Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1463 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3206 | -0.02% |
AUDUSD | 0.7020 | -0.16% |
NZDUSD | 0.5765 | -0.21% |
USDJPY | 161.39 | -0.19% |
USDCHF | 0.8050 | -0.02% |
USDCAD | 1.4135 | 0.06% |
GOLDUD | 4204.63 | -0.39% |
USD/IDR | 17,821 | 0.00% |
Fokus:
GBPUSD
Jumat, 19 Juni 2029 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,3203 seiring menguatnya dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko. Tekanan terhadap poundsterling juga muncul setelah hasil pemilihan sela di wilayah Makerfield memicu spekulasi baru terkait dinamika politik domestik Inggris. Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, berhasil memenangkan kursi parlemen tersebut dan kemenangannya memunculkan spekulasi mengenai peluangnya untuk menantang Perdana Menteri Keir Starmer dalam kepemimpinan Partai Buruh di masa mendatang.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank of England mempertahankan sikap yang cenderung hawkish pada pertemuan terakhirnya. Sejumlah anggota Komite Kebijakan Moneter bahkan masih melihat perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan tekanan harga yang masih bertahan. Meskipun inflasi utama Inggris pada Mei tetap berada di level 2,8%, inflasi jasa yang menjadi perhatian utama bank sentral justru meningkat menjadi 3,7%, sementara inflasi inti naik menjadi 2,6%. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga domestik masih cukup kuat meskipun harga energi mulai mereda.
Pelaku pasar juga masih memperhitungkan dampak lanjutan dari gangguan rantai pasok global yang terjadi beberapa bulan terakhir. Kenaikan biaya pupuk, bahan baku petrokimia, serta biaya produksi pangan yang sebelumnya dipicu oleh gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz diperkirakan masih akan memberikan tekanan terhadap inflasi Inggris pada paruh kedua tahun ini. Meskipun harga minyak telah turun setelah meredanya ketegangan geopolitik, dampak biaya yang sudah terlanjur masuk ke rantai distribusi belum sepenuhnya hilang.
Namun demikian, pelemahan poundsterling lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS. Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, mempertahankan nada kebijakan yang hawkish dan membuka peluang suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan mendorong indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data Penjualan Ritel Inggris serta data inflasi PCE Amerika Serikat yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek. Support GBPUSD berada di area 1,3200, sementara resistance di area 1,3300.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada perdagangan Jumat dan berada di sekitar level 1,1460. Pergerakan pasangan mata uang ini masih dipengaruhi oleh menguatnya dolar AS meskipun sentimen pasar global sedikit membaik setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang sempat mengganggu pasokan energi dunia. Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi dimulainya proses negosiasi lanjutan dan mendorong kembali aliran minyak melalui Selat Hormuz, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk euro.
Namun, potensi penguatan euro masih terbatas karena pasar tetap fokus pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terakhir dan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga. Pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang bernada hawkish memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan pada level tinggi lebih lama. Kondisi tersebut terus menopang permintaan terhadap dolar AS dan menjadi faktor yang membatasi kenaikan EURUSD dalam jangka pendek. Support EURUSD berada di area 1,1420, sementara resistance di area 1,1500.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,7009 pada perdagangan Jumat setelah sentimen pasar kembali berhati-hati terhadap perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Tekanan terhadap dolar Australia muncul setelah muncul laporan bahwa pertemuan teknis yang dijadwalkan antara kedua negara belum dapat dilaksanakan sesuai rencana. Ketidakpastian mengenai kelanjutan proses negosiasi tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa upaya meredakan konflik di Timur Tengah dapat berlangsung lebih lambat dari yang diharapkan.
Pelaku pasar kini mencermati setiap perkembangan terkait perundingan tersebut karena keberhasilan negosiasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan pasokan energi global. Sebaliknya, jika proses diplomasi mengalami hambatan atau ketegangan kembali meningkat, permintaan terhadap aset safe haven berpotensi naik. Kondisi ini biasanya menguntungkan dolar AS dan memberikan tekanan tambahan pada mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko, termasuk dolar Australia.
