| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1610 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3377 | -0.14% |
AUDUSD | 0.6494 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5746 | -0.23% |
USDJPY | 151.48 | 0.31% |
USDCHF | 0.7949 | 0.25% |
USDCAD | 1.4021 | -0.10% |
GOLDUD | 4124.28 | -2.91% |
USD/IDR | 16584 | 0.00% |
Fokus USDCAD:
Rabu, 22 Oktober 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.4021, melemah -0.10%. Dolar Kanada (CAD) menguat terhadap dolar AS (USD) setelah data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan, mempersempit peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC). Inflasi tahunan Kanada pada September tercatat naik menjadi 2,4%, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, dibandingkan 1,9% pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan harga pangan dan berkurangnya penurunan harga bahan bakar, mencerminkan permintaan domestik yang masih cukup tangguh di tengah perlambatan global. Sementara itu, inflasi inti juga menunjukkan tren kenaikan menuju 2,8%, menandakan bahwa tekanan harga bersifat lebih persisten dan dapat menahan BoC untuk melanjutkan pelonggaran moneter dalam waktu dekat.
Kondisi ini menyebabkan pasar menurunkan ekspektasi terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan kebijakan BoC akhir bulan ini. Sebelum data dirilis, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkirakan sekitar 86%, namun kini turun ke kisaran 74%, mencerminkan perubahan persepsi pasar terhadap arah kebijakan moneter Kanada. Meskipun tekanan inflasi meningkat, BoC tetap dihadapkan pada dilema antara menjaga stabilitas harga dan mendukung aktivitas ekonomi yang melambat. Survei bisnis BoC terbaru menunjukkan sentimen dunia usaha yang masih hati-hati, di mana perusahaan belum berencana memperluas investasi akibat lemahnya permintaan ekspor dan dampak tarif perdagangan Amerika Serikat. Dengan demikian, arah kebijakan BoC ke depan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara stabilitas inflasi dan prospek pertumbuhan domestik.
Dari sisi eksternal, harga minyak mentah yang relatif stabil turut menjadi penopang bagi dolar Kanada. Minyak, yang merupakan komoditas ekspor utama Kanada, menunjukkan sedikit pemulihan di tengah ekspektasi penurunan stok minyak AS dan potensi pemulihan permintaan global. Namun, kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan dari OPEC+ serta peningkatan kapasitas produksi kilang China masih membatasi prospek kenaikan harga secara signifikan. Di sisi lain, dolar AS menghadapi tekanan akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) yang berkepanjangan serta meningkatnya spekulasi terhadap pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada akhir bulan ini. Kombinasi faktor-faktor tersebut memperlemah posisi USD secara global dan memperkuat CAD di pasar valuta asing, dengan prospek jangka pendek yang masih mendukung penguatan mata uang Kanada selama tekanan inflasi domestik tetap tinggi.
Harga pada pasangan mata uang USDCAD melemah. Support terdekat berada di 1.3995, dan resistance di 1.4045. Support lanjutan berada di zona 1.3950 dan dilanjutkan ke zona 1.3910. Resistance lanjutan berada di zona 1.4070 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4095.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1610 dan melemah -0.11%. Euro melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian politik di Amerika Serikat akibat berlarutnya government shutdown. Sentimen pasar cenderung mendukung dolar setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan retorikanya terhadap China dan memberi sinyal adanya pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, yang memunculkan harapan akan kemajuan negosiasi dagang. Optimisme ini membuat investor kembali masuk ke aset berdenominasi dolar AS di tengah absennya katalis ekonomi utama di Eropa. Selain itu, pasar menilai bahwa meskipun The Fed berpotensi memangkas suku bunga dalam dua pertemuan mendatang, ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan yang relatif kuat, sehingga tidak memberi ruang signifikan bagi pelemahan dolar. Dari sisi Eropa, euro masih dibebani oleh lemahnya data makroekonomi kawasan. Inflasi produsen Jerman yang turun dan aktivitas manufaktur yang stagnan menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi yang persisten. Pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) juga masih bernada hati-hati, menegaskan bahwa kebijakan moneter longgar masih diperlukan untuk menopang pertumbuhan. Ketidakpastian geopolitik di Ukraina dan lambatnya pemulihan fiskal di beberapa negara anggota memperburuk prospek ekonomi regional. Dengan demikian, EURUSD berisiko melanjutkan pelemahan karena investor menilai selisih fundamental antara AS dan Zona Euro masih terlalu lebar untuk mendukung penguatan euro dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.1580, sementara resistance di 1.1635.