Home
>
News
>
Publication
>
Mata Uang USD/JPY Tertekan ke Level Terendah Bulanan, Spekulasi Intervensi Jepang dan Pelemahan Dolar AS Membayangi
Mata Uang USD/JPY Tertekan ke Level Terendah Bulanan, Spekulasi Intervensi Jepang dan Pelemahan Dolar AS Membayangi
Monday, 26 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1861

0.30%

GBPUSD

1.3657

0.17%

AUDUSD

0.6919

0.16%

NZDUSD

0.5965

0.17%

USDJPY

154.63

-0.28%

USDCHF

0.7747

-0.09%

USDCAD

1.3695

-0.13%

GOLDUD

5015.63

1.40%

USD/IDR

16,833

0.00%

Fokus USD/JPY:

  1. Spekulasi intervensi otoritas Jepang
  2. Sikap Bank of Japan (BoJ)

Senin, 26 Januari 2026 – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 154.63 dan turun -0.28%. USD/JPY berada di bawah tekanan tajam setelah yen Jepang menguat signifikan di tengah meningkatnya spekulasi intervensi otoritas Jepang untuk menahan pelemahan mata uang. Pasangan ini sempat turun ke area 154,2-154,8, level terendah sejak pertengahan Desember, setelah laporan pasar menyebutkan Federal Reserve Bank of New York menghubungi sejumlah institusi keuangan untuk menanyakan pergerakan nilai tukar yen. Langkah tersebut, meski tidak dikonfirmasi secara resmi sebagai “rate check”, dipersepsikan pasar sebagai sinyal koordinasi kebijakan antara AS dan Jepang. Pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menegaskan kesiapan pemerintah mengambil langkah terhadap pergerakan nilai tukar yang “spekulatif dan tidak normal” semakin memperkuat ekspektasi bahwa intervensi langsung dapat dilakukan apabila volatilitas berlanjut.

Dari sisi kebijakan moneter, sikap Bank of Japan (BoJ) turut menjadi faktor pendukung penguatan yen dalam jangka pendek. BoJ mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75% tertinggi dalam tiga dekade terakhir, namun menyampaikan nada yang relatif hawkish dengan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ekspektasi inflasi inti untuk tahun fiskal 2026. Bahkan, muncul perbedaan pandangan di internal dewan, dengan satu anggota mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pernyataan BoJ bahwa suku bunga riil masih berada di level yang sangat rendah dan komitmen untuk melanjutkan pengetatan apabila prospek ekonomi terealisasi, memperkuat persepsi bahwa kesenjangan suku bunga AS–Jepang berpotensi menyempit. Di saat yang sama, pasar global mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, dengan peluang pemangkasan suku bunga AS yang tetap terbuka di paruh kedua tahun ini, sehingga menekan daya tarik dolar AS.

Meski demikian, faktor politik domestik Jepang menambah kompleksitas arah USD/JPY ke depan. Menjelang pemilu Februari, rencana kebijakan fiskal ekspansif di bawah kepemimpinan Takaichi termasuk wacana penurunan tarif pangan telah mengguncang pasar obligasi dan memunculkan kekhawatiran terkait keberlanjutan fiskal Jepang. Sejumlah pelaku pasar menilai bahwa intervensi valuta asing hanya bersifat menahan laju depresiasi yen secara temporer, bukan membalikkan tren secara struktural apabila belanja fiskal meningkat signifikan. Namun, dalam jangka pendek hingga menengah, kombinasi antara ancaman intervensi, sikap BoJ yang semakin hawkish, serta melemahnya dolar AS akibat isu “Sell America trade” dan ketidakpastian geopolitik global, menjaga bias USD/JPY tetap cenderung ke bawah dengan volatilitas yang tinggi.

