| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0725 | 0.04% |
GBPUSD | 1.2560 | -0.06% |
AUDUSD | 0.6488 | -0.14% |
NZDUSD | 0.6084 | 0.13% |
USDJPY | 150.55 | -0.21% |
USDCHF | 0.8858 | -0.03% |
USDCAD | 1.3543 | -0.02% |
GOLDUD | 1992.49 | -0.10% |
COFU | 76.33 | -0.43% |
USD/IDR | 15570 | -0.06% |
Kamis, 15 Februari 2024 – Harga minyak mentah mengalami penurunan pada pagi ini ke level $76.33 karena melonjaknya persediaan minyak mentah AS serta pasar mengamati laporan bulanan OPEC.
Di sisi pasokan minyak mentah, American Petroleum Institute (API) melaporkan peningkatan yang signifikan pada persediaan minyak mentah AS. Menurut laporan Stok Minyak Mentah Mingguan API, persediaan minyak mentah melonjak sebesar 8,52 juta barel untuk minggu yang berakhir pada 5 Februari, melampaui ekspektasi pasar untuk kenaikan 2,6 juta barel. Selain itu, menurut Administrasi Informasi Energi, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan hingga 9 Februari melonjak 12 juta barel menjadi 439,5 juta barel pada minggu lalu, ekspektasi pelaku pasar yang memperkirakan kenaikan 2,6 juta barel karena penyulingan turun ke level terendah sejak Desember 2022. Melonjaknya persediaan minyak mentah AS mendorong turunnya harga minyak.
Dalam laporan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada hari Selasa, mengatakan permintaan minyak global akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari pada tahun 2024 dan sebesar 1,85 juta barel per hari pada tahun 2025. Di sisi lain, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, di mana ia menyoroti pentingnya koordinasi antara kedua negara untuk menjaga stabilitas pasar minyak. Kazakhstan mengatakan pihaknya akan memberikan kompensasi dalam beberapa bulan mendatang atas kelebihan produksi minyaknya pada bulan Januari, memenuhi komitmennya terhadap pengurangan produksi OPEC+
Data ekonomi AS melaporkan, di bulan Januari, Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Amerika Serikat (AS) mencapai 3,1%, melampaui prakiraan 2,9% namun sedikit lebih rendah dari angka sebelumnya yaitu 3,4%. Selain itu, inflasi bulan ke bulan naik 0,3%, berlawanan dengan ekspektasi untuk mempertahankan angka sebelumnya sebesar 0,2%. Kenaikan tak terduga pada data inflasi AS menekan ke bawah harga minyak, karena hal ini mengimplikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat yang berlanjut, membuat kekhawatiran pada kemungkinan mengurangi permintaan di pasar.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:30 | USD - Core Retail Sales m/m | - | 0.2% | 0.4% | |||||
20:30 | USD - Empire State Manufacturing Index | - | -13.7 | -43.7 | |||||
20:30 | USD - Retail Sales m/m | - | -0.2% | 0.6% | |||||
20:30 | USD - Unemployment Claims | - | 219K | 218K | |||||
20:30 | USD - Philly Fed Manufacturing Index | - | -8.0 | -10.6 | |||||
21:15 | USD - Industrial Production m/m | - | 0.20% | 0.10% | |||||