| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0931 | 0.13% |
GBPUSD | 1.2991 | 0.09% |
AUDUSD | 0.6364 | -0.13% |
NZDUSD | 0.5819 | -0.14% |
USDJPY | 149.18 | 0.31% |
USDCHF | 0.8775 | -0.19% |
USDCAD | 1.4303 | 0.01% |
GOLDUD | 3027.6 | 0.25% |
USD/IDR | 16419 | 0.05% |
Fokus GBPUSD:
Rabu, 19 Maret 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2994. Kenaikan pada performa pasangan mata uang Poundsterling terdukung akibat pelemahan yang terjadi pada mata uang USD. Dolar AS melemah menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Rabu, didukung oleh imbal hasil obligasi AS yang bertahan di level tinggi. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar 103,40, sementara imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun dan 10 tahun masing-masing berada di 4,04% dan 4,29%. Namun, tekanan tetap ada pada Dolar akibat data ekonomi yang lemah dan ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump, termasuk ancaman tarif baru yang dapat memicu ketidakstabilan ekonomi. Investor menunggu pandangan terbaru Fed mengenai arah kebijakan suku bunga, yang bisa menentukan pergerakan USD dalam jangka pendek.
Disisi Pound Sterling, mata uang ini diperdagangkan dengan suasana kehati-hatian menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis, di mana pasar memperkirakan suku bunga akan tetap di 4,5% dengan kemungkinan suara 7-2 dalam pemungutan suara. Dua anggota dewan, Catherine Mann dan Swati Dhingra, cenderung mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Namun, ekspektasi bahwa BoE akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih ketat dibandingkan dengan Fed dapat memberikan dukungan bagi Pound dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan kedua bank sentral dalam fokus, volatilitas GBPUSD dapat meningkat dalam beberapa sesi mendatang. Jika Fed mengisyaratkan kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga lebih lama dari yang diantisipasi, USD bisa menguat lebih lanjut dan menekan pasangan ini. Sebaliknya, jika BoE memberikan nada lebih optimistis terkait prospek ekonomi Inggris, Pound berpotensi kembali menembus level 1,3000. Sementara ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS dan prospek pertumbuhan ekonomi global tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar dalam waktu dekat.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di area 1.2950 dan resistance terdekatnya di zona 1.3145. Support lanjutan di zona 1.2915 dan dilanjutkan ke zona 1.2877. Resistance lanjutan di zona 1.3190 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3240.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0937. Pasangan mata uang EURUSD menguat seiring meningkatnya sentimen risiko menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Rabu. Pasar memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga dalam dua pertemuan mendatang, dengan kemungkinan pemotongan 25 basis poin pada Juni. Sementara itu, indeks harga konsumen harmonisasi (HICP) zona euro tidak diharapkan mengalami perubahan signifikan. Presiden ECB Christine Lagarde akan berbicara pada Kamis di tengah pertemuan pemimpin Uni Eropa, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut terkait kebijakan moneter di kawasan. Fokus pasar juga tertuju pada pemungutan suara di Bundestag terkait reformasi batas utang Jerman, yang berpotensi melemahkan EUR jika tidak mendapat dukungan mayoritas. Meskipun demikian, optimisme terhadap peningkatan batas utang Jerman telah memperkuat Euro dalam beberapa pekan terakhir. Investor juga mengamati perundingan AS-Rusia mengenai gencatan senjata di Ukraina, yang dapat mempengaruhi stabilitas geopolitik dan sentimen risiko global. Saat ini, EURUSD terus menunjukkan penguatan dibanding hari sebelumnya, didukung oleh prospek kebijakan ECB yang lebih hawkish dan ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi AS. Support terdekatnya di zona 1.0881 dan resistance terdekatnya di zona 1.0981.