Tekanan masih terlihat, dengan support terdekat di 154.00 dan resistance di 155.30.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1861 dan menguat 0.30%. EUR/USD menunjukkan penguatan yang solid secara mingguan dan bertahan di dekat level tertinggi beberapa bulan terakhir, meskipun data ekonomi kawasan Eropa sendiri relatif campuran. Flash PMI Zona Euro belum sepenuhnya memberikan dorongan kuat, terutama dari sektor jasa yang masih moderat, namun perbaikan bertahap di sektor manufaktur Jerman membantu menjaga sentimen tetap konstruktif. Di sisi lain, euro mendapat dukungan signifikan dari melemahnya dolar AS secara luas, seiring meningkatnya keraguan investor terhadap stabilitas kebijakan dan kepemimpinan global Amerika Serikat. Pelemahan dolar terutama dipicu oleh ketegangan geopolitik AS–Eropa terkait isu Greenland, yang memicu kembali narasi Sell America. Meskipun Presiden Donald Trump kemudian melunakkan sikapnya dan menarik ancaman tarif terhadap Uni Eropa, kerusakan sentimen telah terjadi. Investor menilai pendekatan kebijakan luar negeri AS semakin tidak dapat diprediksi, sehingga mengurangi daya tarik dolar sebagai aset safe haven utama. Kondisi ini membuat EUR/USD tetap mendapat dukungan meski data ekonomi AS relatif solid, karena faktor politik dan kepercayaan pasar kini menjadi penentu utama pergerakan. Penguatan masih terjaga, dengan support terdekat di 1.1820 dan resistance di 1.1910.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3657 dan naik 0.17%. GBP/USD mencatat penguatan tajam dan menjadi salah satu mata uang G10 dengan performa terbaik, didorong oleh rangkaian data ekonomi Inggris yang melampaui ekspektasi. Kenaikan penjualan ritel, perbaikan aktivitas sektor jasa, serta membaiknya sentimen bisnis mengindikasikan bahwa perekonomian Inggris masih menunjukkan ketahanan yang kuat. Data ini membuat pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England dalam waktu dekat, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi pound sterling. Di sisi eksternal, pelemahan dolar AS turut memperbesar ruang penguatan GBP/USD. Kekhawatiran terhadap arah kebijakan perdagangan dan independensi kebijakan moneter AS, terutama terkait proses penunjukan pimpinan The Fed berikutnya, menekan minat investor terhadap dolar. Kombinasi fundamental domestik Inggris yang solid dan tekanan sentimen global terhadap dolar menjadikan GBP/USD tetap berada dalam tren positif, meskipun pasar tetap waspada menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve berikutnya. Pergerakan cenderung positif terbatas, dengan support di 1.3615 dan resistance terdekat di 1.3705.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6919 dan menguat 0.16%. AUD/USD tampil sangat kuat dan menjadi salah satu sorotan utama pasar valuta asing, didukung oleh kombinasi data domestik Australia yang impresif dan sentimen global yang mendukung aset berisiko. Lonjakan signifikan pada data ketenagakerjaan, penurunan tingkat pengangguran, serta inflasi yang kembali menunjukkan tekanan naik memperkuat pandangan bahwa Reserve Bank of Australia tidak memiliki urgensi untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Bahkan, pasar mulai mempertimbangkan kembali kemungkinan pengetatan lanjutan, sesuatu yang jarang terjadi di tengah tren global pelonggaran moneter. Selain faktor domestik, dolar Australia juga diuntungkan oleh melemahnya dolar AS akibat meningkatnya arus Sell America trade. Ditambah lagi, reli harga komoditas utama seperti emas, perak, dan tembaga—di mana Australia merupakan eksportir besar—memberikan dukungan fundamental tambahan bagi AUD. Hubungan dagang yang kuat dengan China serta stimulus ekonomi Beijing turut menjaga prospek permintaan eksternal. Kombinasi faktor-faktor ini menjadikan AUD/USD relatif unggul dibandingkan mata uang utama lainnya. Penguatan masih berlanjut, dengan support terdekat di 0.6885 dan resistance di 0.6965.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5965 dan naik 0.17%. NZD/USD menguat ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, didorong oleh data inflasi Selandia Baru yang kembali melampaui target bank sentral. Kenaikan inflasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand akan mempertahankan sikap ketat lebih lama, bahkan membuka peluang penyesuaian kebijakan ke arah yang lebih hawkish jika tekanan harga berlanjut. Sentimen ini membuat dolar Selandia Baru menarik di mata investor global, khususnya di tengah pencarian imbal hasil yang lebih stabil. Di sisi lain, pelemahan dolar AS turut menjadi katalis penting bagi penguatan NZD/USD. Meskipun data ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan, fokus pasar kini lebih tertuju pada risiko politik, kebijakan perdagangan, dan potensi intervensi pasar valuta asing oleh negara lain. Selama ketidakpastian ini berlanjut dan sentimen risiko global tetap positif, NZD/USD diperkirakan tetap memiliki dukungan yang kuat meski sesekali terjadi aksi ambil untung. Bias pergerakan masih positif, dengan support di 0.5930 dan resistance terdekat di 0.6005.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7747 dan melemah -0.09%. USD/CHF bergerak melemah dan berada dekat level terendah beberapa pekan terakhir, mencerminkan berkurangnya daya tarik dolar AS sebagai aset lindung nilai utama. Meredanya ketegangan geopolitik AS–Eropa memang sempat memberi dukungan sementara bagi dolar, namun kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve dan arah kebijakan ekonomi AS kembali menekan sentimen. Investor global terlihat lebih selektif dalam menempatkan dana ke aset dolar, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian politik. Di sisi Swiss franc, meskipun Swiss National Bank mengakui potensi inflasi negatif dalam beberapa bulan ke depan, hal tersebut belum cukup untuk melemahkan CHF secara signifikan. Franc tetap dipandang sebagai aset safe haven yang kredibel, terutama ketika kepercayaan terhadap kebijakan AS mulai tergerus. Alhasil, USD/CHF cenderung tetap berada di bawah tekanan selama narasi Sell America masih mendominasi pasar global. Pelemahan masih terbatas, dengan support di 0.7715 dan resistance terdekat di 0.7785.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3695 dan turun -0.13%. USD/CAD mengalami tekanan signifikan dan mencatat penurunan beruntun, seiring melemahnya dolar AS dan membaiknya data ekonomi domestik Kanada. Kenaikan penjualan ritel Kanada yang melampaui ekspektasi menunjukkan bahwa konsumsi domestik masih cukup kuat, sehingga membantu menopang dolar Kanada. Di saat yang sama, pasar menilai Bank of Canada cenderung bersikap lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru mengubah kebijakan suku bunga, yang membantu menjaga stabilitas CAD. Namun, faktor politik tetap menjadi risiko utama bagi pasangan ini. Ancaman tarif tinggi dari Presiden Trump terhadap Kanada kembali memunculkan ketidakpastian hubungan dagang, meskipun pasar juga menyadari pola retorika Trump yang sering kali tidak berujung pada kebijakan ekstrem. Selama dolar AS berada di bawah tekanan sentimen global dan tidak ada eskalasi nyata dalam konflik perdagangan, USD/CAD cenderung tetap bergerak lemah dengan bias ke bawah. Pergerakan cenderung melemah terbatas, dengan support terdekat di 1.3660 dan resistance di 1.3745.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

AUD

Bank Holiday

-

-

-

4:00pm

EUR

German ifo Business Climate

-

88.3

87.6

6:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

8:30pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

-

0.30%

0.10%

8:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

-

3.10%

-2.20%

9:00pm

EUR

Belgian NBB Business Climate

-

-10.2

-11.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788