Home
>
News
>
Publication
>
Lesunya Permintaan Pasar Energi AS Bebani Pergerakan Harga Minyak
Lesunya Permintaan Pasar Energi AS Bebani Pergerakan Harga Minyak
Thursday, 11 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1706

-0.11%

GBPUSD

1.3539

-0.16%

AUDUSD

0.6608

0.20%

NZDUSD

0.5933

0.24%

USDJPY

147.45

-0.12%

USDCHF

0.7977

0.19%

USDCAD

1.3857

0.10%

GOLDUD

3,637.96

0.31%

COFU

63.80

-0.19%

USD/IDR

16,433

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Meksiko akan menaikkan tarif mobil asal China dan negara-negara Asia lainnya hingga ke tingkat maksimum.
  • Uni Eropa kemungkinan besar tidak akan menaikkan tarif terhadap India dan China sesuai desakan Trump, kata sejumlah sumber.

************************************************************

Kamis, 11 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu sentimen dari sinyal lesunya permintaan di pasar minyak AS, dan potensi konflik dagang baru antara Meksiko dengan China. Meski demikian, isyarat Uni Eropa untuk tidak mengenakan tarif sesuai desakan AS, dan eskalasi konflik antara Israel dan Hamas berpotensi mendorong harga kembali bullish.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 3,94 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 5 September. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 1,46 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.

Turut membebani harga, Meksiko akan menaikkan tarif mobil dari China dan negara-negara Asia lainnya hingga ke tingkat maksimum, dalam perombakan besar-besaran pungutan impor yang menurut pemerintah akan melindungi lapangan kerja, kata Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard pada hari Rabu. Tarif impor mobil asal China berpotensi dikenakan hingga 50%, dari tarif saat ini sebesar 20%. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan mendorong terjadinya konflik dagang baru.

Sementara itu, Uni Eropa kemungkinan besar tidak akan mengikuti desakan Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 100% terhadap India atau China, sebagai strategi untuk menekan Rusia agar menghentikan perang dengan Ukraina, menurut sejumlah sumber Uni Eropa. Namun, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Rabu mengatakan bahwa blok tersebut sedang mempertimbangkan untuk mempercepat penghapusan bahan bakar fosil Rusia sebagai strategi untuk menekan Moskow.

Dukungan lainnya datang dari Israel yang mengancam akan kembali melancarkan serangan jika gagal membunuh para pemimpin Hamas dalam serangan udara di Qatar pada hari Selasa, kata duta besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter pada hari Rabu. Ancaman tersebut semakin meredupkan harapan tercapainya gencatan senjata di Gaza.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Inflation Rate MoM

 

0.3%

0.2%

19:30

USA - CPI

 

323.89

323.05

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

235K

237K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1950K

1940K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788