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3377, turun -0.14%. Pound Sterling kembali melemah terhadap dolar AS karena tekanan dari sisi fiskal dan ketidakpastian kebijakan ekonomi Inggris. Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menegaskan rencana untuk menaikkan pajak dan menahan belanja guna menjaga disiplin fiskal, langkah yang dianggap perlu untuk mempertahankan kepercayaan investor pasca lonjakan imbal hasil obligasi Inggris. Namun, strategi ini dinilai berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah inflasi yang masih tinggi. Kekhawatiran terhadap keseimbangan antara stabilitas fiskal dan pertumbuhan mendorong investor menghindari eksposur terhadap aset Inggris menjelang rilis data inflasi terbaru yang diperkirakan tetap di atas target Bank of England (BoE). Di sisi lain, dolar AS tetap kokoh di tengah ekspektasi bahwa ekonomi AS masih lebih tangguh dibanding Inggris. Meskipun pasar sudah memperhitungkan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, dolar tetap menjadi pilihan utama karena kondisi ketidakpastian global yang membuat investor lebih memilih aset berisiko rendah. Perbandingan fundamental ini membuat pasangan GBPUSD terus menghadapi tekanan, terutama karena pasar menilai ruang pelonggaran moneter BoE semakin sempit di tengah tekanan fiskal yang meningkat dan ancaman resesi teknikal di Inggris. Support terdekat berada di 1.3350, dan resistance di 1.3400.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6494 dan melemah -0.17%. Dolar Australia tertekan di tengah penurunan harga komoditas global dan kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan dari China, mitra dagang utama Australia. Pelemahan sektor pertambangan serta turunnya harga emas dan mineral strategis menekan prospek ekspor Australia. Walau terdapat kabar positif mengenai kesepakatan perdagangan antara AS dan Australia terkait pasokan mineral kritis, efeknya masih terbatas karena investor menilai kebijakan tersebut belum mampu mengimbangi tekanan eksternal yang lebih besar. Kondisi global yang tidak stabil, termasuk risiko resesi ringan di beberapa negara maju dan shutdown pemerintah AS, turut memperkuat dolar AS sebagai aset aman. Sementara itu, Reserve Bank of Australia (RBA) masih mempertahankan kebijakan suku bunga yang relatif ketat dengan pendekatan hati-hati terhadap inflasi yang mulai terkendali. Namun, tanpa dukungan dari sektor ekspor dan investasi, prospek ekonomi Australia tetap lemah. Dengan minimnya katalis positif domestik serta tekanan dari penguatan dolar global, AUDUSD berpotensi melanjutkan tren pelemahan. Investor menunggu sinyal lebih jelas dari perkembangan ekonomi China untuk menentukan arah pergerakan berikutnya bagi dolar Australia. Support terdekat berada di 0.6470, sedangkan resistance di 0.6515.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5746 dan melemah -0.23%. Dolar Selandia Baru juga mencatat pelemahan terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan berkurangnya minat risiko pasar. Investor cenderung menahan diri untuk mengambil posisi pada mata uang berimbal hasil tinggi seperti NZD karena belum adanya kepastian mengenai arah kebijakan moneter global. Walau hubungan dagang AS–China menunjukkan tanda pelonggaran, pasar menilai belum ada langkah konkret yang dapat meningkatkan ekspor Selandia Baru, terutama dalam sektor susu dan pertanian. Sementara itu, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin tinggi tidak cukup untuk menekan dolar AS karena ketahanan ekonomi AS yang tetap solid. Dari sisi domestik, ekonomi Selandia Baru masih menghadapi tantangan dari permintaan eksternal yang lemah dan inflasi yang belum turun signifikan. Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) diperkirakan akan mempertahankan sikap hati-hati sambil menunggu data ekonomi lanjutan untuk menentukan arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Keterbatasan dukungan dari faktor fundamental domestik membuat NZD tetap dalam posisi rentan terhadap pelemahan lebih lanjut. Dengan kondisi pasar global yang masih cenderung defensif dan dolar AS yang terus menunjukkan kekuatan, pasangan NZDUSD kemungkinan masih akan bergerak dalam tren melemah hingga muncul katalis baru yang lebih kuat. Support terdekat berada di 0.5720, dan resistance di 0.5770.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 151.48, melemah terhadap Dolar AS dengan kenaikan 0.31%. Pasangan USDJPY menguat signifikan mendekati level 151,90 setelah parlemen Jepang resmi memilih Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri baru. Terpilihnya Takaichi, yang dikenal berpandangan dovish dan pro–stimulus fiskal, menimbulkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter longgar akan tetap dipertahankan lebih lama, sehingga menekan prospek penguatan Yen. Selain itu, pembentukan kabinet baru yang memasukkan Satsuki Katayama sebagai Menteri Keuangan—tokoh yang sebelumnya mengkritisi pelemahan Yen yang berlebihan—menunjukkan adanya ketidakseimbangan arah kebijakan fiskal dan moneter Jepang. Ketidakpastian ini mendorong investor memilih dolar AS, apalagi di tengah potensi penundaan langkah pengetatan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang semakin jauh dari ekspektasi pasar. Dari sisi eksternal, dolar AS mendapatkan dukungan tambahan karena meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang penyelesaian sebagian isu dagang antara AS dan China. Meski pemerintah AS masih dalam kondisi shutdown, komentar optimistis dari Gedung Putih bahwa kebuntuan politik bisa segera berakhir telah menopang sentimen positif terhadap aset berdenominasi dolar. Sementara itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap tinggi, tetapi kekuatan fundamental ekonomi AS yang relatif stabil membuat dolar tidak kehilangan momentumnya. Kombinasi kebijakan Jepang yang cenderung longgar dan ketahanan ekonomi AS menjadikan USDJPY berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 151.10, dan resistance di 151.80.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7949 dan naik 0.25%. Dolar AS juga menguat terhadap Franc Swiss, didorong oleh berkurangnya minat pasar terhadap aset safe haven di tengah meredanya kekhawatiran geopolitik global. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunjukkan keyakinan akan tercapainya kesepakatan perdagangan dengan China di KTT APEC akhir bulan ini mendorong penguatan dolar secara luas. Sementara itu, data ekonomi Swiss menunjukkan pelemahan yang cukup nyata, dengan proyeksi pertumbuhan PDB tahun ini hanya 1,3% dan revisi turun untuk tahun 2026 menjadi 0,9%. Prospek yang melambat ini mengurangi daya tarik Franc di mata investor, terutama ketika permintaan terhadap aset aman mulai surut. Di sisi lain, dolar AS masih mendapat sokongan dari ekspektasi bahwa kebuntuan politik di Washington terkait shutdown akan segera terselesaikan. Walau pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada dua pertemuan mendatang, kombinasi dari pemulihan sentimen risiko dan stabilitas ekonomi AS tetap menjaga kekuatan dolar. Sementara Franc Swiss menghadapi tekanan dari lemahnya ekspor dan turunnya surplus perdagangan, USDCHF cenderung bergerak dalam tren menguat. Dengan ketidakseimbangan antara outlook ekonomi AS dan Swiss yang semakin lebar, peluang kenaikan pasangan ini dalam jangka menengah masih terbuka selama tidak muncul guncangan eksternal baru. Support terdekat berada di 0.7920, dan resistance di 0.7975.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:30am | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
6:38am | NZD | GDT Price Index | -1.4% | - | -1.6% |
6:50am | JPY | Trade Balance | -0.31T | -0.11T | -0.17T |
1:00pm | GBP | CPI y/y | - | 4.0% | 3.8% |
1:00pm | GBP | Core CPI y/y | - | 3.7% | 3.6% |
1:00pm | GBP | PPI Input m/m | - | 0.3% | 0.8% |
1:00pm | GBP | PPI Output m/m | - | 0.2% | 0.5% |
1:00pm | GBP | RPI y/y | - | 4.7% | 4.6% |
Tentative | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -12.7% |
3:30pm | GBP | HPI y/y | - | 2.5% | 2.8% |
7:25pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | 2.2M | 3.5M |