| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1610 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3377 | -0.14% |
AUDUSD | 0.6494 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5746 | -0.23% |
USDJPY | 151.48 | 0.31% |
USDCHF | 0.7949 | 0.25% |
USDCAD | 1.4021 | -0.10% |
GOLDUD | 4,124.28 | -2.91% |
COFU | 57.59 | 0.24% |
USD/IDR | 16,584 | 0.00% |
Rabu, 22 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari menguatnya sinyal potensi meredanya tensi dagang antara AS - India, dan juga UE - China. Selain itu, rencana pembelian minyak Departemen Energi AS, dan laporan stok API turut menjadi katalis positif yang mendukung harga lebih lanjut.
India dan AS hampir mencapai kesepakatan yang akan mengurangi tarif AS atas impor India menjadi 15% hingga 16% dari 50%, kata tiga sumber yang dikutip oleh surat kabar harian Mint India pada hari Rabu. Berita tersebut menyusul komentar Trump yang pada hari Selasa mengatakan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah meyakinkan untuk membatasi pembelian minyak dari Rusia, meningkatkan harapan akan meredanya tensi dagang antara AS dengan India yang sempat memanas pasca ancaman tarif masif AS terhadap India baru-baru ini.
Ekspektasi meredanya tensi dagang juga datang dari UE dengan China. Komisaris Perdagangan Eropa Maros Sefcovic pada hari Selasa mengatakan telah mengundang Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao ke Brussels dalam beberapa hari mendatang guna menemukan solusi mendesak terkait pengetatan pembatasan ekspor tanah jarang oleh China. Sefcovic menekankan bahwa UE tidak tertarik pada eskalasi, tetapi lebih kepada resolusi yang cepat.
Sementara itu, Departemen Energi AS pada hari Selasa mengumumkan rencana pembelian minyak sebesar 1 juta barel untuk pengiriman pada bulan Desember dan Januari, guna mengisi kembali pasokan minyak mentah darurat nasional yang telah menipis. Untuk pembelian tersebut akan dilakukan paling lambat pukul 11.00 CT pada tanggal 28 Oktober, tambah badan tersebut.
Di sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis grup industri API menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 2,98 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 17 Oktober. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $60 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $55 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 3.524M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -0.267M |