Home
>
News
>
Publication
>
Mengenal Minyak Kelapa Sawit (CPO) Berkelanjutan Sebagai Komoditas Unggulan Indonesia
Mengenal Minyak Kelapa Sawit (CPO) Berkelanjutan Sebagai Komoditas Unggulan Indonesia
Thursday, 24 November 2022

Indonesia Sebagai Surga Minyak Kelapa Sawit Dunia

Masyarakat di seluruh dunia menggunakan minyak kelapa sawit pada kehidupan sehari-hari, tak heran minyak kelapa sawit menjadi minyak nabati yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Crude Palm Oil (CPO) adalah varian level pertama yang diekstrak dari buah sawit. Ketika CPO disuling lebih lanjut, ia menghasilkan produk seperti minyak sawit rafinasi, minyak inti sawit, dan RBD palm olein. Kebutuhan pasar yang besar terhadap minyak kelapa sawit membuka peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan produksi dan mengekspor ke berbagai manca negara. Sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia menghasilkan 51,30 juta ton di tahun 2021 berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Di tahun 2021 total konsumsi lokal adalah 18,42 juta ton, sedangkan sisanya dipasok ke pasar ekspor.

Industri minyak kelapa sawit yang terus berkembang, tentunya sangat berpengaruh bagi perekonomian nasional. Bagaimana tidak, industri minyak kelapa sawit telah menyerap lebih dari 16 juta tenaga kerja, menciptakan kemandirian energi dengan menggantikan bahan bakar fosil melalui biodiesel, serta menyokong devisa negara melalui transaksi ekspor. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, ekspor minyak kelapa sawit dan turunannya sepanjang tahun 2021 mengalami kenaikan paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu sebesar US$ 27,6 Miliar atau setara dengan kenaikan 58,79 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Permintaan pasar yang semakin meningkat, membuat Indonesia terus meningkatkan produksi minyak kelapa sawit dengan memperluas area perkebunan. Dalam pelaksanaannya, industri minyak kelapa sawit di Indonesia dibangun dengan pendekatan yang mengutamakan keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pendekatan ini selaras dengan komitmen Pemerintah Indonesia yang dituangkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 tentang pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan RPJMN 2020-2024, pembangunan berkelanjutan merupakan hilir dalam setiap industri yang berjalan di Indonesia guna menghasilkan pembangunan yang adil dan inklusif tanpa melupakan aspek lingkungan hidup. Pendekatan yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui RPJMN 2020-2024 tentunya bermuara pada realisasi Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam upaya akselerasi pembangunan industri minyak kelapa sawit berkelanjutan, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 44 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, yang biasa dikenal dengan Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO. Kebijakan ini membuat seluruh pelaku usaha baik Perkebunan Besar Negara, Perkebunan Besar Swasta, dan Perkebunan Rakyat Indonesia yang ingin bergerak di bidang minyak kelapa sawit harus memiliki sertifikasi ISPO. Penerapan sertifikasi ini akan dijadikan sebagai jaminan bahwa praktik produksi yang dilakukan telah mengikuti prinsip dan kaidah berkelanjutan.

 Daerah Penyumbang Minyak Kelapa Sawit Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan darat dan laut yang terbentang luas. Pemanfaatan sumber daya alam yang baik akan mendongkrak perekonomian Indonesia. Sebagai negara kepulauan, setiap daerah di Indonesia memiliki potensi yang berbeda-beda. Dalam industri minyak kelapa sawit, Indonesia memiliki beberapa daerah yang terkenal sebagai daerah penghasil minyak kelapa sawit terbesar.

Riau

Riau merupakan provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera. Sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia, riau menyimpan berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah terutama minyak kelapa sawit. Provinsi dengan luas wilayah 87.023,66 km2 ini mampu menghasilkan setidaknya 8,49 juta ton minyak kelapa sawit di tahun 2019 menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan luas perkebunan sawit 2,82 juta hektar, Provinsi Riau dikenal dengan julukan “negeri di atas minyak dan di bawah minyak” karena Riau merupakan kontributor ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) terbesar di Indonesia. Kegiatan hulu-hilir CPO di Riau didukung oleh ratusan perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar baik PBN (Perusahaan Besar Negara) maupun PBS (Perusahaan Besar Swasta).

Kalimantan Tengah

Kalimantan tengah adalah salah satu provinsi yang terletak di Pulau Kalimantan, Indonesia. Kalimantan Tengah setidaknya menghasilkan 7,44 juta ton pada tahun 2019 berdasarkan data BPS dan berkontribusi 15% pada total produksi minyak kelapa sawit di Indonesia. Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, banyak penduduk Kalimantan Tengah berpenghasilan dari industri minyak kelapa sawit. Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah Rawing Rambang pada Oktober 2020 lalu, sekitar 30% masyarakat Kalimantan Tengah bekerja di sektor perkebunan. Meski bukan wilayah dengan kebun kelapa sawit terluas, Kalimantan Tengah memiliki produktivitas CPO tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai 4.908 kg/ha.

Sumatera Utara

Sumatera Utara merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Sumatera. Masuk dalam barisan 10 besar provinsi paling luas di Indonesia membuat Sumatera Utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Dengan luas perkebunan sawit seluas 1,66 juta hektar, Sumatera Utara mampu menghasilkan 5,73 juta ton minyak kelapa sawit pada tahun 2019 berdasarkan data dari BPS. Hasil minyak kelapa sawit Sumatera Utara setidaknya menyumbang 14% seluruh produksi minyak kelapa sawit di Indonesia. Dalam sejarah, di Sumatera Utara juga terdapat kebun kelapa sawit komersil pertama yang dibuat pada tahun 1911, tepatnya di Pulau Raja dan Tanah Itam Ulu. Saat ini setidaknya terdapat 348 perusahaan perkebunan kelapa sawit, yang menjadikan Sumatera Utara sebagai provinsi kedua dengan produktivitas CPO tertinggi di Indonesia yaitu 4.619 kg/ha.


Oleh: Dilla Savira

Cari tahu info lebih lanjut seputar minyak kelapa sawit di sini
Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788