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6360. Dolar Australia (AUD) melemah meskipun ekonomi Australia menunjukan ketahanan. Indeks ekonomi utama Australia, Westpac Leading Index, naik menjadi 0,8% pada Februari dari 0,6% di Januari, menunjukkan ketahanan ekonomi domestik meskipun tekanan dari kebijakan tarif global mulai terasa. Namun, pernyataan pejabat Reserve Bank of Australia (RBA) menunjukkan sikap hati-hati terkait pemangkasan suku bunga, dengan fokus pada dampak kebijakan AS terhadap inflasi Australia. Selain tekanan dari kebijakan Fed, pelemahan AUD juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk ketegangan perdagangan dengan AS dan prospek ekonomi China. Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers menolak pendekatan konfrontatif dalam perang tarif, menekankan bahwa respons agresif hanya akan memperburuk kondisi ekonomi domestik. Sementara itu, China mengumumkan langkah-langkah stimulus baru untuk mendorong konsumsi dan stabilitas ekonomi, yang seharusnya memberikan dukungan bagi AUD. Namun, meskipun data ekonomi China menunjukkan perbaikan, ketidakpastian global tetap menjadi faktor utama yang menekan AUDUSD, dengan investor terus mencermati kebijakan moneter AS dan dinamika perdagangan global. Support terdekatnya di zona 0.6320 dan resistance terdekatnya di zona 0.6394.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5811. Mata uang Kiwi menguat setelah mendapat dorongan dari stimulus ekonomi China yang bertujuan meningkatkan konsumsi dan pertumbuhan. Sebagai mitra dagang utama China, ekonomi Selandia Baru mendapat manfaat dari kebijakan ini, yang mendukung apresiasi Dolar Selandia Baru (NZD). Sementara itu, Dolar AS (USD) tetap di bawah tekanan, mendekati level terendah lima bulan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed). Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, tetapi ketidakpastian ekonomi AS dan ancaman tarif dari Presiden Donald Trump terus membebani Greenback. Di sisi domestik, data ekonomi Selandia Baru menunjukkan pemulihan yang tidak merata, dengan sektor jasa kembali mengalami kontraksi, sementara sektor manufaktur mencatat pertumbuhan. Investor kini menantikan rilis data PDB kuartal keempat Selandia Baru minggu ini, yang diharapkan menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi lebih lanjut. Support terdekatnya di area 0.5786 dan resistance terdekatnya di zona 0.5838.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 149.18. Pasar memperkirakan BoJ akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan pekan ini, dengan fokus utama pada bagaimana dampak kenaikan tarif AS terhadap ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor. Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa tekanan inflasi domestik masih terjaga, memperkuat narasi bahwa BoJ berpotensi untuk terus melakukan normalisasi kebijakan secara bertahap. Tingkat inflasi inti Jepang meningkat ke 2,5% YoY pada Januari, level tertinggi sejak Maret 2024, dan tetap berada di atas target inflasi BoJ sebesar 2%. Selain itu, pertumbuhan upah karyawan Jepang semakin menguat, dengan rata-rata kenaikan upah untuk tahun fiskal 2025 mencapai 5,46%, melampaui kenaikan 5,28% tahun sebelumnya. Momentum reflasi di Jepang masih berlanjut, dengan perusahaan besar telah memenuhi tuntutan kenaikan upah serikat pekerja, sementara dampaknya terhadap bisnis kecil masih menjadi faktor kunci dalam menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya. Fokus utama pasar kini tertuju pada konferensi pers pasca-keputusan BoJ yang akan disampaikan oleh Gubernur Kazuo Ueda, di mana pelaku pasar mencari sinyal mengenai kecepatan dan skala potensi kenaikan suku bunga berikutnya. Saat ini, analis memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini, masing-masing sebesar 25 basis poin pada bulan Mei dan Oktober. Dari sisi eksternal, ketidakpastian kebijakan perdagangan AS di bawah pemerintahan Trump menambah kompleksitas bagi kebijakan BoJ. Rencana peningkatan tarif yang lebih luas berisiko memperlambat permintaan global dan membebani sektor ekspor Jepang, yang dapat membatasi ruang bagi BoJ untuk menaikkan suku bunga lebih agresif. Support terdekatnya di area 149.10 dan resistance terdekatnya di zona 149.56.
