| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1556 | -0.08% |
GBPUSD | 1.3173 | -0.12% |
AUDUSD | 0.6528 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5636 | 0.20% |
USDJPY | 154.13 | 0.23% |
USDCHF | 0.8044 | 0.21% |
USDCAD | 1.4021 | -0.06% |
GOLDUD | 4,116.83 | 0.60% |
COFU | 60.07 | -0.33% |
USD/IDR | 16,661 | 0.00% |
Selasa, 11 November 2025 - Harga minyak hari ini terpantau bergerak terkoreksi bearish pasca melonjaknya pembatalan penerbangan di AS akibat masih belum dibukanya kembali pemerintah federal. Meski demikian, sinyal positif komitmen AS dan China terhadap kesepakatan dagang yang telah dicapai, serta gangguan operasi di ladang minyak Lukoil di Irak membatasi koreksi harga lebih lanjut.
Pembatalan penerbangan di AS melonjak meskipun Senat AS telah mencapai kesepakatan pada hari Minggu untuk mengakhiri penutupan pemerintah. Data yang dipublikasikan FlightAware menunjukkan bahwa hingga pukul 21.30 ET hari Senin, lebih dari 8.700 penerbangan di dalam, ke, atau dari AS telah ditunda, dan lebih dari 2.300 penerbangan dibatalkan pada hari itu. Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengancam akan memotong gaji pengendali lalu lintas udara yang tidak kembali bekerja. Penundaan dan pembatalan penerbangan yang terus meningkat itu berpotensi meluas dan mengganggu aktivitas perjalanan udara di AS.
Turut membebani harga, volume minyak yang disimpan di atas kapal di perairan Asia meningkat dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir setelah pengetatan sanksi Barat yang turut berdampak pada pengiriman ke Tiongkok dan India, kata para analis yang dikutip Reuters pada hari Senin. Perusahaan pelacakan kapal Kpler melaporkan jumlah minyak yang disimpan di fasilitas penyimpanan minyak terapung di kawasan Asia-Pasifik mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yaitu 53 juta barel, pada akhir Oktober, atau melonjak sekitar 20 juta barel dari awal September.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan Tiongkok pada hari Senin mengumumkan penangguhan biaya pelabuhan terhadap kapal-kapal terkait AS - termasuk lima anak perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean Co Ltd - selama satu tahun, yang akan berlaku mulai Senin pukul 13.01 waktu setempat (05.01 GMT). Keputusan tersebut merupakan bentuk timbal balik setelah Washington mengumumkan penangguhan serupa terhadap sektor pelayaran dan pembuatan kapal terkait Tiongkok, yang sekaligus menandai komitmen AS dan China terhadap kesepakatan dagang yang dicapai dalam dalam pertemuan puncak di Korea Selatan bulan lalu.
Dukungan lainnya datang dari berita salah satu perusahaan minyak terbesar Rusia, Lukoil, yang pada hari Senin menyatakan keadaan kahar di ladang minyak West Qurna-2 di Irak akibat sanksi AS yang menyebabkan gangguan operasional di ladang minyak yang memproduksi sekitar 480.000 bph, dan menyumbang sekitar 9% dari total produksi minyak Irak itu. Tiga sumber pada hari Senin mengatakan Irak telah menghentikan semua pembayaran tunai dan minyak mentah kepada Lukoil karena sanksi AS tersebut. Sekitar 4 juta barel minyak mentah yang dialokasikan untuk pembayaran dalam bentuk barang kepada Lukoil untuk bulan November, telah dibatalkan, tambah salah satu sumber.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
18:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 98.3 | 98.8 |
20:15 | USA - ADP Employment Change Weekly |
|
| 14.25K |