Home
>
News
>
Publication
>
Meredanya Ancaman Tarif Baru Trump, Tarik Poundsterling Menguat
Meredanya Ancaman Tarif Baru Trump, Tarik Poundsterling Menguat
Wednesday, 12 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0353

0.14%

GBPUSD

1.2432

0.17%

AUDUSD

0.6287

0.16%

NZDUSD

0.5652

0.19%

USDJPY

152.34

0.73%

USDCHF

0.9133

-0.23%

USDCAD

1.4295

-0.11%

GOLDUD

2900.8

-0.59%

USD/IDR

16369

0.04%

Fokus GBPUSD:

  1. DXY melemah ke zona 108.00
  2. Ekspektasi kebijakan moneter BoE

Rabu, 12 Februari 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2450. Kenaikan pada kinerja mata uang ini diakibatkan oleh kinerja Dolar AS yang mengalami pelemahan di tengah meningkatnya sentimen risiko global, dengan investor mengantisipasi bahwa ancaman tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump akan diredakan melalui negosiasi di menit-menit terakhir.

Disisi lain, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dalam testimoninya menegaskan kembali pendekatan berbasis data terhadap kebijakan moneter, sementara beberapa pejabat Fed, termasuk Beth Hammack dan John Williams, menyoroti bahwa suku bunga kemungkinan akan dipertahankan dalam waktu dekat. Data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Rabu menjadi fokus utama, dengan ekspektasi bahwa inflasi inti turun menjadi 3,1% dari 3,2% sebelumnya, sementara inflasi utama tetap di angka 2,9%. Jika angka ini sesuai perkiraan, pasar dapat melihat potensi stabilisasi kebijakan Fed, yang dapat memperpanjang tren pelemahan Dolar AS.

Poundsterling menguat terhadap Dolar AS juga didukung oleh meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter Bank of England (BoE). Meskipun data ekonomi Inggris masih terbatas pekan ini, pasar menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris pada hari Kamis, yang diprediksi tumbuh 1,1% secara tahunan namun mengalami kontraksi 0,1% secara kuartalan. Selain itu, pernyataan anggota BoE Catherine Mann menarik perhatian pasar setelah ia mengejutkan dengan mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin. Langkah ini menandakan perubahan dari sikap hawkish menjadi dovish akibat melemahnya permintaan, yang dapat membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga lebih lanjut di masa depan dan berpotensi menekan Poundsterling dalam jangka panjang.

Selain faktor suku bunga dan kebijakan moneter, pelaku pasar juga mengamati perkembangan perdagangan global serta data ekonomi utama dari Inggris dan AS. Keputusan Trump untuk menerapkan kembali tarif 25% pada impor baja dan aluminium per 12 Maret dapat memicu ketidakpastian di pasar dan berdampak pada sentimen risiko global. Sementara itu, pidato Gubernur BoE Andrew Bailey yang dijadwalkan pada hari Selasa bisa memberikan wawasan tambahan terkait arah kebijakan moneter Inggris.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD menguat. Support terdekatnya di area 1.2377 dan resistance terdekatnya di zona 1.2491. Support lanjutan di zona 1.2330 dan dilanjutkan ke zona 1.2040. Resistance lanjutan di zona 1.2536 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.2899. 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0361. Penguatan kinerja mata uang Euro didorong oleh melemahnya Dolar AS akibat perubahan sentimen pasar yang lebih optimis, dengan investor mulai mengabaikan ancaman tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump. Selain itu, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mengambil keputusan berbasis data di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dari pemerintahan Trump. Data ekonomi Eropa pekan ini cenderung tidak memberikan dampak besar, dengan rilis angka inflasi Jerman dan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa yang sudah banyak diperhitungkan oleh pasar. Sementara itu, data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Rabu diperkirakan tetap stabil di angka 2,9% YoY, sementara inflasi inti diprediksi turun sedikit ke 3,1% dari sebelumnya 3,2%. Dari sisi kebijakan moneter, perbedaan kebijakan antara ECB dan The Fed semakin jelas, dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga oleh ECB pada musim panas mendatang. Jika prediksi ini terwujud, suku bunga fasilitas simpanan ECB bisa turun mendekati 2%, bahkan di bawah tingkat netral yang diproyeksikan oleh ekonom ECB. Namun, prospek Euro tetap rentan terhadap ketidakpastian kebijakan ekonomi global dan perkembangan inflasi AS yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Support terdekatnya di zona 1.0305 dan resistance terdekatnya di zona 1.0412.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6298. Mata uang Aussie mengalami penguatan didukung oleh Indikator kepercayaan bisnis di Australia yang menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan indeks kepercayaan bisnis NAB naik enam poin menjadi +4 pada Januari. Namun, kondisi bisnis mengalami pelemahan, tercermin dari penurunan indeks kondisi bisnis menjadi +3 dari sebelumnya +6 akibat melemahnya profitabilitas dan lapangan kerja. Sementara itu, indeks sentimen konsumen Westpac hanya naik 0,1% menjadi 92,2 poin, menunjukkan mayoritas konsumen masih pesimis terhadap kondisi ekonomi. Dengan inflasi yang masih tinggi dan suku bunga yang tetap tinggi, pasar semakin yakin bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga dalam pertemuan mendatang, menandai pemotongan pertama sejak November 2020. Support terdekatnya di zona 0.6269 dan resistance terdekatnya di zona 0.6312.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5662. Pasangan mata uang Kiwi mencatat kenaikan yang didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif AS. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menerapkan tarif 25% pada impor baja dan aluminium serta tarif 10% pada barang dari China, yang berpotensi memperlambat ekonomi China, mitra dagang utama Selandia Baru. Namun, pelaku pasar masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan perdagangan ini. Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa The Fed tidak terburu-buru untuk menyesuaikan kebijakan moneter, menegaskan bahwa kebijakan ketat dapat dipertahankan lebih lama jika ekonomi tetap kuat dan inflasi belum bergerak menuju target 2%. Pernyataan ini sesuai ekspektasi pasar dan tidak memberikan dorongan tambahan bagi Dolar AS. Sementara itu, Dolar Selandia Baru juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada 19 Februari. RBNZ telah memangkas suku bunga acuan sebesar 125 basis poin ke level 4,25% dan diperkirakan akan melanjutkan kebijakan moneter yang lebih longgar akibat melemahnya pasar tenaga kerja. Support terdekatnya di area 0.5639 dan resistance terdekatnya di zona 0.5682. 

