Home
>
News
>
Publication
>
Lonjakan Harga Minyak Tekan Prospek Penurunan Suku Bunga, Emas Masih Bertahan
Lonjakan Harga Minyak Tekan Prospek Penurunan Suku Bunga, Emas Masih Bertahan
Tuesday, 10 March 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1615

0.26%

GBPUSD

1.3426

0.16%

AUDUSD

0.7061

0.30%

NZDUSD

0.5918

0.35%

USDJPY

157.95

-0.27%

USDCHF

0.7781

-0.21%

USDCAD

1.3600

-0.21%

GOLDUD

5128.80

0.78%

USD/IDR

16,965

0.00%

Fokus Emas:

  1. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi yang menekan harga emas
  2. Lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah yang memicu risiko inflasi global

Selasa, 10 Maret 2026 – Harga emas naik ke kisaran US$5.128 per troy ons pada awal sesi perdagangan di tengah penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkat ke level tertinggi dalam sekitar satu bulan terakhir yang turut meningkatkan biaya peluang memegang emas sebagai aset non-yielding.

Sentimen pasar juga dipengaruhi lonjakan tajam harga minyak mentah global, yang melonjak lebih di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Beberapa produsen minyak di Timur Tengah dilaporkan memangkas pasokan setelah meningkatnya risiko gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global sekaligus mendorong investor beralih ke aset yang lebih likuid seperti dolar AS, meskipun dalam jangka menengah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan masih berpotensi mempertahankan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Dari sisi kebijakan moneter, berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan yang berakhir 18 Maret. Probabilitas suku bunga tetap bertahan hingga Juni 2026 meningkat menjadi lebih dari 51%, naik dari sekitar 43% pada pekan sebelumnya. Investor kini menantikan sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk indeks harga konsumen (CPI) Februari yang dijadwalkan rilis pada Rabu (11/3) serta Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat (13/3) yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter dan pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $5.044 hingga $4.952, sedangkan resistance terdekat terletak di $5.200 hingga $5.264. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.796, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.420.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

5:00pm

USD

NFIB Small Business Index

-

99.6

99.3

7:15pm

USD

ADP Weekly Employment Change

-

-

12.8K

9:00pm

USD

Existing Home Sales

-

3.89M

3.91M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788