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4303. Kenaikan terjadi di tengah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Kanada yang lebih tinggi dari perkiraan. Tekanan inflasi yang meningkat dapat memberikan tekanan bagi Bank of Canada (BoC) terkait jalur kebijakan moneternya ke depan, sementara pasar juga mencermati kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. IHK utama Kanada naik 2,6% YoY pada Februari, jauh di atas ekspektasi 2,1% dan lebih tinggi dari angka Januari yang sebesar 1,9%. Secara bulanan, inflasi melonjak 1,1%, melampaui konsensus 0,6% dan kenaikan 0,1% pada bulan sebelumnya. IHK inti juga meningkat menjadi 2,7% YoY, naik dari 2,1% di bulan sebelumnya. Secara bulanan, inflasi inti tumbuh 0,7%, mengindikasikan tekanan harga yang lebih persisten di sektor yang lebih luas. Kenaikan tajam dalam inflasi ini menunjukkan bahwa kebijakan ekspansif BoC dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan dampaknya terhadap ekonomi. BoC telah memangkas suku bunga secara agresif dari 5,00% menjadi 2,75% dalam sembilan bulan terakhir untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, lonjakan inflasi ini dapat memaksa bank sentral untuk menunda pemangkasan lebih lanjut dan mengadopsi pendekatan yang lebih berhati-hati dalam kebijakan moneternya. Sementara itu, Dolar AS menunjukkan penguatan moderat di tengah kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap dalam kisaran 4,25%-4,50%. Jika The Fed tetap mempertahankan nada hawkish dan menegaskan bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama, USD bisa mendapatkan dorongan lebih lanjut, yang berpotensi menekan CAD. Support terdekatnya di zona 1.4293 dan resistance terdekatnya di zona 1.4311.
USDCHF – Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8775. Kenaikan Greenback yang didukung oleh data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan. Namun, ketidakpastian global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat membatasi potensi apresiasi lebih lanjut bagi pasangan mata uang ini. Indeks Dolar AS (DXY) naik ke 103,55, mencatat kenaikan 0,13% pada sesi perdagangan hari ini. Penguatan Greenback didorong oleh laporan Penjualan Ritel AS Februari, yang menunjukkan pemulihan moderat setelah revisi penurunan sebesar 1,2% di Januari. Data ini menunjukkan bahwa konsumen AS tetap cukup resilient, mendukung ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneternya dalam jangka pendek. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50% dalam pertemuan kebijakan moneter bulan Maret. Di sisi lain, ketidakpastian global terus meningkat setelah pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menegaskan bahwa Israel akan meningkatkan aksi militer terhadap Hamas. Pernyataan ini muncul setelah kelompok militan menolak kesepakatan pembebasan sandera yang dimediasi oleh AS. Konflik yang meningkat ini dapat mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss (CHF), membatasi potensi kenaikan USD/CHF dalam jangka pendek. Sementara itu, Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan memotong suku bunga kebijakan utamanya sebesar 25 basis poin menjadi 0,25% dalam pertemuan kebijakan hari Kamis. Jika SNB memberikan sinyal dovish mengenai prospek kebijakan moneternya, CHF dapat melemah lebih lanjut, mendukung kenaikan USD/CHF. Support terdekatnya di zona 0.8760 dan resistance terdekatnya di zona 0.8777.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:00am | NZD | Westpac Consumer Sentiment | 89.2 | - | 97.5 |
4:45am | NZD | Current Account | -7.04B | -6.68B | -10.84B |
6:30am | AUD | MI Leading Index m/m | 0.1% | - | 0.1% |
6:50am | JPY | Core Machinery Orders m/m | -3.5% | -0.1% | -1.2% |
6:50am | JPY | Trade Balance | 0.18T | 0.50T | -0.60T |
Tentative | JPY | BOJ Policy Rate | - | <0.50% | <0.50% |
Tentative | JPY | Monetary Policy Statement | - | - | - |
11:30am | JPY | Revised Industrial Production m/m | - | -1.1% | -1.1% |
Tentative | JPY | BOJ Press Conference | - | - | - |
Tentative | EUR | German 30-y Bond Auction | - | - | 2.70|2.5 |
5:00pm | EUR | Final Core CPI y/y | - | 2.6% | 2.6% |
5:00pm | EUR | Final CPI y/y | - | 2.4% | 2.5% |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | 0.8M | 1.4M |