembali menembus 98,0 setelah sebelumnya berada di posisi terendah dua minggu. Pelaku pasar menilai bahwa meskipun BoJ menghadapi tekanan dari inflasi Jepang yang tinggi di 3,3% YoY, ruang penguatan Yen jangka pendek masih terbatas sebelum adanya sinyal konkret kenaikan suku bunga. Sementara itu, ekspektasi pertumbuhan PDB kuartal II Jepang yang hanya 0,1% QoQ semakin memperkuat pandangan bahwa USDJPY dapat mempertahankan momentum penguatan. Support terdekat berada di 146.95 dan resistance di 147.55.
USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.8073 dan menguat 0,07%, melanjutkan tren positif di tengah sentimen pasar yang mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif The Fed tahun ini. Kenaikan USDCHF ditopang oleh data inflasi produsen AS yang di atas perkiraan, yang mendorong penyesuaian pandangan pasar terhadap arah kebijakan moneter AS. Inflasi inti AS yang naik menjadi 3,1% YoY dari 2,9% sebelumnya memperkuat argumen bahwa The Fed akan menahan sikap dovish berlebihan dan menempuh pelonggaran secara bertahap. Di sisi lain, meskipun Swiss Franc masih mendapat dukungan sebagai aset safe haven, prospek inflasi Swiss yang hanya naik 0,2% YoY memberi ruang bagi USD untuk unggul terhadap CHF. Penguatan USDCHF juga terbantu oleh sikap hati-hati investor terhadap Swiss National Bank (SNB) yang kemungkinan menahan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun inflasi domestik masih jauh di bawah target 2%. Perbedaan arah kebijakan moneter AS–Swiss berpotensi menjaga momentum positif USDCHF, khususnya jika data ekonomi AS berikutnya, seperti penjualan ritel dan sentimen konsumen, menunjukkan ketahanan permintaan domestik. Dalam jangka pendek, sentimen tetap positif untuk USDCHF dengan support terdekat di 0.8050 dan resistance di 0.8095.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
1:00am | USD | FOMC Member Barkin Speaks | - | - | - |
5:30am | NZD | BusinessNZ Manufacturing Index | 52.8 | - | 49.2 |
5:45am | NZD | FPI m/m | 0.7% | - | 1.2% |
5:45am | NZD | Visitor Arrivals m/m | -2.5% | - | -0.5% |
6:50am | JPY | Prelim GDP Price Index y/y | 3.0% | 3.1% | 3.3% |
6:50am | JPY | Prelim GDP q/q | 0.3% | 0.1% | 0.0% |
8:30am | CNY | New Home Prices m/m | -0.3% | - | -0.3% |
9:00am | CNY | Industrial Production y/y | - | 6.0% | 6.8% |
9:00am | CNY | Retail Sales y/y | - | 4.6% | 4.8% |
9:00am | CNY | Fixed Asset Investment ytd/y | - | 2.7% | 2.8% |
9:00am | CNY | NBS Press Conference | - |
|
|
9:00am | CNY | Unemployment Rate | - | 5.1% | 5.0% |
11:30am | JPY | Revised Industrial Production m/m | - | 1.7% | 1.7% |
All Day | EUR | French Bank Holiday | - | - | - |
All Day | EUR | Italian Bank Holiday | - | - | - |
All Day | EUR | ECOFIN Meetings | - | - | - |
7:30pm | CAD | Manufacturing Sales m/m | - | 0.4% | -0.9% |
7:30pm | CAD | Wholesale Sales m/m | - | 0.7% | 0.1% |
7:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.3% | 0.5% |
7:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | 0.6% | 0.6% |
7:30pm | USD | Empire State Manufacturing Index | - | -1.2 | 5.5 |
7:30pm | USD | Import Prices m/m | - | 0.1% | 0.1% |
8:15pm | USD | Capacity Utilization Rate | - | 77.6% | 77.6% |
8:15pm | USD | Industrial Production m/m | - | 0.0% | 0.3% |
9:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 61.9 | 61.7 |
9:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations | - | - | 4.5% |
9:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.2% | 0.0% |