Di sisi lain, penguatan dolar AS juga didukung oleh sikap Federal Reserve yang masih cenderung hawkish. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%-3,75%, namun tetap membuka peluang pengetatan lebih lanjut apabila tekanan inflasi meningkat. Serangkaian data ekonomi AS yang masih solid turut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan kuatnya fundamental ekonomi AS membuat dolar AS tetap diminati investor, sehingga membatasi ruang penguatan AUDUSD dalam jangka pendek. Support AUDUSD berada di area 0,7000, sementara resistance di area 0,7050.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,5753 pada perdagangan Jumat dan melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung selama tiga sesi berturut-turut. Meskipun sempat menguat hingga mendekati 0,5775 pada awal perdagangan Asia, tekanan beli tidak mampu bertahan seiring menguatnya dolar AS secara luas. Indeks Dolar AS (DXY) masih bertahan di level tertinggi sejak Mei 2025 setelah Federal Reserve memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut terus meningkatkan daya tarik dolar AS dan membebani pergerakan mata uang berisiko, termasuk dolar Selandia Baru.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian terkait perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah laporan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance menunda perjalanan untuk menghadiri perundingan di Swiss. Perkembangan ini mengurangi optimisme pasar terhadap proses perdamaian yang sebelumnya sempat meningkatkan minat terhadap aset berisiko. Namun, pelemahan NZD diperkirakan masih terbatas karena Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tetap mempertahankan pandangan yang relatif hawkish. Bank sentral Selandia Baru mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut hingga akhir tahun, sehingga dapat memberikan dukungan bagi NZD dan membatasi tekanan turun yang lebih dalam. Support NZDUSD berada di area 0,5720, sementara Resistance di area 0,5780.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak di area 161,08 pada perdagangan Jumat. Meskipun sempat mengalami tekanan jual dan menghentikan tren kenaikan selama lima hari berturut-turut, pergerakan pasangan mata uang ini masih ditopang oleh sentimen bullish dalam jangka pendek. Penguatan yen Jepang muncul setelah risalah rapat Bank of Japan menunjukkan adanya pandangan dari sejumlah anggota dewan yang mendukung kenaikan suku bunga lebih cepat guna mencegah peningkatan tekanan inflasi. Selain itu, Deputi Gubernur BoJ Shinichi Himino kembali menegaskan bahwa bank sentral akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutan apabila perkembangan ekonomi dan inflasi mendukung langkah tersebut.
Dukungan terhadap yen juga datang dari pernyataan pemerintah Jepang yang menegaskan kesiapan untuk merespons pergerakan nilai tukar secara cepat apabila diperlukan, sehingga memunculkan spekulasi intervensi di pasar valuta asing. Namun, potensi penguatan yen masih terbatas karena selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat tetap cukup lebar. Bank of Japan memang telah menaikkan suku bunga ke level 1,00%, tetapi masih jauh di bawah suku bunga Federal Reserve yang berada pada kisaran 3,50%–3,75%. Di sisi lain, dolar AS tetap mendapat dukungan dari sikap hawkish The Fed dan kuatnya data ekonomi AS, sehingga penurunan USDJPY diperkirakan masih terbatas selama perbedaan imbal hasil kedua negara tetap signifikan. Support USDJPY berada di area 160,50, sementara resistance di area 161,80.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah dan diperdagangkan di area 0,8084 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi baru dalam beberapa pekan. Tekanan jual muncul akibat aksi ambil untung setelah reli penguatan dolar AS yang cukup panjang dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, membaiknya sentimen pasar global menyusul perkembangan positif dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran turut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, sehingga pergerakan pasangan mata uang ini cenderung terkoreksi dari level puncaknya.
Meski demikian, pelemahan USDCHF diperkirakan masih terbatas. Dolar AS tetap mendapat dukungan dari sikap Federal Reserve yang cenderung hawkish setelah mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% dan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi kembali meningkat. Di sisi lain, franc Swiss juga memperoleh dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven, terutama karena pasar masih mencermati keberlanjutan kesepakatan AS-Iran dan potensi munculnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kombinasi faktor tersebut membuat USDCHF berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan tetap bertahan di level tinggi. Support USDCHF berada di area 0,8040, sementara resistance di area 0,8100.
USDCAD - Pasangan mata uang ini menguat ke area 1,4144 pada perdagangan Jumat dan mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan pasangan mata uang ini didorong oleh melemahnya dolar Kanada yang tertekan oleh penurunan harga minyak dunia. Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat, pergerakan harga energi memiliki pengaruh besar terhadap kinerja mata uang Kanada. Ketika harga minyak turun, prospek pendapatan ekspor Kanada ikut melemah sehingga memberikan tekanan terhadap dolar Kanada.
Harga minyak WTI bergerak lebih rendah dan menuju penurunan mingguan yang cukup tajam setelah meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Sentimen tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal yang membuka jalan bagi negosiasi damai serta normalisasi arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Di sisi lain, dolar AS tetap memperoleh dukungan dari sikap Federal Reserve yang masih cenderung hawkish. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%, sejumlah pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Kombinasi melemahnya harga minyak dan kuatnya dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan USDCAD dalam jangka pendek. Support USDCAD berada di area 1,4100, sementara resistance di area 1,4180
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:45am | US | Fed Balance Sheet | $6.736T |
| $6.735T |
5:45am | NZD | Trade Balance | 800M | 875M | 1598M |
6:01am | GBP | GfK Consumer Confidence | -23 | -23 | -23 |
6:30am | JPY | National Core CPI y/y | 1.40% | 1.40% | 1.40% |