Home
>
News
>
Publication
>
Melemahnya Performa USDJPY Seiring Meningkatnya Kecemasan Pasar Atas Resesi AS
Melemahnya Performa USDJPY Seiring Meningkatnya Kecemasan Pasar Atas Resesi AS
Thursday, 10 April 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0944

0.26%

GBPUSD

1.2814

0.25%

AUDUSD

0.6151

0.33%

NZDUSD

0.5638

0.44%

USDJPY

147.70

-0.72%

USDCHF

0.8562

-0.55%

USDCAD

1.4077

-0.04%

GOLDUD

3080.5

0.68%

USD/IDR

16859

0.47%

Fokus USJPY:

  1. Jeda 90 hari Trump
  2. Data PPI Jepang

Kamis, 10 April 2025 – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 146.95. Dolar AS melemah terhadap Yen Jepang pada sesi perdagangan ini, terseret oleh kekhawatiran resesi akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Meskipun ada jeda 90 hari untuk sebagian besar tarif baru, pasar masih menilai dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan AS cukup serius. Notulen FOMC terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan di The Fed cenderung berhati-hati dan menunggu data lebih lanjut sebelum memangkas suku bunga, namun pasar kini mulai memperkirakan hingga lima kali pemangkasan sepanjang tahun ini. Ekspektasi ini terus menekan Dolar AS, yang gagal mempertahankan rebound-nya di tengah volatilitas pasar global.

Yen Jepang justru menguat, didorong oleh data Indeks Harga Produsen (PPI) Jepang yang lebih tinggi dari perkiraan, membuka peluang bagi Bank of Japan (BoJ) untuk melanjutkan pengetatan kebijakan. Kenaikan PPI tahunan sebesar 4,2% memicu spekulasi bahwa inflasi konsumen juga bisa meningkat, memperkuat alasan bagi BoJ untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutan. Harapan akan kesepakatan dagang antara Jepang dan AS turut menambah sentimen positif terhadap Yen, apalagi setelah pernyataan Trump yang menyatakan hubungan baik dengan Jepang dan kesiapan untuk berdialog lebih lanjut.