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 153.41  seiring dengan perubahan sentimen risiko terhadap imbal hasil Treasury AS, yang memperlebar perbedaan imbal hasil antara Amerika Serikat dan Jepang. Kondisi ini mendorong tren bullish baru pada USD/JPY, didukung oleh faktor teknikal yang semakin menguatkan momentum kenaikan. Pelaku pasar menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Januari 2025 yang akan diumumkan malam ini, sebagai indikator utama dalam menentukan langkah kebijakan moneter bank sentral. Diperkirakan, CPI utama akan meningkat sebesar 0,3% MoM, sedikit melambat dari kenaikan 0,4% pada Desember, namun tetap mempertahankan tingkat inflasi tahunan di sekitar 2,9%. Sementara itu, inflasi inti, tidak termasuk sektor pangan dan energi, diproyeksikan naik 0,3% MoM. Jika data inflasi AS lebih tinggi dari ekspektasi, USD/JPY berpotensi melanjutkan penguatan. Sebaliknya, angka yang lebih rendah dapat membuka peluang koreksi bagi pasangan mata uang ini. Support terdekatnya di area 152.19 dan resistance terdekatnya di zona 153.97.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4288 setelah pelemahan Dolar AS (USD) menyusul kesaksian Ketua The Fed, Jerome Powell, di hadapan Kongres yang tidak sehawkish seperti yang diantisipasi pasar. Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS hari ini. Dalam testimoninya, Powell menegaskan bahwa The Fed tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, mengingat kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid. Ia juga menyoroti bahwa kebijakan tarif baru Presiden AS Donald Trump dapat memberikan tekanan tambahan pada harga, sehingga menyulitkan bank sentral dalam menurunkan suku bunga. Trump sebelumnya mengumumkan rencana penerapan tarif 25% terhadap seluruh impor baja dan aluminium ke AS, di luar bea yang telah ada. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan kebijakan perdagangan, terutama setelah Trump memutuskan untuk menunda tarif terhadap Kanada. Ketidakpastian ini memberikan tekanan pada Dolar Kanada (CAD), mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir utama baja dan aluminium ke AS. Support terdekatnya di zona 1.4246 dan resistance terdekatnya di zona 1.4346.

USDCHF Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9112 merespon Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang menyampaikan kesaksian tengah tahunannya pada Selasa (11/2). Dalam pernyataannya, Powell menegaskan bahwa perekonomian AS masih kuat, sehingga The Fed tidak terburu-buru dalam memangkas suku bunga. Namun, bank sentral tetap siap mengambil langkah tersebut jika inflasi melambat atau pasar tenaga kerja mulai menunjukkan kelemahan. Sementara itu, para analis menilai bahwa kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump dapat bersifat inflasioner, yang berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Selain itu, ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus mendorong permintaan terhadap aset safe-haven seperti Swiss Franc (CHF). Hubungan AS-Rusia juga semakin tegang, terutama setelah pernyataan yang saling bertentangan mengenai komunikasi antara Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Para pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS yang diharapkan dapat memberikan arah terhadap kebijakan moneter The Fed. Support terdekatnya di area 0.9089 dan resistance terdekatnya di zona 0.9156.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30am

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

3:30am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

3:40am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

1.3%

1.3%

1.3%

1:00pm

JPY

Prelim Machine Tool Orders y/y

-

-

12.6%

4:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

-0.1%

0.3%

Tentative

CNY

New Loans

-

770B

990B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

7.3%

7.3%

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

-

2.84|2.8

8:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.2%

8:30pm

USD

CPI m/m

-

0.3%

0.4%

8:30pm

USD

CPI y/y

-

2.9%

2.9%

9:30pm

GBP

CB Leading Index m/m

-

-

-0.3%

10:00pm

GBP

MPC Member Greene Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

Fed Chair Powell Testifies

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788