Meski BoJ tetap berhati-hati karena ketidakpastian ekonomi global, komentar Gubernur Ueda dan pejabat lainnya mengisyaratkan kesiapan menaikkan suku bunga jika inflasi inti terus mendekati target 2%. Yen juga mendapat dukungan dari lonjakan permintaan aset safe haven di tengah ketegangan perdagangan dan gejolak pasar ekuitas global. Dengan USDJPY saat ini tertekan di bawah level 147.00, fokus investor akan tertuju pada rilis data inflasi AS (CPI dan PPI) serta pernyataan lanjutan dari BoJ untuk mencari arah pergerakan berikutnya.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY turun. Support terdekatnya di area 145.94 dan resistance terdekatnya di zona 148.28. Support lanjutan di zona 145.40 dan dilanjutkan ke zona 147.96. Resistance lanjutan di zona 148.66 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 149.10.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0973. Penguatan kinerja mata uang Euro didorong oleh pelemahan dolar AS akibat meningkatnya tensi perang dagang antara AS dan China. Beijing resmi menaikkan tarif hingga 84% terhadap barang-barang AS sebagai respons atas kenaikan tarif sepihak oleh Presiden Trump. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan resesi di AS dan meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga pada Mei melonjak dari 10,6% menjadi 52,5%. Meski data inflasi AS (CPI) akan dirilis Kamis ini, pasar tampaknya lebih fokus pada dinamika geopolitik daripada data ekonomi rutin. Dari sisi Eropa, EUR tetap menguat meskipun ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa pejabat ECB, termasuk Francois Villeroy dan Gediminas Šimkus, mendukung pemangkasan suku bunga dengan alasan disinflasi dan dampak tarif AS terhadap ekonomi zona euro. Meski tekanan dovish dari ECB cukup tinggi, kekuatan euro justru ditopang oleh pelemahan dolar dan stabilitas politik Jerman pasca terbentuknya koalisi pemerintahan baru. Namun, investor tetap waspada karena penguatan EURUSD bisa tertahan bila ketegangan dagang mulai mereda atau jika data inflasi AS memberikan kejutan. Support terdekatnya di zona 1.0906 dan resistance terdekatnya di zona 1.1011.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2829. Kenaikan kinerja pasangan mata uang Poundsterling seiring pulihnya sentimen pasar global setelah pemerintahan Trump menunda penerapan tarif tambahan selama 90 hari. Meski Presiden Trump tetap memberlakukan tarif “resiprokal” sebesar 10% dan menaikkan tarif barang-barang China hingga 125%, pelaku pasar merespons positif langkah penundaan ini. Pound menguat tipis sekitar 0,3% terhadap Dolar AS, di tengah ketidakpastian yang masih membayangi prospek ekonomi AS. Ketidakpastian ini juga membuat pelaku pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, meskipun data inflasi dan sentimen konsumen AS yang akan dirilis akhir pekan ini tetap menjadi sorotan utama. Dari sisi Inggris, tidak ada rilis data ekonomi penting minggu ini, sehingga pergerakan Pound masih ditentukan oleh tren pasar global. Sentimen terhadap GBP tetap stabil seiring melemahnya USD akibat kekhawatiran resesi di AS dan potensi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Notulen rapat FOMC terbaru juga menjadi perhatian pelaku pasar, meski rapat tersebut terjadi sebelum eskalasi tarif saat ini. Support terdekatnya di area 1.2762 dan resistance terdekatnya di zona 1.2902.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6127. Pasangan mata uang AUDUSD  mengalami kenaikan ditengah terjadinya pelemahan Dolar AS yang terseret oleh membaiknya sentimen risiko global. Langkah Presiden AS Donald Trump yang menunda sebagian besar tarif selama 90 hari memicu reli di pasar saham dan mendukung mata uang berisiko seperti Dolar Australia. Meski notulen rapat The Fed menunjukkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi, pasar menilai nada bank sentral AS masih cenderung berhati-hati. Namun, penguatan AUD kemungkinan terbatas. Meskipun pelemahan USD memberi ruang naik jangka pendek, outlook ekonomi Australia tetap lemah. Ketegangan perdagangan antara AS dan China terus membayangi, mengingat ekspor Australia sangat bergantung pada China. Di sisi domestik, data indeks kepercayaan konsumen dan bisnis menunjukkan penurunan tajam, memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga hingga 100 basis poin tahun ini, dimulai dari Mei. Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, pasar tetap waspada terhadap potensi pelemahan lanjutan AUD di bulan-bulan mendatang. Support terdekatnya di zona 0.6066 dan resistance terdekatnya di zona 0.6208.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5631. Naiknya kinerja mata uang Dollar Kiwi terjadi setelah sempat mengalami pelemahan akibat rilis data inflasi China yang lebih lemah dari perkiraan. CPI China untuk Maret turun 0,1% secara tahunan, jauh di bawah ekspektasi pasar, memicu kekhawatiran tentang perlambatan permintaan dari mitra dagang utama Selandia Baru. Meski begitu, penguatan Dolar AS mulai mereda menyusul keputusan Presiden Trump untuk menunda sebagian besar tarif baru selama 90 hari terhadap negara-negara non-China, yang membantu sentimen risiko global pulih dan mendukung Dolar Selandia Baru. Dari sisi kebijakan moneter, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin minggu ini, sesuai ekspektasi. Namun, pasar kini memperkirakan potensi pemangkasan tambahan hingga 100 bps hingga akhir 2025, seiring tekanan dari inflasi rendah dan ketegangan dagang yang membebani prospek pertumbuhan. Meskipun NZD mendapatkan dukungan jangka pendek dari pelemahan USD, outlook jangka menengah tetap rentan, terutama jika eskalasi perang dagang AS-China terus berlanjut dan menekan ekspor Selandia Baru. Support terdekatnya di area 0.5600 dan resistance terdekatnya di zona 0.5681.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4102. Kinerja mata uang USDCAD melemah meskipun sempat pulih tipis. Dolar AS kehilangan momentumnya terhadap Dolar Kanada seiring menguatnya harga minyak mentah, yang memberi dukungan pada CAD sebagai mata uang berbasis komoditas. Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan tarif baru selama 90 hari untuk sebagian besar mitra dagang, yang menenangkan pasar dan menekan permintaan terhadap USD sebagai safe haven. Di sisi lain, pelaku pasar kini menanti data inflasi AS (CPI) untuk Maret yang akan dirilis hari ini, yang dapat memberikan sinyal arah kebijakan suku bunga The Fed berikutnya. Namun, dengan peluang pemangkasan suku bunga hanya sekitar 40%, fokus investor saat ini juga tertuju pada dinamika harga minyak dan dampaknya terhadap ekonomi Kanada. Support terdekatnya di zona 1.4050 dan resistance terdekatnya di zona 1.4148.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8533. Pasangan mata uang Swiss mengalami penurunan seiring meningkatnya permintaan terhadap Franc Swiss sebagai aset safe haven di tengah kekacauan pasar akibat kebijakan tarif besar-besaran Presiden AS Donald Trump. Kekhawatiran resesi di AS mendorong pelaku pasar untuk kembali memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, dengan kemungkinan sebesar 65% untuk pemotongan di bulan Mei dan total 100 basis poin hingga akhir tahun. Selain itu, keputusan Trump untuk tetap menjalankan tarif tinggi terhadap 86 negara, termasuk tarif lebih besar untuk Swiss dibanding negara tetangganya di Eropa, menambah tekanan pada USD. Di sisi lain, meski ada ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Swiss National Bank (SNB), penguatan CHF tetap dominan berkat meningkatnya aversi risiko global. Support terdekatnya di area 0.8464 dan resistance terdekatnya di zona 0.8622.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

10-y Bond Auction

4.44|2.7

-

4.31|2.6

1:00am

USD

FOMC Meeting Minutes

-

-

-

6:01am

GBP

RICS House Price Balance

2%

8%

11%

6:50am

JPY

Bank Lending y/y

2.8%

3.1%

3.0%

6:50am

JPY

PPI y/y

4.2%

3.9%

4.1%

8:00am

AUD

MI Inflation Expectations

4.2%

-

3.6%

8:30am

CNY

CPI y/y

-0.1%

0.0%

-0.7%

8:30am

CNY

PPI y/y

-2.5%

-2.3%

-2.2%

3:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

-0.9%

3.2%

Tentative

CNY

New Loans

-

3020B

1010B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

7.0%

7.0%

Tentative

EUR

Spanish 10-y Bond Auction

-

-

3.38|1.5

5:00pm

AUD

RBA Gov Bullock Speaks

-

-

-

5:00pm

EUR

German Buba Monthly Report

-

-

-

7:30pm

CAD

Building Permits m/m

-

-0.4%

-3.2%

7:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.2%

7:30pm

USD

CPI m/m

-

0.1%

0.2%

7:30pm

USD

CPI y/y

-

2.5%

2.8%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

223K

219K

8:00pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

60B

29B

11:00pm

CHF

Gov Board Member Tschudin Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

FOMC Member Harker Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788